Berita Kota Malang
Curhat Pedagang di Malang Ratapi Kios Sepi, Kalah Saing dari Live TikTok, Sehari Tak Ada yang Beli
Para pedagang pakaian di Pasar Besar Kota Malang merasakan sulitnya menjual dagangan mereka. Banyak konsumen yang beli barang melalui online.
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Para pedagang pakaian di Pasar Besar Kota Malang merasakan sulitnya menjual dagangan mereka. Banyak konsumen yang beli barang melalui online.
Hanifah, seorang pedagang pakaian di Pasar Besar Kota Malang mengatakan, tokonya jarang disinggahi saat ini.
Hanifah lebih banyak berdiam diri di tempatnya jualan. Ia hanya bisa menunggu pedagang datang. Tidak banyak aktivitas yang ia lakukan. Bahkan seharipun kadang pernah ada yang tidak terjual.
Ia menduga, sepinya pelanggan karena berubahnya karakter pembeli. Pembeli banyak menggunakan platform online untuk membeli barang. Salah satunya Live TikTok. Berbeda dengan kondisi terdahulu yang banyak beli langsung di lokasi.
"Shopee maupun Lazada tidak terlalu berpengaruh, masih ada pengunjung. Lalu setelah ada jualan lewat live TikTok mulai sepi," ungkapnya.
Kondisi sepinya pengunjung di Pasar Besar Kota Malang itu sempat dia unggah di media sosial.
Baca juga: Dulu Miskin Suka Main di Selokan, Anak Ini Sekarang Dokter dan YouTuber Sukses, 1x Live TikTok Rp 2M
Dia juga mengulas soal maraknya perdagangan melalui live Tiktok. Sontak unggahan itu viral dan mendapat beragam respon dari netizen.
Hanifah saat ditemui mengaku bahwa sepinya pengunjung di Pasar Besar Kota Malang saat ini mengakibatkan omzet penjualannya terjun tajam hingga lebih dari 60 persen.
Omzetnya saat ini di kisaran Rp 3 juta per hari dari penjualan baju grosir itu.
"Itu yang beli pelanggan pelanggan lama yang beli grosir. Kalau yang beli eceran sudah hampir tidak ada karena memang pasarnya sepi penjunjung. Padahal dulu saat ramai, saya pernah mencapai omzet sampai Rp 100 juta," ungkapnya.
Melihat kondisi pasar yang mulai sepi itu, Hanifah mengaku pernah mencoba melakukan penjualan melalui live di media sosial. Hanya saja, apa yang dia lakukan tak mampu mendatangkan pembeli.
Baca juga: Live TikTok Pertama Sudah Banjir Gift, Inara Rusli Dapat Rp1 Miliar: Astaga Banyak Banget Nih
Baca juga: Biar Tetap Untung, Begini Cara Pedagang Makanan di Ponorogo Ini Siasati Tingginya Harga Beras
Jamiludin pedagang baju grosir dan eceran yang juga mengeluhkan kondisi pasar yang mulai sepi pengunjung. Bahkan pelanggan grosirnya yang biasanya datang seminggu sekali kini datang 2 hingga 3 minggu sekali.
"Sekarang ada yang beli aja alhamdulillah, karena yang beli eceran juga sepi. Sehari rata rata yang beli eceran 5 pembeli. Tapi pernah sehari itu gak ada yang beli sama sekali. Saking sepinya, kadang di lorong-lorong lapak itu anak anak sampai main sepedaan atau bahkan sepakbola," ujarnya.
Padahal menurutnya, para pedagang sudah swadaya membenahi sendiri lantai hingga atap pasar yang rusak. Para pedagang melakukan itu agar pembeli mau datang ke Pasar Besar Kota Malang.
"Jadi dulu itu lantainya rusak parah, atap rusak. Kalau hujan ya banjir. Itu dibenahi semua sama pedagang biar pembeli mau datang," bebernya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pedagang-menunggu-pembeli-di-Pasar-Besar-Kota-Malang-Jawa-Timur-Rabu-1392023.jpg)