Berita Surabaya

Pengakuan Ibu Kandung di Bulak Banteng Surabaya yang Siksa Anaknya hingga Tewas, Sebut Perintah

Dua tersangka penganiayaan anak yang berusia 6 tahun berinisial AP, U (32) beserta sahabatnya, LB (18), mengungkapkan motif perbuatannya

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Febrianto Ramadani
Dua tersangka penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Bulak Banteng, Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua tersangka penganiayaan anak yang berusia 6 tahun di Bulak Banteng, Suraabaya berinisial AP, U (32) beserta sahabatnya, LB (18), mengungkapkan motif perbuatannya di depan awak media dalam press release di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (24/11/2022).

U yang juga sebagai ibu kandung korban menuturkan, tindakan tersebut sudah dimulai sejak korban berumur 4 tahun.

Intensitasnya semakin meningkat, ketika korban menolak perintah dari tersangka U maupun LB.

"Sering memukul karena saat diperintah untuk membeli sesuatu, tidak sesuai yang diperintahkan. Ketika diperintah untuk mengambilkan suatu barang, sering nangis dan sangat lambat," ujar U.

Emosi U kian bertambah, lantaran mendapat omongan tak pantas dari tetangganya, yang menyebut kalau AP adalah anak haram.

Padahal U juga menceritakan, anaknya adalah buah cinta bersama suami sirihnya yang sudah meninggal.

Hanya saja keluarga tidak merestui hubungan mereka.

"Saya pukul di bagian belakang lengan. Ada potongan kayu saya pakai buat mukul. Saya penuh emosi waktu itu. Sehari harinya, bekerja sebagai pengamen sama anak saya di Mangga Dua," bebernya.

Sementara itu, ketika ditanya alasan ikut menganiaya AP, LB mengaku tak kuasa menahan amarahnya lantaran pernah menerima umpatan langsung dari korban.

Baca juga: Sudah Seminggu, Polisi Masih Belum Bisa Tangkap Semua Pelaku Penganiayaan Pedagang Nanas di Gresik

"Korban mengucapkan kata kata kotor di depan saya. Saya ikut memukul pakai ukulele satu kali di bagian kepala. Saya sehari hari tinggal satu kamar kos sama U dan AP. U adalah teman dekat saya," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana, bakal memeriksa kejiwaan kedua tersangka tersebut.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved