Berita Gresik
Distribusi Air Mati Seharian, Warga Gresik Terpaksa Beli Galon Isi Ulang untuk Mandi
Pantauan di lapangan, air mati sejak pagi hari. Ketersediaan air di rumah Saleh (30) mulai menipis. Hingga malam hari, air tak kunjung keluar
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Distribusi air Perumda Giri Tirta mampet, membuat warga kesulitan air. Seperti Perum Permata Suci (PPS) Manyar, mereka terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Pantauan di lapangan, air mati sejak pagi hari. Ketersediaan air di rumah Saleh (30) mulai menipis. Hingga malam hari, air tak kunjung keluar.
Warga pun mendatangi tempat isi ulang di wilayah PPS. Mereka membawa sejumlah galon air untuk kebutuhan air bersih. Rata-rata membawa lebih dari satu galon.
"Terpaksa beli 2 galon, buat mandi hari ini dan besok," kata Saleh, Senin (2/10/2023).
Dari pemberitahuan Perumda Giri Tirta saat ini sedang dilakukan perbaikan pipa HDPE diameter 560 mm akibat pekerjaan PLN di depan sebuah perusahaan yang ada di Jalan Raya Sukomulyo Manyar.
Baca juga: Kondisi Terkini Siswi SD di Gresik Dicolok Tusuk Pentol, Penglihatan Pulih, Hari ini ke Sekolah Baru
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pipa tersebut terkena Horisontal Direct Drilling (HDD) atau proses pengeboran bawah tanah untuk penanaman kabel.
Perbaikan berdampak pada menurunnya distribusi debit air di sebagian Kawasan perusahaan di Gresik, sejumlah pabrik yang berada di sepanjang jalan Raya Sukomulyo, kemudian wilayah Pongangan, sebagian GKB, Gresik Kota, Gubernur Suryo, Sindujoyo, KH Kholil dan sekitarnya.
"Sekarang lagi disimulasi pakai sumber lain," ucap Direktur Perumda Giri Tirta, Kurnia Suryandi.
Estimasi perbaikan diperkirakan paling lama selesai 3 x 24 jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Air-mati-di-salah-satu-rumah-warga-di-PPS-Gresik.jpg)