Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Trenggalek

Baru Menjabat, Kepala Rutan Trenggalek Tancap Gas Programkan Curhat Napi hingga Deklarasi No Pungli

Tongkat Estafet Kepemimpinan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Trenggalek telah berpindah dari Dadang Rais Saputro kepada I Kadek Dedy Wiratama.

TRIBUNJATIM.COM/Sofyan Arif Candra
Kepala Rutan Kelas IIB Trenggalek, I Kadek Dedy Wiratama. Baru Menjabat, Kepala Rutan Trenggalek Tancap Gas Programkan Curhat Napi hingga Deklarasi No Pungli 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tongkat Estafet Kepemimpinan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Trenggalek telah berpindah dari Dadang Rais Saputro kepada I Kadek Dedy Wiratama.

Belum genap sepekan memimpin, Kadek membuat sejumlah terobosan untuk meningkatkan layanan masyarakat di Rutan Kelas IIB Trenggalek.

Terbaru, Rutan Kelas IIB Trenggalek menggelar deklarasi No Pungli, No Gratifikasi. Deklarasi tersebut merupakan tekad Rutan Trenggalek untuk semakin menguatkan layanan di Rutan Trenggalek yang bersih dari korupsi.

"Kita sudah berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat sesuai misi kami yaitu rumah Budaya dan kemanusiaan serta membangun zona integritas kawasan birokrasi bebas korupsi," kata Kadek, Senin (5/12/2022).

Sebagai bentuk keseriusan, Kadek mempersilakan masyarakat untuk melapor atau mengadu jika memang ada layanan Rutan Kelas IIB Trenggalek yang memungut pungli.

"Jika ada pelanggaran kita tinggal menjalankan sesuai SOP, ada PP 94 tahun 2021 termasuk di situ ada tindakan pendisiplinan dan seterusnya," lanjutnya.

Baca juga: Persempit Masuknya Barang Terlarang, Rutan Trenggalek Pakai Mesin X-Ray Cek Barang Bawaan Pengunjung

Sebagai orang baru, Kadek juga akan melakukan evaluasi terlebih dahulu kemudian melakukan perbaikan untuk semua layanan baik untuk warga binaannya maupun keluarga yang menjenguk. 

"Ada Garden Of Integration yaitu Tempat Integrasi agar warga binaan tahu kapan ⅔ masa pidananya atau kapan selesai masa pidana. Jadi program ini sebagai bentuk transparansi kepada warga binaan," jelas Kadek.

Selain itu, ia juga menginisiasi dokter menyapa untuk memastikan kesehatan para warga binaan tetap terjaga. Dokter berkeliling untuk melayani warga binaan ketika ada keluhan yang dirasakan.

"Ada juga curhat napi, jadi mereka bisa curhat kepada petugas ketika ada masalah. Petugas dan warga binaan bisa saling komunikasi dua arah, kami jadwalkan hari Senin dan Rabu," pungkasnya 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved