Berita Blitar

Harga Telur di Blitar Melonjak Jelang Natal, Tembus Rp 30.000 per Kg di Pasar

Harga telur ayam di Blitar merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru 2023. di tingkat pedang pasar harga telur ayam mencapai Rp 30.000 per kg

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Sujianto (60), peternak ayam petelur saat berada di kandang ayam miliknya di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (2/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Harga telur ayam di Blitar merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru 2023.

Di tingkat peternak, harga telur di Blitar tembus Rp 26.500 per kilogram, sedang di tingkat pedang pasar harga telur ayam mencapai Rp 30.000 per kilogram. 

Sujianto (60), peternak ayam petelur di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar mengatakan harga telur di peternak mulai ada kenaikan sejak satu bulan ini. 

Satu bulan lalu, harga telur dari kandang peternak hanya Rp 20.000 per kilogram. Secara bertahap, harga telur di peternak mengalami kenaikan. 

"Sebulan lalu harganya masih Rp 20.000 per kilogram, lalu naik jadi Rp 21.000 per kilogram, naik lagi Rp 22.000 per kilogram, dan sudah dua minggu ini harganya naik menjadi Rp 26.500 per kilogram," kata Sujianto ditemui di kandangnya, Jumat (2/12/2022). 

Menurut Sujianto, harga telur naik karena permintaan di masyarakat meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru 2023.

Sedang produksi telur di tingkat peternak saat ini turun drastis. Produksi telur turun karena populasi ayam di kandang peternak berkurang banyak dampak pandemi Covid-19 dan harga pakan mahal ditambah lagi harga telur anjlok beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Harga Telur Ayam dan Telur Puyuh di Madiun Berlomba Naik, Pedagang Pasar Keluhkan Omzet Menurun

"Dampak pandemi dan harga pakan mahal kemarin, populasi ayam di peternak Blitar turun sekitar 60 persen. Otomatis, produksi telur di peternak juga berkurang. Saya dulu punya 7.000 ekor ayam, sekarang tinggal 2.000 ekor ayam," ujarnya. 

Dikatakannya, populasi ayam yang sekarang masih bertahan mayoritas kondisinya juga sudah tua. Kondisi ayam yang sudah tua juga berpengaruh terhadap produksi. 

"Seperti di tempat saya ini ada 2.000 ekor ayam yang kondisinya sudah tua. Tiap hari produksi telurnya hanya sekitar 90 kilogram," katanya. 

Sujianto bersyukur harga telur di tingkat peternak mulai membaik. Dengan harga telur yang membaik, para peternak menjadi lebih bersemangat lagi. 

"Kemarin ketika pandemi ditambah harga pakan mahal dan harga telur anjlok, banyak peternak yang gulung tikar. Dengan harga telur mulai membaik ini, para peternak menjadi lebih semangat lagi," ujarnya. 

Dengan harga telur yang bagus ini, Sujianto juga mulai mengisi kandang yang sempat kosong dengan bibit ayam baru. 

"Perkiraan, harga telur akan terus naik sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri 2023," katanya. 

Eni, pedagang di Pasar Pon Kota Blitar mengatakan, saat ini, harga telur di pasaran mencapai Rp 30.000 per kilogram. 

Harga telur Rp 30.000 per kilogram sudah terjadi sejak dua pekan ini. Sebelumnya, harga telur di pasar berkisar Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 25.000 per kilogram. 

"Sudah dua pekan ini, harga telur di pasar mencapai Rp 29.000 sampai Rp 30.000 per kilogram," kata Eni.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved