Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Mojokerto

Umat Kristen Ortodoks Mojokerto Rayakan Natal Hari Ini, Gunakan Sistem Penanggalan Julian

Umat Kristen Ortodoks Mojokerto Rayakan Natal Hari Ini, Gunakan Sistem Penanggalan Julian

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Mohammad Romadoni
Umat Kristen Ortodoks Kapel Demetrios Mojokerto saat menjalankan ibadah malam Natal, Sabtu, (6/1/2024). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk umat Kristen merayakan Natal.

Seperti umat Kristen Ortodoks di Mojokerto yang baru merayakan malam natal di 6 Januari dan puncaknya pada 7 Januari 2024.

Bagi penganut Kristen Ortodoks, perayaan Natal itu lebih lambat 13 hari yang pada umumnya 25 Desember setiap tahun. 

Imam Ortodoks Kapel Demetrios Mojokerto, Fr.Romo Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono mengatakan Natal tahun ini bahwa sebagai umat manusia sudah seharusnya untuk hidup harmonis dan berdampingan satu sama lain, sehingga dapat saling bermanfaat.

“Perbedaan bukanlah satu hal yang untuk saling diperbenturkan satu sama lain. Namun justru bagaimana bisa saling membangun,” ucap Yohanes. 

Baca juga: Natal dan Tahun Baru Aman, Kapolres Nganjuk Apresiasi Semua Pihak Terlibat Pengamanan

Ia mengungkapkan umat Kristen Ortodoks menggunakan sistem penanggalan kalender Julian sehingga lebih lambat 13 hari dari kalender Gregorian.  

“Karena gereja ini menggunakan kalender lama yaitu kalender Julianus, maka ada perbedaan 13 hari," jelasnya.

Eksistensi Kristen Ortodoks diterima dan diakui oleh Pemerintah Indonesia. Namun umat Kristen Ortodoks sedikit, misalnya di Kapel Demetrios Mojokerto yang tak lebih dari 100 orang.

Umat Kristen Ortodoks juga menjalankan puasa saat menjelang Natal. 

Puasa itu dilakukan sejak 40 hari sebelum hari Natal untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya Juruselamat.

Untuk umat wanita dalam Kristen Ortodoks juga diwajibkan untuk menggunakan kerudung atau Mantila untuk menutupi kepala dan rambut setiap kali akan beribadah. 

Dalam peribadahan umat Kristen Ortodoks tidak menggunakan alat musik sepanjang prosesi.

Para umat, pria maupun wanita mendaraskan pujian, doa secara bersama-sama dan sesekali umat mengucapkan kata “Amin"setiap imam selesai doa.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved