Berita Tulungagung

Alasan Perda Penguatan Pendidikan Karakter Akan Disahkan DPRD Tulungagung Tahun Ini

Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Tulungagung melakukan dengar pendapat umum untuk Ranperda Penguatan Pendi- Karakter

Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Rapat dengar pendapat umum Pansus III DPRD Tulungagung dengan para tokoh, terkait penyusunan Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Tulungagung melakukan dengar pendapat umum (public hearing) untuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penguatan Pendi- Karakter, Sabtu (12/11/2022).

Kegiatan ini melibatkan para organisasi keagamaan, budayawan, organisasi kepemudaan, karang taruna, mahasiswa, MKKS SD-SMA dan Osis SMP.

Menurut Ketua Ketua Pansus III DPRD Tulungagung, Fuad Ashari, dengar pendapat umum ini untuk menggali masukan dari semua pihak.

"Aspirasi dari semua pihak akan kami tuangkan dalam Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter, yang selanjutnya akan dijadikan Perda," terang Fuad.

Menurutnya, penguatan pendidikan karakter ini nantinya fokus para penguatan nilai agama, Pancasila dan nilai budaya lokal Tulungagung.

Secara teknis pelaksanaan, Perda ini akan dipaparkan dalam Peraturan Bupati (Perbup).

Fuad mengaku masukan dari para pihak sudah cukup untuk merumuskan Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter ke depan.

"Ternyata masukan dari para tokoh yang kami undang sangat banyak. Kami jadi tahu problematika yang dihadapi di lapangan," sambung Fuad.

Fuad mengapresiasi semua masukan dan akan segera menuangkannya dalam Ranperda.

Finalisasi Ranperda ini akan selesai sebelum akhir November 2022 ini.

Sedangkan pengesahan Ranperda menjadi Perda akan dilaksanakan di masa sidang tahun ini.

"Di akhir masa sidang tahun ini Perdanya harus sudah disahkan," tandas Fuad.

Penguatan Pendidikan Karakter akan diberikan di lingkungan pendidikan.

Penguatan ini dilakukan, karena pendidikan karakter selama ini seperti diabaikan.

Dampaknya terlahir generasi yang lupa toto kromo, adat budayanya dan nilai agama.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved