Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Jajan di Kantin, Santri Diduga Dinodai Pimpinan Ponpes Modus Minta Pijat, Pelaku Imingi Rp100 Ribu

Orang tua korban pun melaporkan kasus dugaan pencabulan itu ke polisi pada 5 Juli 2023.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
via Tribun-Sulbar.com
Pimpinan ponpes di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, diduga cabuli seorang santrinya 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang oknum pengurus pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berinisial F, dilaporkan ke polisi.

F yang merupakan pimpinan ponpes tersebut diduga melakukan tindak asusila kepada seorang saksinya.

Orang tua korban melaporkan kasus dugaan pencabulan itu ke Polres Polman pada 5 Juli 2023.

Diduga F melakukan tindak asusila lewat modus minta pijat.

Baca juga: Aksi Bejat Paman Nodai Keponakan Sendiri 9 Kali, Korban sampai Lahirkan Anak, Kabur usai Dilaporkan

"Keluarga korban minta pendampingan dan mengadukan kasus ini ke Polres Polman pada tanggal 5 Juli 2023," kata pendamping korban, Dwi Bintang Fajar, dari divisi perlindungan anak YAYASAN PEKA saat dihubungi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (8/7/2023).

"Kemarin saya dampingi melapor," imbuhnya, melansir TribunSulbar.com.

Dwi menyebutkan, menurut cerita korban, awal kejadian ketika sang santri bersama sepupunya hendak berbelanja di kantin pondok sekitar pukul 22.00 WITA.

Usai belanja, korban kemudian dipanggil oleh terduga pelaku inisial F ke dalam kamar.

Lokasi kamar memang tak jauh dari kantin.

"Santri ini dipanggil terduga pelaku saat ia melintas di depan kamarnya, lalu santri diajak masuk ke kamar dan langsung dikunci," ujar Dwi.

"Kemudian satu orang disuruh berjaga di depan kamar," imbuh Dwi, mengutip dari keterangan korban.

Saat di dalam kamar, terduga pelaku ini mengajak korbannya ngobrol, setelah itu memberi uang Rp100 ribu ke santri tersebut.

Setelah memberi uang, terduga pelaku ini melepas pakaian dan meminta kepada korban untuk memijatnya.

"Lalu terduga pelaku menjalankan aksinya, dan korban disuruh berbaring di samping terduga pelaku inisial F itu, lalu terduga pelaku meminta korbannya memegang alat vitalnya," beber Dwi.

Korban mengaku sempat menolak ajakan tersebut, namun dia tak berdaya kerena sudah berada di bawah tekanan terduga pelaku.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved