Berita Jatim
PLN Kolaborasi Mikrohidro Terangi Pemukiman Lereng Semeru
Tenaga Mikrohidro Sungai Potensial Penuhi Pasokan Listrik Warga di Sepanjang Lereng Semeru
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
Sepadan dengan itu, Luginem, ibu usia 55 tahun ini menerapkan jika siang menggunakan listrik dari mikrohidro. Sedangkan, apabila malam baru beralih ke listrik PLN.
Ada alasan mengapa dipakai bergantian. Listrik dari mikrohidro rentan padam apabila di sungai terdapat banyak sampah. Meski demikian, dengan menggunakan listrik bergantian bisa menjadi hemat.
"Satu bulan bayar Rp70 ribu sudah bisa digunakan untuk rice cooker, sanyo, tv, bahkan mesin cuci," terang Luginem.
Winarno, seorang pengusaha keripik salak mengaku banyak terbantu dengan adanya dua sumber listrik PLN dan hidromikro ciptaan Sucipto. Di tempat produksinya ada 5 mesin penggorengan alias vacum frying. Setiap Senin-Sabtu lima mesin itu menyala sejak pukul 9.00-19.00 WIB.
"Tidak khawatir bila salah satu ada yang padam. Kami tetap produksi," ujar Winarno.
Sucipto tampak senyum-senyum kala mendengar apa yang dirasakan dua tetangganya itu. Laki-laki yang sudah menginjak usia 55 tahun dan telah memiliki 3 cucu ini mengatakan, sebenarnya sungai-sungai kecil di Kabupaten Lumajang sangat potensial untuk dimanfaatkan menjadi mikrohidro. Dia punya angan-angan seandainya pemerintah menangkap potensi tersebut mungkin Kabupaten Lumajang juga bisa dikenal dengan kota listrik.
"Ada sebuah pepatah di negara Swedia yang saya pegang sampai sekarang. Jangan sampai menyia-nyiakan setetes air mengalir begitu saja ke laut," kelakarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/listrik-dari-mikrohidro.jpg)