Berita Surabaya
3 Helikopter, 12 KRI, 3000 Personel TNI Siap Dikerahkan untuk Pengamanan Laut KTT G20 di Bali
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, memimpin apel gelar pasukan dan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL, Koarmada II
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, memimpin apel gelar pasukan dan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL, Koarmada II, Jumat (4/11/2022).
Kegiatan ini dalam rangka pengamanan laut VVIP Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yang akan berlangsung di Bali.
Sebanyak 3000 personel, 12 KRI dan 3 unit helikopter dikerahkan pada pertemuan banyak negara tersebut. Termasuk pasukan khusus dari Denjaka dan Kopaska yang on board di KRI tersebut.
Laksamana TNI Yudo juga mengecek langsung perlengkapan kapal. Mulai dari pemeriksaan torpedo, hingga memastikan alat pendeteksi keberadaan kapal berfungsi dengan baik.
Menurut Kasal, G20 bukanlah pertemuan biasa, melainkan forum kerja sama multilateral yang terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa.
G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.
Baca juga: Punya Peran Strategis, Bandara Banyuwangi Bakal Buka 24 Jam Selama Pelaksanaan KTT G20
"Peserta pertemuan nanti akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara besar. Sehingga diperlukan pengamanan yang ekstra ekstra ketat," ujarnya.
Dirinya menyatakan, menjadi tempat penyelenggaraan G20 merupakan sebuah kepercayaan, kehormatan dan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia.
Yang sangat penting untuk dipahami adalah dibalik kehormatan itu terkandung tanggung jawab dan tantangan untuk memastikan pertemuan antar kepala negara, dalam keadaan aman dan lancar.
"Kegagalan sekecil apapun akan sangat memalukan bagi bangsa Indonesia karena seluruh dunia akan melihatnya. Maka dari itu perlu saya tekankan sekali lagi bahwa tanggung jawab pengamanan yang harus kita pikul bukanlah tugas yang ringan," ucapnya.
Laksamana TNI Yudo meminta kepada seluruh prajurit dan komponen pasukan untuk cek dan ricek mulai dari personil, material perlengkapan, hingga rencana dan prosedur beserta pemahaman oleh seluruh personel.
"Semua harus yakin dan siap 100 persen. Awali setiap tugas dengan memanjatkan doa memohon bimbingan dan kekuatan pada Tuhan Yang Maha Esa. Selalu update rencana operasi atau rencana kegiatan secara matang, dengan mempertimbangkan semua hal," pesannya.
"Mulai dari tugas pokok susunan organisasi kerawanan-kerawanan atau resiko-resiko hingga hal-hal yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. Serta yakinkan seluruh personil yang terlibat benar-benar telah paham sepenuhnya terhadap rencana yang dibuat," imbuhnya.
Dalam KTT G20 di Bali, Laksamana Yudo memerintahkan Panglima Koarmada II Laksda TNI T.S.N.B. Hutabarat sebagai Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla), untuk memimpin pengamanan G20 dengan unsur-unsur gabungan dan Koarmada I, II dan IlI, dengan personel marinir.
"12 KRI akan melaksanakan patroli pengamanan pada 12 mil teritorial di kawasan Nusa Dua, Bali pada 15 hingga 16 November 2022 mendatang," terangnya.
"Selama pelaksanaan G20 akan diperketat jalur pelayaran. Ingat, jaga nama baik, kehormatan TNI dan Angkatan Laut bangsa dan negara Republik Indonesia," pungkas Yudo.