Berita Kota Batu
BPBD Gelar Apel Siaga Bencana Hadapi Musim Hujan di Kota Batu
BPBD Kota Batu akan menggelar Apel Siaga Darurat Bencana menghadapi musim hujan, Selasa (7/11/2023) sore di Tempat Wisata Selecta Kota Batu.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Bulan November ini diprediksi akan mulai memasuki musim penghujan.
Khusus di Kota Batu yang merupakan daerah dataran tinggi, saat musim hujan sering terjadi bencana alam, mulai dari tanah longsor, banjir, angin kencang hingga pohon tumbang.
Bahkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu tahun 2022 lalu, sepanjang tahun 2022 di Kota Batu terjadi sebanyak 203 kejadian bencana.
Terdiri dari 111 tanah longsor, 27 banjir, 23 cuaca ekstrem atau angin kencang, 16 pohon tumbang, 11 kebakaran bangunan, 5 bangunan roboh, 3 tanah ambles, 3 atap atau dinding roboh, 2 gerakan tanah, 1 kecelakaan dan 1 puting beliung.
Mayoritas bencana yang terjadi tahun lalu terjadi saat musim hujan, yakni bulan November.
Baca juga: Sindikat Mafia Tanah Kota Batu Diamankan Polda Jatim, Ada Pasutri dan Libatkan Oknum Pegawai BPN
Sebagai upaya persiapan jelang musim hujan, BPBD Kota Batu akan menggelar Apel Siaga Darurat Bencana menghadapi musim hujan, Selasa (7/11/2023) sore di Tempat Wisata Selecta Kota Batu.
“Apel ini nanti digelar untuk memujudkan kesiapsiagaan aparatur Pemerintah Kota Batu dalam hal ini dinas terkait, TNI, Polri, Dunia Usaha, Akademisi dan Masyarakat dalam mengantisipasi potensi ancaman bencana di musim penghujan,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Nugroho kepada Tribun Jatim Network, Selasa (7/11/2023).
Diharapkan dengan adanya apel siaga bencana ini akan tercipta koordinasi dan kolaborasi yang baik dari semua unsur di Kota Batu.
“Jadi tidak berjalan sendiri-sendiri. Semua saling berkoordinasi. Selain apel siaga nanti semua unsur akan mendisplay peralatan-peralatan yang dimiliki. Sehingga diketahui kesiapan peralatan yang ada,” jelasnya.
Baca juga: Kericuhan Festival Dewi Cemara di Sumenep: Grup Musik Saling Lempar Batu, Pengunjung Kocar-kacir
Lebih lanjut Gatot menghimbau masyarakat agar semakin hati-hati dan waspada dimanapun berada, khususnya ketika musim hujan karena bencana dan musibah dapat sewaktu-waktu terjadi.
“Kita tidak bisa membatasi kejadian bencana, karena bencana itu datangnya bisa dimana saja, kapan saja, tapi bagaimana kita Pentahelix bisa mengantispasi dan meminimalisir dampak dari bencana itu sendiri dengan meningkatkan kapasitas, baik manusia, ekonomi, lingkungan dan sarana prasana,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pohon-tumbang-timpa-warung-dan-rumah-akibat-angin-kencang.jpg)