Berita Mojokerto

Ancaman Banjir Tahunan di Desa Tempuran Mojokerto, BBWS Brantas Lanjutkan Proyek Pengendalian Banjir

BBWS Brantas bakal melanjutkan pembangunan proyek pengendalian banjir di Desa Tempuran Mojokerto.

ISTIMEWA
Penguatan tanggul beton di aliran sungai Watudakon yang melewati Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bakal melanjutkan pembangunan proyek pengendalian banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Tahun 2023.

Proyek pengendalian banjir di Desa Tempuran yang menjadi langganan banjir tahunan tersebut meliputi penguatan tanggul beton di Sungai Avour Watudakon dan Sungai Balongkrai (Aliran Dari Kota Mojokerto).

Penguatan tanggul semi permanen di Sungai Avour Jombok berupa gundukan tanah untuk penahan air sementara.

Selain itu, BBWS Brantas juga telah menyiapkan rumah pompa di aliran Sungai Avour Jombok yang akan difungsikan untuk pengendalian banjir.
 
Petugas PPK dan Pantai 1 BBWS Brantas, Rizal Arifuddin menjelaskan penguatan tanggul beton di sejumlah titik rawan banjir di Desa Tempuran telah selesai.

Namun memang tanggul di sisi selatan Avour Jombok masih semi permanen.

Baca juga: Kronologi Truk Boks Terbakar di Tol Surabaya-Mojokerto, Muatan Ratusan Bibit Ayam Ludes Terpanggang

"Sebenarnya kalau penguatan tebing secara sistem itu titik-titik kritis-nya sudah kami tangani," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Jatim Network melalui seluler, Rabu (4/1/2023).

Ia mengatakan pengerjaan penguatan tanggul yang membentang dari kedua sisi  sekitar dua kilometer dari Watudakon dan satu kilometer penguatan tanggul Jombok, Kabupaten Jombang hingga Desa Tempuran, Kabupaten Mojokerto telah rampung. 

"Namun Pemdes minta semuanya sungai dirapikan diplengseng nah kalau seperti itu kita menunggu kajian dulu, evaluasi misalkan kondisinya masih ada banjir nanti kita akan program kan lagi terutama di Avour Jombok," ucap Rizal.

Rizal menyebut penguatan tanggul beton ini mampu mencegah banjir di Desa Tempuran. 

Paling tidak tanggul beton Watudakon dapat menampung debit banjir sekitar 90 meter kubik per detik.

Namun hasil evaluasi di lapangan jika terjadi banjir di Tempuran itu penyebabnya adalah jembatan penghubung usaha tani di sisi selatan Desa Tempuran yang terlalu rendah sehingga apabila tersumbat sampah air sungai Avour akan meluber.

"Salah satu penyebab banjir itu ada jembatan yang terlalu rendah kami sarankan ke Pemerintah Daerah agar direnovasi, kalau sampah tersangkut disitu pastinya tanggul kami akan over sehingga memicu banjir," bebernya.

Masih kata Rizal, BBWS Brantas dalam waktu dekat akan berkirim surat ke Pemkab Mojokerto agar segera menindaklanjuti merenovasi jembatan di Desa Tempuran tersebut.

Baca juga: Siswa SD Mojokerto Dijambret Depan Rumah, Pelaku Pura-pura Tanya Alamat Lalu Gasak Handphone Korban

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved