Berita Banyuwangi

Motor Terjaring Razia, Remaja di Banyuwangi Diminta Rusak Knalpot Brong Miliknya Sendiri

Para pemuda di Kabupaten Banyuwangi merusak sendiri knalpot brong pada sepeda motor mereka seusai terjaring razia, Jumat (2/12/2022).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Pemuda di Banyuwangi yang merusak sendiri knalpot brong miliknya usai terjaring razia, Jumat (2/12/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin


TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Para pemuda di Kabupaten Banyuwangi merusak sendiri knalpot brong pada sepeda motor mereka seusai terjaring razia, Jumat (2/12/2022).

Mereka terjaring razia ketika melintas di jalan raya di wilayah Kecamatan Tegalsari. Belasan remaja terjaring dalam razia yang digelar anggota Polsek Tegalsari itu.

Seusai tertangkap tangan mengendarai sepeda motor tak berstandar, mereka kemudian digiring ke Mapolsek setempat.

Di sana, motor mereka akan ditahan selama sebulan.

Untuk mengambilnya kembali, mereka harus menormalkan kondisi fisik sepeda motornya sesuai dengan standar pabrikan.

Orang tua juga harus mendampingi saat pengambilan kendaraan.

Tak cuma itu, knalpot brong yang terpasang pada sepeda motor juga dilepas. Knalpot itu kemudian dirusak oleh pemiliknya masing-masing.

Baca juga: Hasil Operasi Zebra 2022 di Kota Blitar, Ratusan Pelanggar Ditindak, 42 Knalpot Brong Disita

Menggunakan palu godam, para remaja itu memukul knalpotnya masing-masing hingga penyok.

Kapolsek Tegalsari AKP Puji Wahyono mengatakan, usai dirusak oleh pemiliknya, knalpot tersebut akan dimusnahkan.

Pihaknya juga mengedukasi para remaja yang terjaring razia agar tak mengulangi perbuatannya.

"Razia ini kami gelar karena banyak masyarakat yang resah dengan suara bising kendaraan berknalpot brong dan balap liar," kata Kapolsek, kepada wartawan.

Kepolisian setempat, lanjut Puji, beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat ihwal adanya aksi balap liar. Salah satu jalur yang sering dipakai untuk balap liar adalah Jalan Raya Wiroguno.

"Ini kami lakukan agar para pemuda yang terjaring razia mendapat efek jera. Selain itu, ini juga agar kondisi lalu lintas di wilayah kami lebih aman. Mereka juga agar tak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain," sambung dia.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved