Berita Viral
Dokter Kaget Temukan Kawat Tersangkut di Organ Vital ABG 17 Tahun, Pengakuan Ungkap Ulah Berbahaya
Sejumlah dokter kaget lihat kawat tersangkut di organ vital remaja. Pengakuan ABG 17 tahun itu akhirnya kuak penyebab hal itu bisa terjadi.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah dokter kaget lihat kawat tersangkut di organ vital remaja.
Pengakuan ABG 17 tahun itu akhirnya kuak penyebab hal itu bisa terjadi.
Operasi pun akhirnya dilakukan.
Selain itu si ABG 17 tahun juga harus mendatangi psikolog.
Bocah yang tidak disebutkan namanya itu, harus menjalani operasi pengangkatan kawat dari alat kelaminnya.
Seperti yang sudah diberitakan Daily Mail, remaja ini berasal dari Sri Lanka.
Kawat itu terjebak setelah dirinya melakukan teknik masturbasi yang berbahaya dan menjadi tidak beres.
Remaja berusia 17 tahun itu telah mengembangkan fetish dengan memasukkan kabel listrik ke uretra untuk meningkatkan orgasme.
Namun pada suatu kesempatan, dia secara tidak sengaja mendorong kawat sepanjang delapan inci terlalu jauh.
Hingga akhirnya kawat itu tersangkut di dalam alat kelamin dan menyebabkan sangat kesakitan saat buang air kecil.
Baca juga: Selebgram di Malang Jadi Sasaran Fetish Serbet, Pesan DM Bikin Korban Kaget, Ragu Lapor Polisi
Dia pergi ke rumah sakit sembilan hari setelah rasa sakit di perutnya menjadi terlalu hebat, seperti dikutip TribunJatim.com dari TribunnewsMaker.
Pada saat itu juga, dokter harus melakukan operasi pengangkatan kawat yang terjebak.
Poliembolokoilomania, atau disingkat PEKamania, adalah suatu kondisi di mana orang berulang kali memasukkan benda asing.
Mulai dari kabel dan sikat gigi hingga bola lampu ke dalam lubang tubuh seperti uretra, rektum, dan vagina saat melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme.
Remaja tersebut tidak mengalami dampak kesehatan yang parah akibat sesi pemuasan diri yang tidak berjalan dengan baik.
Meskipun dokter sudah kehilangan kontak dengannya sehingga tidak mendapatkan kabar perkembangannya.
Baca juga: Kasus Fetish Mukena di Malang, Psikolog: DA Mengidap Gangguan Sejak Kelas 4 SD
Para dokter di rumah sakit di Kolombo, Sri Lanka menemukan sesuatu melingkar yang tidak diketahui di perut pasien melalui pemindaian ultrasonografi.
Mereka melakukan prosedur cepat yang disebut sistoskopi.
Yakni memasukkan tabung dengan lampu dan kamera di ujungnya ke dalam uretra untuk melihat ke dalam kandung kemih.
Mereka mendapatkan gambaran kawat bertatahkan garam kalsium di kandung kemih, kemudian dokter melakukan pembedahan.
Pasien akhirnya mengakui kepada tim perawatannya bahwa dia telah melakukan kebiasaan berisiko memasukkan benda asing ke dalam tubuhnya saat melakukan masturbasi.
Dia telah melakukan kegiatan berbahaya itu selama dua tahun terakhir.
Biasanya dia mampu mengeluarkan benda asing itu sendiri.
Pria itu sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan masturbasi.
Dia mengaku melakukannya sekitar tiga kali sehari tidak bisa mengendalikan keinginannya.
Kondisi PEKamania bukan hanya fenomena masturbasi yang jarang terjadi, namun juga berbahaya.
Karena berpotensi menyebabkan infeksi parah yang mematikan jaringan kandung kemih.
Baca juga: Dokter Kaget Cium Harumnya Mayat Pria Tertabrak Kereta, Rambut Rapi, Anak Tak Percaya, Dia Pulang
Dokter berkata, komplikasi memasukkan benda asing ke dalam uretra pria sangat banyak.
Komplikasi serius termasuk nekrosis jaringan kandung kemih telah dilaporkan setelah dimasukkannya zat korosif seperti baterai.
Setelah kawat dilepas, dokter mengirim pemuda tersebut untuk mendapatkan konseling psikologis untuk membantunya mengurangi keinginan melakukan masturbasi.
Dia ditemukan memiliki beberapa kecemasan dalam membentuk hubungan sosial dan romantis.
Akan tetapi secara keseluruhan kesehatan mentalnya baik.
Pasien juga ditemukan memiliki IQ yang cukup rendah yaitu 78.
Baca juga: Dokter Kaget Lihat Kondisi Ruben Onsu Padahal Sakit Parah, Kok Bisa, Suami Sarwendah Tak Ada Rasa
Sebelumnya, kisah yang diungkap dokter soal pasiennya ini juga viral di media sosial.
Adalah dokter spesialis kandungan, dokter Amira, yang membagikan cerita pasien tersebut dalam postingan di akun TikTok-nya.
Pasien dokter Amira itu berusia 30 tahun.
Ia tinggal di Fakfak, Papua Barat.
dokter Amira mengatakan wanita tersebut mengaku sudah menikah selama 7 tahun namun belum juga memiliki anak.
"Seorang pasien perempuan datang, usianya sekitar 30 tahunan, dan sudah menikah dengan suaminya sudah 7 tahun," kata dokter Amira.
"Tapi enggak hamil-hamil," imbuhnya.
Saat berkonsultasi dengan dokter Amira, wanita itu datang sendirian tanpa ditemani suaminya.
Kepada dokter Amira, wanita itu mengaku sengaja datang sendirian karena takut menyinggung suaminya.
Ia lalu mengeluh merasakan sakit di bagian perut bawahnya.
"Saya datang ke sini karena perut saya sering sakit dan saya sering keputihan berbau, serta demam," tutur dokter Amira meniru ucapan pasiennya, dikutip TribunJatim.com dari TribunJakarta
Rasa sakit yang diaalami wanita tersebut ternyata karena perbuatan suaminya.
Baca juga: Dokter Kaget Lihat Hasil USG Ria Ricis, Ya Allah Disilang, Kondisi Janin Istri Teuku Riyan Terkuak
Suami wanita itu rupanya hobi membesarkan kelamin.
Suami saya sering melakukan tindakan untuk membesarkan kelamin," kata dokter Amira.
Seperti dengan minyak atau daun-daun, sehingga besar sekali dan saya sering kesakitan," imbuhya.
Setelah diperiksa dan menjalani USG terkuak wanita itu ternyata mengalami peradangan di organ panggulnya.
"Setelah saya periksa, peradangan pada organ panggul," ucap dokter Amira.
Penyebabnya tak lain adalah kebiasan sang suami.
Baca juga: Arti Kata Fetish pada Kasus Suami Bungkus Istri seperti Mumi, Benarkah Ini Termasuk Kelainan Seks?
"Selama beberapa tahun menikah, suaminya memang sering sekali membesarkan kelaminnya," kata dokter Amira.
"Istrinya tidak mampu berkata tidak," imbuhnya.
dokter Amira kemudian menjelaskan bahaya membesarkan kelamin, tak cuma untuk istri tapi juga untuk suami.
Kemungkinan terburuk dari membesarkan kelamin secara sembarangan kata dokter Amira adalah kelamin bisa amputasi.
"Suaminya juga kesakitan," ucap dokter Amira.
"Bisa menimbulkan penyakit," imbuhnya.
Selain menimbulkan berbagai penyakit untuk suami dan istri, membesarkan kelamin juga bisa memicu kemandulan.
Efeknya panjang, termasuk menganggu kesuburan," kata dokter Amira.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
kawat tersangkut di organ vital remaja
Sri Lanka
fetish
berita viral
dokter
TribunJatim.com
Tribun Jatim
Sahroni Mundur Ditantang Salsa Erwina Hutagalung Juara Debat Se-Asia Pasific: Ane Mau Bertapa Dulu |
![]() |
---|
Edi Kaget Istri Beri Akta Cerai saat Mengaji di Rumah Mertua, Tak Tahu Ditalak |
![]() |
---|
Kisah Driver Ojol Riri Terima Pesanan Martabak dari Luar Pulau, Ternyata Salah Orderan |
![]() |
---|
Warga Terdampak Debu Tambang Cuma Diberi Ganti Rugi Sembako Rp200 Ribu, DPRD Tegur Perusahaan |
![]() |
---|
Presiden Prabowo Kasihan Immanuel Ebenezer Diborgol Pakai Baju Oranye: Mungkin Dia Khilaf |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.