Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Surat Terakhir Bocah Gresik yang Dibunuh Ayah - 3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai

3 berita Jatim terpopuler Senin (1/5/2023). Surat terakhir bocah di Gresik yang dibunuh sang ayah - 3 wisatawan terseret ombak pantai di Lumajang.

Editor: Olga Mardianita
Kolase TribunJatim.com
surat yang ditulis Z, sebelum dibunuh ayahnya sendiri dan petugas saat mendatangi lokasi pembunuhan di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, Minggu (30/4/2023) - Tiga wisatawan terseret ombak di Pantai Mbah Djarit Wotgalih Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (30/4/2023). Petugas tengah melakukan pertolongan pada korban. 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini adalah kabar seputar Jawa Timur yang menarik perhatian para pembaca TribunJatim.com.

Tiga kabar tersebut telah terangkum ke dalam segmen berita Jatim terpopuler hari ini, Senin (1/5/2023).

Kabar Jatim terpopuler hari ini mengenai surat terakhir seorang bocah Gresik sebelum dibunuh ayah, Marhaen Djumadi, dan tiga wisatawan di Pantai Mbah Djarit di Lumajang.

Pertama, kabar seorang ayah membunuh anaknya di Gresik sempat menggemparkan publik, Minggu (30/4/2023).

Sang ayah bahkan tak menyesal telah membuh anak kandungnya sendiri.

Setelah diselidiki, sang anak ternyata telah menulis surat sebelum ditemukan meninggal.

Surat tersebut seolah memberitahukan kisah tragisnya kini.

Selanjutnya, Bupati Nganju definitif, Marhaen Djumadi menggulirkan gerbong mutasi 420 pejabat.

Hal tersebut dilakukan menyusul kebijakan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Terakhir, tiga wisatawan terseret ombak saat sedang mandi di Pantai Mbah Djarit, Lumajang.

Hal tersebut terjadi pada Minggu (30/4/2023)

Lebih lengkap, simak berita Jatim terpopuler hari ini, Senin (1/5/2023) di bawah ini.

1. Surat Terakhir Bocah 9 Tahun di Gresik yang Dibunuh Ayahnya, 'Selamat Tinggal,' Seolah Jadi Pertanda

Anak di Gresik yang dibunuh ayah sempat pamit lewat surat.
Anak di Gresik yang dibunuh ayah sempat pamit lewat surat. (IST)

AK alias Z, bocah sembilan tahun di Gresik yang tewas dibunuh ayah kandungnya sendiri sempat menulis surat sebelum ditemukan meninggal.

Secarik kertas bertuliskan "selamat tinggal Airin" ditemukan di kamar korban.

Z meninggal pada Sabtu (29/4/2023) pagi sekitar pukul 04.30 WIB.

Z tewas dibunuh ayah kandungnya sendiri, Muhammad Qo'dad Af'alul Kirom alias Afan (29) di dalam kamar, rumah kontrakannya di Dusun Plampang, Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Satreskrim Polres Gresik saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sebuah kertas berisi gambar tangan dan coretan.

Kertas tersebut digambar dan ditulis oleh korban.

Baca juga: Bisa Masuk Surga, Ayah di Gresik Tega Bunuh Anaknya Sendiri, Terang-terangan Mengaku Tak Menyesal

"Korban malamnya sebelum tidur sempat menggambar cerita dengan teman-temannya. 'Selamat tinggal Airin, Zee,'" ujar Wakapolres Gresik, Kompol Erika Purwana Putra, Minggu (30/4/2023).

Berdasarkan keterangan tersangka, malam sebelum anaknya dibunuh, korban sempat menggambar di sebuah kertas.

Gambar itu bercerita tentang perpisahan dengan teman-temannya.

Tulisannya, "Dari Zee untuk Airin. Selamat tinggal Airin. Selamat kenal Zee dan Pelangi dan Alea."

Baca selengkapnya

2. Jadi Bupati Nganjuk Definitif, Marhaen Djumadi Gulirkan Gerbong Mutasi 420 Pejabat

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi serahkan SK Pejabat yang menempati posisi baru dalam Pemerintahan Kabupaten Nganjuk, Sabtu (29/4/2023).
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi serahkan SK Pejabat yang menempati posisi baru dalam Pemerintahan Kabupaten Nganjuk, Sabtu (29/4/2023). (Istimewa/TribunJatim.com)

Bupati Nganjuk definitif, Marhaen Djumadi mulai menggulirkan gerbong mutasi 420 pejabat fungsional guru, tenaga kesehatan, dan teknis di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Ini setelah kebijakan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk tidak lagi harus dikonsultasikan ke Kemendagri melalui Gubernur Jawa Timur.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pelantikan pejabat fungsional tersebut dalam rangka memotong birokrasi yang terlalu panjang, demi melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Jabatan fungsional ada dua, yakni fungsional keahlian dan fungsional keterampilan (vokasi).

"Jabatan fungsional itu juga ada pratama, muda, madya, dan utama. Pejabat dengan jabatan fungsional dapat meniti karier jabatan fungsional secara garis lurus di fungsional dan meniti karier di jabatan struktural. ASN memiliki hak itu, namun dengan melihat dari kinerja terlebih dahulu. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat harus sat set," kata Marhaen Djumadi, Sabtu (29/4/2023).

Baca juga: Marhaen Djumadi Resmi Jadi Ketua Kamabicab Pramuka Nganjuk, Berharap Ikut Membentuk SDM Unggul

Dikatakan Marhaen Djumadi, pelayanan sepenuh hati di bidang kesehatan dan pendidikan merupakan yang paling dibutuhkan masyarakat.

Dengan demikian, diharapkan para pejabat yang dilantik semua memahami jabatannya di pemerintahan.

Baca selengkapnya

3. Asyik Mandi di Laut, Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Mbah Djarit Lumajang, Begini Kondisinya

Tiga wisatawan terseret ombak di Pantai Mbah Djarit Wotgalih Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (30/4/2023). Petugas tengah melakukan pertolongan pada korban.
Tiga wisatawan terseret ombak di Pantai Mbah Djarit Wotgalih Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (30/4/2023). Petugas tengah melakukan pertolongan pada korban. (Istimewa/TribunJatim.com)

Tiga wisatawan terseret ombak di Pantai Mbah Djarit Wotgalih Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (30/4/2023).

Warga yang dilaporkan terseret ombak adalah Khoirul (34) warga Desa Krai, Rama (19) dan Ferdi (19) warga Desa Darungan, Lumajang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan, korban bernama Ferdi dan Rama selamat dan sudah diperbolehkan pulang.

Namun untuk korban bernama Khoirul dilarikan ke puskesmas setempat lantaran butuh pertolongan medis lebih lanjut.

"Secara kronologis, ketiganya mandi di pantai sebelah barat. Diduga kelelahan, tiba-tiba Khoirul terseret ombak hingga nyaris ke tengah laut. Temannya, Ferdi dan Rama yang berusaha untuk menolong malah ikut terseret besarnya ombak," beber Kepala BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi.

Mendapati laporan, BPBD Kabupaten Lumajang langsung bergerak melakukan evakuasi.

Beruntung, ketiga korban berhasil diselamatkan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Asyik Bermain Air, Pelajar SMP Terseret Ombak Pantai Serang

"Ombak di pesisir pantai selatan cukup besar. Alhasil, kami imbau wisatawan pantai untuk tidak mandi di laut. Tidak hanya Pantai Mbah Drajit, tapi semua pantai di Lumajang," tutupnya.

Baca selengkapnya


---

Berita Jatim dan berita seleb lainnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved