Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Arti Kata

Arti Kata Pengemis yang Ternyata Berasal dari Tradisi Raja Keraton Surakarta, Ketahui Sejarahnya

Simak arti kata pengemis yang ternyata berasal dari salah satu tradisi Raja di Keraton Surakarta dan sudah masuk KBBI. Ketahui pula sejarahnya di sini

Editor: Elma Gloria Stevani
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi pengemis. Pengemis merupakan suatu kata yang sudah terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 

"Beberapa referensi menyebut kata itu muncul pertama kali di Koran Bromartani pada 1895 dalam berita kegiatan Kamis sore Pakubuwono X," kata dia.

Pemberian sedekah Pakubuwono X kepada wong kemisan ini juga tertulis dalam Serat Sri Karongron pada 1914.

Pada 1939, kata ngemis memiliki arti njaluk dana atau meminta bantuan dana.

Kemudian, pada 1939, kamus bahasa Melayu mencatat kata kemis (yang berarti hari), lalu menjadi kata ngemis, berkemis, pengemis.

Istilah Gaul dalam Bahasa Jawa

Dirangkum TribunJatim.com dari berbagai sumber, berikut kumpulan istilah gaul bahasa Jawa yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari:
 
1. Sambat

Dikutip dari Kamus Indonesia-Jawa karya Sutrisno Sastro Utomo, sambat artinya mengeluh. Kata ini biasa digunakan ketika seseorang merasa lelah dengan kehidupan yang ia alami.
 
Terkadang, sambat juga menjadi curahan hati seseorang ketika sedang merasa tidak nyaman. Contoh penggunaannya yaitu: “Sekali-kali deh sambat, capek banget sama semuanya. Kapan ya masalah gue selesai?”
 
2. Nesu

Nesu artinya marah. Istilah ini biasa digunakan ketika seseorang sedang marah dan dongkol dengan keadaan.

Selain digunakan sebagai ungkapan, kata “nesu” juga bisa digunakan untuk menasihati orang lain. Misalnya: “Ojo nesu-nesu toh, semua bisa diselesaikan dengan baik.” 

3. Gondes

Gondes merupakan singkatan dari gondrong ndesa.

Dalam Kamus Indonesia-Jawa, kata gondes biasa ditujukan pada pemuda yang memiliki perilaku ataupun penampilan yang buruk dan mengganggu.

Biasanya, istilah ini digunakan untuk meledek seseorang.

Contohnya: “Owalah, gondes gondes.”
  
4. Ambyar

Kata ambyar identik dengan perasaan sedih dan galau.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved