Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pelawak Eko Londo Meninggal

Kisah Anak Soal Pengasuhan Eko Londo Pada Lima Anaknya, Tak Pernah Paksa Jadi Seniman: Egaliter

Selama ini, ayahanda selalu menerapkan prinsip egaliter kepada kelima anaknya. Eko Londo tak pernah memaksa anaknya untuk mengikuti keinginan orangtua

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Herlina Puspita Sari (35) anak ketiga Eko Untoro Kurniawan (66) alias Eko Londo, pelawak legendaris Surabaya jebolan Grup Lawak Legendaris Srimulat yang meninggal dunia setelah koma selama sebulan karena luka akibat kecelakaan lalu lintas, menceriakan sosok sang ayah dari segi perenting. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Herlina Puspita Sari (35) anak ketiga Eko Untoro Kurniawan (66) alias Eko Londo, pelawak legendaris Surabaya jebolan Grup Lawak Legendaris Srimulat yang meninggal dunia setelah koma selama sebulan karena luka akibat kecelakaan lalu lintas, menceriakan sosok sang ayah dari segi parenting. 

Selama ini, sang ayahanda selalu menerapkan prinsip egaliter kepada kelima anaknya. Eko Londo tidak pernah memaksa anaknya untuk mengikuti keinginan orangtua, dalam menentukan masa depan. 

Asalkan jalan yang dipilih tidak melanggar norma aturan sosial dan agama. Menurut Herlina, sang ayah selalu mendukung setiap rencana pendidikan dan masa depan yang dipilih oleh anaknya sendiri. 

Terbukti, nyatanya dari ke lima anaknya tidak ada yang mengikuti jejak dari Eko Londo menjadi seniman atau entertainer. 

Meski demikian, sang ayah tak pernah merisaukan hal tersebut. Pasalnya, jiwa berkesenian yang begitu konsisten ditekuni oleh sang ayah, sudah dipupuk sejak remaja. 

"Kalau papa, memang sudah hobi dan kesenangan terjun di dunia kesenian. Iya parentingnya egaliter, gak memaksa kami," ujarnya saat ditemui awak media di rumah duka. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelawak Surabaya Eko Londo Meninggal di RS, Sempat Koma Sebulan Akibat Kecelakaan

Namun, sang ayah selalu berpesan kepada para anak-anaknya untuk senantiasa bersikap baik dan ikhlas membantu kepada semua orang yang sedang mengalami kesusahan. 

Dan, lanjut Herlina, sang ayah akan selalu mendukung setiap pemenuhan hak dan kebutuhan anak-anaknya dari segi pendidikan. 

"Bapak punya 5 anak, tinggal 4. Satu meninggal dunia. Cucunya ada 12 orang. Pola asuh papa itu selalu menyayangi anak dan saudara satu sama lain, berpesan untuk selalu membantu menolong," jelasnya. 

Ceria, humoris, cekatan dan tak mudah mengeluh, menurut Herlina, menjadi sifat dan kepribadian sang ayah. 

Personalitas tersebut melekat pada sang ayah sejak dirinya kecil hingga kini dewasa dan telah memberikan tiga orang cucu. 

Sang ayah selalu menjadi 'center of attention' yang menyenangkan bagi keluarga ataupun para sahabat dan tetangga. 

"Papa itu ceria dan humoris tidak pernah mengeluh," katanya. 

Namun, dibalik personalitas tersebut, ada sebuah perhatian yang benar-benar akan selalu ia kenang sepeninggal sang ayah. 

Yakni sang ayah selalu perhatian dengan meluangkan waktu mengantarkan dirinya ke tempat bekerja, meskipun telah dewasa. 

Baca juga: Sosok Eko Londo Srimulat Pelawak Surabaya yang Meninggal Dunia, 1 Bulan Dirawat di RS, Gegar Otak

Selain itu, sang ayah juga terbilang rutin untuk membantu dirinya mengantar anaknya atau cucu ke sekolah atau tempat kegiatan ekstrakurikuler olahraga. 

"Beliau gak mau diam di rumah. Karena ngerasa badannya sakit semua katanya. Ya kebiasaan dari muda aktif terus," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, Eko Untoro Kurniawan (66) alias Eko Londo, pelawak legendaris Surabaya jebolan Grup Lawak Legendaris Srimulat meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama sebulan karena luka yang dialaminya akibat kecelakaan lalu lintas. 

Informasinya, Eko Londo meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (24/11/2023). Jenazah telah dibawa ke rumah duka Jalan Kembang Kuning Kulon 2 No 21 A, Pakis, Sawahan, Surabaya, sekitar pukul 11.25 WIB. 

Rencananya, jenazah Eko Londo akan disalatkan di Masjid Rahmat, sekitar pukul 15.00 WIB, atau setelah ibadah Salat Asar berjamaah. Kemudian, jenazah Eko Londo akan dikebumikan di TPU Kembang Kuning, Surabaya. 

Diberitakan sebelumnya, Eko Londo mengalami kecelakaan di Jalan dr Soetomo. Berdasarkan keterangan saksi, warga Kembang Kuning Kulon, Kecamatan Sawahan tersebut, tengah menaiki sepeda motornya yang berjenis matic bernopol L-6828-AXL, pada Kamis (26/10/2023). 

"Saksi melihat korban melaju dari arah timur ke barat, setibanya di Jalan dr Soetomo korban kehilangan kendali sepeda motornya," kata Kabid Darlog BPBD Surabaya, Buyung Hidayat , ketika dikonfirmasi melalui pesan.

Akibatnya, Eko Londo langsung terpental dari sepeda motor yang dikendarainya tersebut, hingga ke pedestrian.

Warga yang melihat hal itu langsung mendatanginya untuk memberikan pertolongan.

"Korban mendapatkan pengecekan dan penanangan di lokasi oleh rekan-rekan PMI (Palang Merah Indonesia). Korban menglami luka robek di muka atau pipi kanan dan lecet di bahu, kondisinya tidak sadar," jelasnya.

Kemudian, petugas membawa Eko Londo ke RSUD dr Soetomo agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seorang sahabat bernama Heri Suryono alias Cak Suro menjelaskan, Eko Londo mengalami tak sadarkan diri pasca kecelakaan.

"Sampai sekarang koma di ICU (RSUD dr Soetomo)," kata Cak Suro, dikutip dari Kompas.com.

Akibat kecelakaan tersebut, kata Cak Suro, satu tulang yang ada di leher bagian belakang Eko Londo mengalami kerusakan.

"Pas dibawa ke rumah sakit itu sudah enggak sadar. Saya tanya, katanya, tulang yang paling tinggi di leher dan nempel ke kepala itu ada dua tulang, ada satu rusak parah," jelasnya.

Cak Suro mengungkapkan, setelah mendapatkan perawatan, kondisi kesehatan Eko Londo sendiri sudah semakin stabil. Namun, temannya tersebut hingga kini belum sadarkan diri.

"Sekarang sudah dikasih selang (alat bantu pernafasan). Terus sekarang nafasnya juga sudah normal, tapi belum sadar, masih koma," ujar dia.

Cak Suro pun berharap masyarakat agar ikut membantu mendoakan kesembuhan sahabatnya tersebut. Sebab, Eko Londo merupakan pelawak yang memiliki ciri khas Surabaya yang kuat.

"Saya minta doa supaya Cak Eko Londo diberi kesadaran lagi, diberi kesembuhan. Ketika Cak Eko Londo ada masalah dengan kesehatan seperti ini, saya merasa kebingungan sekali," ucapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved