Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Sound System Terbakar saat Karnaval di Jember Hingga Pria di Malang Bacok Warga

4 berita terpopuler Jatim Senin 11 September 2023: Sound system terbakar saat karnaval di Jember hingga tak terima ditegur, pria di Malang bacok warga

Editor: Elma Gloria Stevani
KOMPAS.com/ Nugraha Perdana dan istimewa
4 berita terpopuler Jatim Senin 11 September 2023 di TribunJatim.com. 

TRIBUNJATIM.COM - Selamat pagi pembaca setia TribunJatim.com.

Bagaimana kabar kalian di hari Senin pagi yang cerah ini?

Semoga selalu sehat dan bahagia ya.

Sebelum memulai aktivitas, simak dulu yuk berbagai kabar terbaru dan berita terpopuler Jatim paling menyita perhatian yang datang dari wilayah Jawa Timur.

Kabar pertama diawali dengan sebuah sound system raksasa yang dibawa truk besar saat karnaval budaya di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur terbakar.

Api dengan cepat melalap habis sound system hingga membuat peserta dan warga berhamburan.

Dalam video amatir memperlihatkan saat api membubung tinggi dari truk yang memuat sound system raksasa dalam kegiatan karnaval budaya di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jember.

Sontak, kebakaran ini membuat peserta karnaval dan warga berhamburan dan menghindari untuk tidak mendekat di sound system yang terbakar.

Sementara peserta yang berada di atas sound system langsung turun untuk menyelamatkan diri.

Adapula aksi pembacokan yang terjadi di Jalan Muharto Gang 5 RT 1 RW 6 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, kejadian itu terjadi pada Sabtu (9/9/2023) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB

Akibat kejadian tersebut, seorang remaja berinisial SS (16) menjadi korban dan mengalami luka parah terkena sabetan celurit pelaku.

Seorang saksi mata, Muhammad Lukman (20) mengatakan, ketika itu ia baru saja datang ke lokasi.

Bermaksud untuk membantu para warga yang sedang sibuk mempersiapkan karnaval.

Terakhir, seorang pengendara motor jadi sumber malapetaka saat hindari razia.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Polrestabes Surabaya ’panen’ tangkapan saat menggelar razia di Jalan Gubernur Suryo, Minggu dini hari (10/9/2023).

Sebanyak 25 kendaraan roda dua protolan ditahan. Giat tersebut dilakukan lantaran belakangan ramai balap liar.

Dalam razia itu ada insiden fatal.

Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Senin 11 September 2023 di TribunJatim.com.

1. Sound System Terbakar saat Karnaval di Jember, Rusak Disiram Air dan Pasir, Rugi Ratusan Juta

Sound system terbakar saat acara Karnaval Desa Mangaran Kecamatan Ajung Jember, Sabtu (9/9/2023)
Sound system terbakar saat acara Karnaval Desa Mangaran Kecamatan Ajung Jember, Sabtu (9/9/2023) (istimewa)

Kebakaran Sound system saat Karnaval Desa Mangaran, Kecamatan Ajung Jember, Sabtu kemarin (9/9/2023) mengakibatkan kerugian capai ratusan juta.

Danramil Ajung, Kodim 0824 Jember Pelda M.Subari mengemukakan, kebakaran tersebut menimpa diesel jenset, mixer sound dan power supply.

"Yang kena cuma jenset, mixer dan powernya aja. Kalau salonnya tidak apa-apa," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (10/9/2023).

Menurutnya, di sound system yang terbakar itu, memiliki sepuluh power supply. Kata dia, kalau ditotal kerugian capai ratusan juta rupiah.

"Untuk satu power saja harganya Rp 25 juta, untuk jensetnya harganya capai Rp 170 juta," kata Subari.

Baca juga: Geger Sound System Terbakar di Acara Karnaval di Jember, Warga Sempat Panik, Polisi Singgung Diesel

Subari mengatakan kebakaran alat pelantang suara itu, karena suhu jenset yang terlalu panas dan berdekatan dengan kenalpot truk pengangkut sound, sehingga memicu percikan api.

"Jadi kenalpot itu belum diloskan kebelakang, akhir masih ada sela. Sehingga asapnya naik ke atas, sehingga membuat jensetnya terbakar," imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut dia, rusaknya power supply dan mixer alat pelantang suara ini bukan karena kobaran api. Namun, karena disiram air oleh warga saat menjinakkan si jago merah.

"Disiram air, disiram pasir. Akhirnya powernya kena juga. Ada mungkin sepuluh biji powernya, harga satu power capai Rp 25 juta. Kalau mixernya itu harganya Rp 50 juta," kata Subari.

Baca juga: Parade Sound Banyak Dikeluhkan, Ini Nasib Karnaval di Malang yang Terlanjur Dapat Surat Izin Acara

Baca juga: Penjelasan Kades Soal Pembatas Jembatan di Bululawang Malang Dibongkar agar Truk Sound Bisa Lewat

Subari mengungkapkan, setelah api berhasil dipadamkan. Truk pengangkut soundsystem tersebut kembali melanjutkan karnaval hingga di garis finish.

"Jadi tetap jalan mobilnya, soalnya saat terbakar truk itu sudah melewati garis start. Jadi ya harus tetap jalan sampai finish. Tapi ya itu soundnya mati tidak bersuara saat perjalanan karnaval," jelasnya.

Simak berita selengkapnya

2. Tak Terima Ditegur Pakai Knalpot Brong, Pria di Malang Bacok Warga, Korban Dibawa ke RS: Luka 10 Cm

Lokasi aksi pembacokan yang terjadi di Jalan Muharto Gang 5 RT 1 RW 6 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Lokasi aksi pembacokan yang terjadi di Jalan Muharto Gang 5 RT 1 RW 6 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. (TribunJatim.com/ Kukuh Kurniawan)

Aksi pembacokan terjadi di Jalan Muharto Gang 5 RT 1 RW 6 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, kejadian itu terjadi pada Sabtu (9/9/2023) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB

Akibat kejadian tersebut, seorang remaja berinisial SS (16) menjadi korban dan mengalami luka parah terkena sabetan celurit pelaku.

Seorang saksi mata, Muhammad Lukman (20) mengatakan, ketika itu ia baru saja datang ke lokasi.

Bermaksud untuk membantu para warga yang sedang sibuk mempersiapkan karnaval.

"Pada saat saya datang, para pelaku ini juga datang. Pelaku berjumlah lima orang, naik dua sepeda motor yaitu Honda Beat warna putih dan Suzuki Satria FU," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (10/9/2023).

Kemudian, salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan mengeluarkan senjata tajam (sajam) celurit dari balik pakaiannya.

"Dari lima, yang membawa sajam hanya satu orang. Lalu, pelaku ini langsung menodongkan celuritnya ke saya sambil bilang 'yang mana anaknya ayo lek ate bacokan' (yang mana anaknya ayo kalau mau bacokan). Saya langsung bilang, 'ada apa ini kok ramai-ramai," jelasnya.

Karena takut, ia pun segera berlari kabur mengikuti warga lainnya yang masuk ke dalam area permukiman.

"Ketika saya lari, diikuti oleh korban dan pelaku. Ternyata, korban ini sudah berdarah di bagian tangannya, kena sabet di depan Balai RW. Kemudian, saya dan korban ditolong masuk ke dalam rumah oleh warga," tambahnya.

Baca juga: Dapat Bisikan Gaib Harus Membunuh Jika Ingin Kaya, Warga di Lamongan Bacok Adik Ipar: Bosan Miskin

Pelaku yang diduga juga dalam pengaruh miras, berhenti melakukan pengejaran lalu keluar area permukiman sambil meneriakkan kalimat 'ayo metuo' (ayo keluar). Tidak lama kemudian, pelaku pun meninggalkan lokasi.

"Karena kondisi korban sangat parah, saya bawa ke RS Panti Nirmala terus dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA). Saat ini, kondisi korban masih dalam perawatan di RSSA dan sudah menjalani operasi atas lukanya tersebut,"

"Korban mengalami luka sabetan celurit pada bagian tangan kanannya. Lukanya cukup panjang, sekitar 10 sentimeter dan lukanya juga cukup dalam," ungkapnya.

Dirinya mengaku, tidak tahu penyebab pelaku datang dan langsung melakukan pembacokan secara membabi buta tersebut. Namun diduga kuat, karena sakit hati ditegur memakai knalpot brong.

"Info yang saya peroleh dari teman saya, sebelumnya pelaku ini lewat naik Suzuki Satria FU berknalpot brong sambil mengebut. Lalu, ditegur dengan mengatakan 'balap'," terangnya.

Teguran itu pun didengar pelaku. Kemudian, pelaku pun keluar dari Jalan Muharto Gang 5 dan kembali lagi sambil membawa sejumlah temannya.

"Keluarga korban sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota. Selain melakukan pembacokan, diduga pelaku juga mencuri dua HP milik warga," imbuhnya.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Laporannya langsung ke Polresta Malang Kota. Korbannya masih dibawah umur," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto mengaku belum mengetahui secara lengkap detail perkara tersebut.

"Kami masih mengecek laporannya dulu," tandasnya.

Kasus serupa juga terjadi di tempat lain, beberapa waktu lalu.

Sebuah peristiwa berdarah terjadi di Lamongan.

Bosan miskin, seorang warga bernama Mujiono (58) asal Desa Kacangan Kecamatan Modo Lamongan nekat membacok adik iparnya, karena mendapat perintah bisikan gaib.

Korban M. Romli (53) adalah adik ipar pelaku yang harus dibunuh, jika Mujiono ingin cepat kaya.

"Saya sudah bosan miskin," aku tersangka Mujiono kepada penyidik seusai menganiaya korban hingga mengalami luka parah, Minggu (20/8/2023).

Pelaku mengaku mendapat bisikan gaib, kalau ingin kaya, harus berani membunuh adik iparnya, M. Romli.

Bisikan gaib itu dipercayai pelaku dan pada Minggu (20/8/2023) sekitar pukul 04.45 WIB pelaku mendatangi korban yang sedang ada di rumah.

Berbekal parang di tangannya, pelaku langsung menghajar korban hingga mengalami beberapa luka bacok.

Korban mengalami luka di kepala, tangan kanan, paha kanan - kiri serta memar pada tangan kanan.

Puas melukai korban dan diyakini sudah meninggal, pelaku meninggalkan korban yang ternyata korban tidak sadarkan diri.

Nah, kebetulan pagi itu paman korban bernama Untung (55) pagi itu bertandang ke rumah korban. Saksi Untung kaget bukan kepalang karena mendapati korban bersimbah darah dan terdapat banyak luka di tubuhnya.

Saksi Untung bersama warga sekitar bergegas membawa korban ke RS Muhammadiyah Babat. Ternyata korban masih hidup dan bisa menceritakan apa yang sedang dialaminya.

Insiden berdarah itu kemudian dilaporkan oleh anggota keluarga korban, Septian Cahyo Lukito (33) ke Polsek Modo.

Pelaku mengerucut ke Mujiono yang tak lain kakak ipar korban. Dan ketika didesak oleh kepala dusun, pelaku mengakui perbuatannya.

Kepada kasun beralasan nekat untuk membunuh adik iparnya karena ada perintah gaib harus membunuh korban jika ingin kaya.

"Aku iki wis bosen kere (saya sudah bosan miskin) pak kasun. Perintahnya harus bunuh adik," aku Mujiono.

Ternyata pengakuan yang sama juga dilontarkan pada penyidik Polres Lamongan." Apapun pengakuan pelaku, itu sudah masuk tindak pidana. Untuk mengetahui kejiwaan pelaku, polisi akan melibatkan psikolog," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro saat dikonfirmasi SURYA, Senin (21/8/2023).

Kini tersangka sudah ditahan di sel tahanan Polres setelah menjalani pemeriksaan.

Kasus serupa juga terjadi di tempat lain, beberapa waktu lalu.

Seorang kades bernasib tragis saat memiliki niat baik.

Kades tersebut bernasib tragis karena kena bacok.

Padahal dia memberikan nasihat kepada warganya.

Nnahas nasib kepala desa Lonrong bernama Fahri Jalil ini.

Fahri Jalil harus meringkuk di rumah sakit usai dibacok oleh ODGJ saat memberikan nasihat untuk berobat.

Insiden diketahui terjadi di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dilansir dari TribunStyle, pelaku ODGJ adalah warganya sendiri bernama Ambo Tuo, Senin (14/8/2023).

Akibat peristiwa itu Fahri Jalil dilarikan ke RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba.

Di RSUD tersebut, Fahri Jalil menerima perawatan medis di unit Instalasi Gawat Darurat.

Korban mengalami sejumlah luka pada bagian telinga, kepala, dan punggung.

Fahri Jalil menyebut Ambo Tuo memiliki perilaku agresif terhadap orang lain.


Meskipun demikian, ini merupakan kali pertama ia melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka pada seseorang.

"Biasanya Ambo Tuo bersikap tunduk terhadap saya, namun terkadang bisa marah jika berurusan dengan orang lain," ungkapnya.

Simak berita selengkapnya

3. Niatnya Hindari Razia, Pengendara Motor di Surabaya Malah Timbulkan Malapetaka, Wartawan Jadi Korban

Polisi mengevakuasi dua korban ditabrak pengendara sepeda motor yang hindari razia, Minggu (10/9) dini hari
Polisi mengevakuasi dua korban ditabrak pengendara sepeda motor yang hindari razia, Minggu (10/9) dini hari (istimewa)

Seorang pengendara motor jadi sumber malapetaka saat hindari razia.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Polrestabes Surabaya ’panen’ tangkapan saat menggelar razia di Jalan Gubernur Suryo, Minggu dini hari (10/9/2023).

Sebanyak 25 kendaraan roda dua protolan ditahan. Giat tersebut dilakukan lantaran belakangan ramai balap liar.

Dalam razia itu ada insiden fatal.

Briptu Ruly anggota Satlantas Polrestabes Surabaya dan Saihul Hadi wartawan TV ditabrak seorang pengendara sepeda motor.

Sampai-sampai Saihul Hadi musti dirawat di RSUD dr Soetomo karena mengalami kaki sebelah kirinya mengalami cidera.

Si penabrak itu ialah Rafi (19) warga Rusunawa Gunungsari.

Kecelakaan itu bermula ketika dia mengendarai motor Suzuki Satria Biru W 2607 WR seperti enggan diberhentikan petugas.

Laju kendaraannya disetir meliuk-liuk.

Sampai pada akhirnya Ruly dan Hadi kena tabrak. Badan dua korban ini terpental ke aspal. Ruly hanya luka lecet-lecet, sedangkan kaki Hadi mengeluarkan banyak darah.

Parahnya, setelah Rafi menabrak dua korban bangun dari sepeda motor masih sempat tersenyum. Lalu bilang ingin kabur karena parno melihat polisi. Itu dikarenakan tidak membawa surat-surat kendaraan.

"Saya takut pak makannya berusaha menghindar," ucap pemuda itu.

Baca juga: Razia Uji Emisi di Surabaya, Tak Hiraukan Teguran Bisa Kena Tilang, Terdata Secara Online

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazzlurahman mengatakan, pengendara tersebut telah diamankan. Ternyata kesalahan pengendara lumayan banyak. Tidak memiliki SIM, berkendara dalam kondisi mabuk, dan kondisi sepeda motor protolan alias herex.

"Mengendarai kendaraan dalam keadaan pengaruh alkohol merupakan pelangaran berat karena menurunkan konsentrasi, sebagaimana diatur dalam Pasal 331 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ)," ucap Arif.

Kasus serupa juga terjadi di tempat lain, beberapa waktu lalu.

Enam remaja terjaring razia keamanan dan ketertiban masyarakat yang dilakukan oleh anggota Satsamapta Polrestabes Surabaya, Jumat (1/9/2023) dini hari. 

Patroli dilakukan dengan cara berkeliling di sejumlah titik ruas jalan yang dikategorikan rawan aksi kejahatan jalanan dan tawuran kelompok gangster remaja. 

Sekitar 24 personel dari unit Respatti, Raimas, Patmor, dan Patko dilibatkan dalam patroli yang dilakukan hampir setiap hari selama dini hari. 

Melalui komando langsung Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh Santoso, para personel Satsamapta Polrestabes Surabaya itu berkeliling sepanjang malam.

Mulai dari Mapolrestabes Surabaya, Pos Samapta Kebonrojo, Jalan Tunjungan, Jalan Kenari, Jalan Banyu Urip, Jalan Sukomanunggal, dan Jalan Tanjungsari. 

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widhi mengatakan, enam orang yang diamankan petugas itu, terjaring razia di dua lokasi. 

Lokasi pertama, empat orang remaja terjaring razia di Jalan Kenari. Mereka terpantau berkerumun dengan perangai dan gerak-gerik mencurigakan. 

Saat dilakukan pemeriksaan, ungkap AKP Haryoko Widhi, didapati adanya perkakas alat isap narkotika jenis sabu-sabu di dekat mereka. Yakni, dua pipet kaca, empat korek api, sebuah gunting, dan sedotan. 

"Anggota Satsamapta Polrestabes Surabaya menyerahkan mereka ke Polsek Genteng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Jumat (1/9/2023). 

Kemudian, saat petugas berkeliling di kawasan Jalan Tanjungsari, mendapati adanya dua orang mencurigakan.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata didapati adanya benda yang identik dengan aksi kejahatan pencurian motor, yakni kunci T. 

Selain mengamankan kedua remaja tersebut, petugas juga menyita barang bukti lain seperti sebuah motor sarana aksi, kunci T, dua STNK, dua unit ponsel, dan uang tunai sekitar Rp3,1 juta. 

"Selanjutnya kami serahkan ke piket Jatanras Polrestabes Surabaya guna diperiksa lebih lanjut," pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya, Iptu Harsya mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap keempat remaja tersebut. 

Sekaligus, melakukan pemeriksaan atau uji tes urine. Hasilnya, keempat remaja tersebut dinyatakan negatif penggunaan narkotika. 

Usut punya usut, keempat remaja itu, sempat mengonsumsi narkotika jenis sabu, beberapa hari sebelum terjaring razia. 

"Enggak bawa sabu. Mereka bawa sisa sedotan pipet kecil. Mereka masih di bawah umur. Pengakuannya habis mengonsumsi. Ternyata, saat kami dalami, mereka itu mengonsumsinya sudah sejak beberapa hari lalu. Hasil tes urine negatif," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.

Kepada penyidik Unit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya, mereka mengaku beberapa waktu lalu sempat membeli sabu secara patungan per orang Rp20 ribu.

Setelah uang terkumpul, mereka membeli ke seorang kenalan di sebuah warung kawasan Kecamatan Kenjeran. 

"Lalu kami coba kembangkan, ternyata beli di warung kawasan Kenjeran. Nomor ponsel gak ada. Ternyata mereka belinya, nunggu dulu lama, lalu didatangi orang untuk transaksi," katanya.

Mengingat usia mereka masih di bawah umur, dan hasil uji tes urine dinyatakan negatif, pihaknya memberlakukan sanksi pembinaan terhadap keempat remaja tersebut. Termasuk dengan melibatkan orangtua masing-masing. 

"Kami memanggil semua orang tuanya, kami minta buat surat pernyataan, agar tak mengulangi lagi. Tentu ini memberikan efek jera bagi mereka yang masih berusia di bawah umur," pungkasnya. 

Simak berita selengkapnya

4. BREAKING NEWS - TPA Randegan Kota Mojokerto Terbakar, Terus Muncul Titik Api

Petugas Damkar berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di lahan TPA Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (10/9/2023).
Petugas Damkar berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di lahan TPA Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (10/9/2023). (Istimewa/TribunJatim.com/DLH Kota Mojokerto)

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Randegan di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, terbakar.

Kebakaran tumpukan sampah di TPA Randegan terjadi selama tiga hari, yang hingga saat ini, Minggu (10/9/2023) belum padam.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan, telah terjadi kebakaran tumpukan sampah di lahan TPA Randegan, pada Jumat (8/9/2023) pukul 18.30 WIB.

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB. Namun Sabtu pagi muncul lagi dua titik api. Tetap kami waspadai agar tidak membesar," ucap Amin Wachid kepada Tribun Jatim Network, Minggu (10/9/2023).

Ia mengungkapkan, setelah proses pemadaman selesai, keesokannya kembali muncul titik api di lokasi TPA Randegan.

"Selanjutnya pada Sabtu malam muncul titik api baru di lokasi TPA Randegan," jelasnya.

Sebanyak delapan unit mobil Damkar Kota Mojokerto dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar TPA Randegan tersebut.

"Kami mengerahkan 8 mobil PMK untuk saat ini masih dalam proses pemadaman di lokasi kebakaran TPA Randegan," bebernya.

Baca juga: Overload, TPA Tlekung Kota Batu Dipastikan Tak Terima Sampah Lagi, Sampai Kapan?

Menurut Amin Wachid, dia memastikan, penyebab kebakaran di TPA Randegan diduga akibat cuaca ekstrem.

Dampak kebakaran menyebabkan asap mengepul yang mengarah ke permukiman masyarakat yang berada di sekitar TPA Randegan.

"Kebakaran Jumat pukul 18.30 sampai 22.30 WIB dan berhasil dipadamkan. Kemudian Sabtu muncul lagi titik api, kemungkinan penyebab kebakaran karena cuaca ekstrem," pungkasnya.

Baca juga: FATAL Dampak Kebakaran Gunung Bromo Imbas Flare, Fotografer Merugi Sampai Kodim Datangkan Helikopter

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Damkar Kota Mojokerto, Joko Suwarno mengatakan, petugas Damkar masih berupaya melakukan pemadaman di TPA Randegan.

Kepulan asap putih masih menyeruak dari tumpukan sampah.

"Kebakaran TPA Randegan belum padam, tiga hari ini," tandasnya.

Baca juga: Sound System Terbakar saat Karnaval di Jember, Rusak Disiram Air dan Pasir, Rugi Ratusan Juta

Simak berita selengkapnya

---

Berita Jatim dan Berita Viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved