Berita Surabaya

BPBD Pamekasan Siapkan Perangkat untuk Tanggulangi Bencana Alam, 8 Bencana ini Jadi Atensi

BPBD Kabupaten Pamekasan Madura mempersiapkan segala perangkat untuk menanggulangi bencana alam di musim penghujan.

TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin sewaktu mengecek alat kelengkapan untuk persiapan penanggulangan bencana alam di Pamekasan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, mempersiapkan segala perangkat untuk menanggulangi potensi bencana alam

Baik perangkat lunak, maupun perangkat keras.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Amin Jabir mengungkapkan, perangkat lunak yang dimaksud adalah regulasi berkaitan dengan penanggulangan bencana alam, serta perjanjian kerja sama. 

Sementara perangkat keras meliputi sumber daya manusia (SDM), dan segala peralatannya.

"Kita sudah menggelar apel pasukan semata-mata untuk memastikan dua hal bahwa kita siap secara personal, dan kita siap secara peralatan," kata Amin Jabir kepada TribunJatim.com, Rabu (26/10/2022).

Nantinya, BPBD Pamekasan juga akan mendirikan sejumlah posko di berbagai tempat dengan melibatkan semua unsur, seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, TNI, Polri, dan lain lain. 

Baca juga: Paccak Batik Tulis Jadi Tren Fashion di Kalangan Istri Pejabat Pemkab Pamekasan

Baca juga: Siswa di Pamekasan Mendadak Naik ke Atas Genting Sekolah, Ngakunya Dikelilingi Macan Putih

Sehingga, kemungkinan terjadinya bencana alam dapat diantisipasi dengan baik.

"Perlu diketahui bahwa peralihan musim ini pada tanggal 1 November 2022, artinya saat ini kita masih berada di musim kemarau. Istilah masyarakat itu kemarau basah. Hal ini ditandai oleh dua hal, pertama secara de jure kita belum mendapat rilis peralihan musim, dan secara de facto ada beberapa sumber air di masyarakat itu belum kembali pulih," terangnya.

Pihaknya berjanji akan segera menerbitkan surat siaga darurat bencana apabila telah menerima rilis pergantian musim dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Termasuk dengan realisasi pendirian posko bencana sebagaimana yang terjadi pada musim lalu.

"Perkara bencana atau tidak, kita tidak bisa memprediksi. Yang jelas, secara kajian resiko bencana Pamekasan memiliki delapan potensi resiko bencana," jelasnya.

Delapan potensi itu meliputi bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, abrasi, gempa bumi, tsunami, dan potensi kebakaran. 

Delapan potensi tersebut sangat mungkin terjadi di Kabupaten Pamekasan.

Baca juga: Benda Terlarang Ini Ditemukan saat Penggeledahan di Lapas Narkotika Pamekasan, 20 Napi Dites Urine

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved