Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Dikira Bunker Ada di Bawah Gereja Lampung, Pihak Pengurus Bantah Pengakuan TikToker: Itu Septic Tank

Dikira bunker ada di bawah gereja Lampung, pihak pengurus bantah pengakuan TikToker, ternyata cuma septic tank.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Tribunnews.com - TikTok
Ilustrasi bunker disebut ditemukan di bawah gereja ternyata cuma septic tank 

TRIBUNJATIM.COM - Sebuah video TikTok tentang penemuan bunker di bawah bangunan Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung, viral di media sosial.

Konten penemuan bunker di bawah Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung, ini dibuat oleh Tiktoker dengan nama akun Rosalia Istiyani.

Diklaim oleh pembuat konten, bunker di bawah Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung, merupakan peninggalan kolonial Belanda.

Namun kini pihak gereja membantah ada bunker di bawah bangunan, melainkan cuma septic tank.

Baca juga: Pak Tani Nekat Masuk Kamar Siswi SMP yang Baru Pulang dari Gereja, Ayah Hancur Dengar Cerita Anaknya

Penelusuran Tribun Lampung, konten tersebut diunggah dalam Tiktok dengan laman ini.

Unggahan tersebut, saat terakhir dilihat, telah memiliki ribuan tayangan dan sudah disukai ribuan orang.

TikToker Bandar Lampung ini mendeskripsikan bagaimana penemuan lubang diduga bunker di bawah bangunan Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang.

Penjelasan tersebut diberikan dalam bentuk keterangan tertulis dalam unggahan video penemuan lubang diduga bunker tersebut.

Pada keterangan video, Rosalia Istiyani selaku pemilik akun TikTok tersebut menuliskan keterangan demikian:

 "Gereja Katedral Kristus Raja Tanjung Karang didirikan pada tahun 1928, tahun ini berusia 95 tahun"

"Dan 1 Juli 2023 kemarin gedung gereja lama dirobohkan untuk dibangun ulang tetapi dengan gambar yg sama, dengan situs yg sama"

"Setelah di gali utuh fondasi dll, di bawah di temukan beberapa meter lorong yg diduga semacam bunker jaman belanda, dalam video sisa sisa bunker yg sempat saya abadikan"

Namun tampaknya video tersebut tak benar adanya.

Pasalnya kini pihak Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang buka suara soal fakta sebenarnya.

Pihak Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung, membantah penemuan bunker peninggalan kolonial Belanda di lingkungan gereja.

Pastor Paroki Katedral Tanjungkarang, Romo Yohanes Baptista Sujanto, yang memberikan bantahan terkait bunker di bawah Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung, tersebut.

Romo Yohanes Baptista Sujanto menjelaskan, lubang di bawah Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung, tersebut bukan bunker, melainkan cuma septic tank.

"Bukan bunker, itu cuma septic tank," kata Romo Yohanes Baptista Sujanto, saat dikonfirmasi pada Kamis (7/9/2023).

Baca juga: Dulu Tempat Persembunyian Saat Perang, Kini Bunker Tegalsari Jadi Pencetak Wirausaha Muda Surabaya

Menurutnya, lubang yang diklaim septic tank tersebut adalah muara dari toilet gereja.

Romo Yohanes Baptista Sujanto juga berujar, memang ditemukan sejumlah ruangan yang merupakan septic tank.

Yakni ketika penggalian lahan untuk pondasi gedung baru gereja.

"Saya menyayangkan, kenapa tidak bertanya dahulu sebelum merekam dan diunggah ke media sosial," tegas Romo Yohanes Baptista Sujanto.

Pihak Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang Bandar Lampung bantah temuan bunker, dan hanya septic tank
Pihak Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang Bandar Lampung bantah temuan bunker, dan hanya septic tank (via Tribunlampung.co.id)

Bicara soal bunker, inilah penampakan kamar bawah tanah yang sengaja dibangun kiai Semarang untuk cabuli santriwati.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Hikmah Al Kahfi Kota Semarang, Muh Anwar (46) alias Bayu Aji Anwari, menjadi tersangka kasus kekerasan seksual terhadap para santri perempuannya.

Berdasarkan informasi, tersangka memiliki ruang khusus berupa ruang kamar bawah tanah atau bunker untuk melancarkan aksi bejatnya.

Seperti dikutip dari penelusuran Tribun Jateng di lokasi, akses jalan menuju ke ponpes berupa jalan menanjak dan sempit.

Lokasi ponpes juga tersembunyi lantaran tidak ada pelang nama dan terhimpit di antara permukiman warga.

Ada sepeda motor merek Yamaha Vega yang mangkrak lantaran ban bocor dan berdebu.

Ada jaket kulit warna hitam kusam menggantung di depan pintu ponpes.

Di bawah jaket ada puluhan pasang sandal dan sepatu tertata di rak. 

Di samping motor Vega tampak sepeda anak warna pink bersandar di rak sepatu.

Bangunan pondok tersebut seluas sekira 20 meter kali 10 meter dengan bangunan cor permanen dua lantai. 

Penampakan bungker yang ada di Ponpes Semarang
Penampakan bunker yang ada di Ponpes Semarang (Tribun Jateng)

Terdapat dua meteran listrik  PLN di bangunan tersebut tertera nama tersangka Moh Anwar dan nama Pondok Pesantren Hidayatul Hikmah Al Kahfi.

Hasil penelusuran Tribun Jateng, ternyata lokasi bunker yang dimaksud berada di belakang rumah milik tersangka.

Keberadaan bunker tersebut  dibenarkan pula oleh warga sekitar yang mengaku pernah menyaksikan proses pembangunan bunker tersebut.

"Di pondok itu memang ada ruang bawah tanah, yang bangun Pak Bayu (tersangka) dibantu santri laki-lakinya yang disuruh gali gerongan (lubang)."

"Kerjanya sampai jam 1 dini hari, lalu tanah hasil galian dibawa keluar."

"Sepertinya ke pondok satunya di Rejosari," ucap warga sekitar pondok pesantren, Puji Astuti (43).

Penampakan bungker di Ponpes berisi Kyai cabul di Semarang
Penampakan bungker di Ponpes berisi Kyai cabul di Semarang (Kompas.com)

Pembangunan bunker tersebut sebenarnya sarat dengan konflik lantaran menyerobot tanah milik warga dekat pondok.

"Tanah yang gali itu milik kakak saya, Katanya beli. Tapi ya itu tidak jelas mana surat perjanjiannya," ungkapnya.

Persoalan tersebut sempat dilaporkan ke pihak Kelurahan dan Ketua RT setempat, tetapi diklaim Astuti tak ada respons.

"Sudah dilaporkan ke pihak Kelurahan, tidak ada tindak lanjutnya. Begitupun Ketua RT yang lama bukan yang ketua sekarang, tak pernah respons," bebernya.

Kendati begitu, ruang bawah tanah tersebut tetap dapat diselesaikan menjadi ruangan kamar.

"Membuatnya lama, ada setahunan lebih. Kabarnya ruangan bawah tanah itu bagus, saya sih belum pernah masuk," ujar Puji.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved