Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Nasib Pria Dibunuh Pacar Sesama Jenis Karena Kerap Ancam Sebar Video Pribadinya: Malu Keluarga

RO (32) warga Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang membunuh nyawa MA (34) menggunakan golok. RO dan MA merupakan tetangga.

Editor: Torik Aqua
KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI
Ilustrasi garis polisi - Pria sesama jenis dibunuh pasangannya akibat kerap diancam sebar video pribadi 

Sementara seorang pengantin pria di Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), batal menikah saat upacara pernikahan.

Diketahui pernikahan ini batal usai pengantin wanita bilang tidak mencintai calon suaminya.

Pendeta sampai angkat tangan akibat kejadian tersebut.

Hal itu karena keputusan dari pengantin wanita yang tidak mencintai calon suaminya.

Pernikahan dua mempelai di Gereja HKI Siparendean, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ini terpaksa batal, Kamis (30/11/2023).

Penyebabnya karena pengantin wanita saat acara pemberkatan, mengaku tidak mencintai calon suaminya, di hadapan pendeta.

Video saat calon mempelai menjawab pertanyaan pendeta tersebut diunggah di akun Facebook Fitra Dame Silitonga dan membuat kehebohan di depan pelaminan dan para tamu undangan.

Dalam video tersebut terlihat pihak keluarga histeris setelah ucapan pengantin wanita yang menyebut dirinya tak mencintai mempelai laki-laki.

Pengantin wanita tersebut mengatakan hal itu ketika ditanya Pendeta Binton Simanjuntak saat pemberkatan.

"Apakah kamu mencintai pasanganmu," tanya pendeta, dilansir dari Tribun Medan.

Wanita tersebut menjawab pertanyaan tersebut dengan kata tidak.

Pendeta tiga kali menanyakan pertanyaan itu, namun jawaban pengantin wanita tetap sama, bahwa tidak mencintai calon suaminya.

Menurut pengunggah, ia menyebut bahwa kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di Kecamatan Sipahutar.

"On pe adong na masa di sipahutar on songonon (Baru kali ini ada kejadian seperti ini di Sipahutar)."

"Bubar pemberkatan di saat pendeta bertanya pada pengantin perempuan apakah engkau mencintai pasanganmu?"

"Si pengantin perempuan menjawab tidak," tulisnya.

Akibat pengakuan pengantin wanita tersebut, keduanya akhirnya gagal menikah.

Pendeta yang memimpin acara pemberkatan pernikahan kedua pengantin, HKI Pendeta Binton Simanjuntak, menjelaskan duduk perkara kejadian tersebut.

Ia meyakini, pernikahan bersifat sakral, sehingga memilih tak mau melanjutkan pemberkatan tersebut.

"Saya sebagai pendeta tidak berani melanjutkan pemberkatan pernikahan," ujar Pendeta Binton Simanjuntak, Jumat (1/12/2023).

Selanjutnya ia menjelaskan secara detail alasan pembatalan pemberkatan pernikahan tersebut.

Tiga kali ditanya, mempelai perempuan tetap menjawab, dirinya tak mencintai mempelai laki-laki tersebut.

"Alasannya sudah pasti bahwa perempuan itu tidak mencintai laki-lakinya dan tidak ada unsur yang lain," ungkapnya.

"Pertanyaan pendeta begitu jelas, saya bertanya sampai tiga kali."

"Apakah engkau mencintai dan menyayangi calon suamimu? Tidak. Sampai tiga kali," tuturnya.

Selain itu Pendeta Binton juga menyampaikan perihal perkenalan kedua mempelai yang masih seumur jagung.

Bahkan hal itu ia tanyakan juga kepada mempelai saat acara pernikahan di dalam gereja.

Mempelai laki-laki mengakui dirinya berteman dengan mempelai perempuan masih tiga bulan.

"Baru yang kedua, terkait informasi yang kita dapat bahwa perempuan dan laki-laki ini hanya pertemuan melalui katakanlah perjodohan hanya tiga bulan," sambungnya.

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved