Banjir Luapan Bengawan Solo Bojonegoro

Bojonegoro Bebas Banjir Luapan Bengawan Solo, Terhitung Sudah 4 Hari Kini Surut Total

Banjir luapan Bengawan Solo di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro sejak Minggu (10/3/2024) lalu, sudah surut seluruhnya

Penulis: Yusab Alfa Ziqin | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
Kondisi jalan poros di Desa Kedungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Desa yang terakhir kebanjiran. 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Banjir luapan Bengawan Solo di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro sejak Minggu (10/3/2024) lalu, sudah surut seluruhnya pada Kamis (14/3/2024) hari ini.

Hal itu diutarakan Kepala Pelaksana BOBD Bojonegoro Laela Nor Aeny.

Dia menyebut, saat ini Kabupaten Bojonegoro sudah terbebas banjir imbas luapan Bengawan Solo.

“Banjir (luapan Bengawan Solo, red) sudah surut semua," ujarnya kepada awak media, Kamis (14/3/2024) siang.

Terakhir atau pada Rabu (13/3/2024) kemarin, kata Ani sapaannya, banjir luapan Bengawan Solo terjadi di Kecamatan Baureno dan Kanor. Dua kecamatan di timur Kabupaten Bojonegoro.

"Dua kecamatan itu berada di hilir Bengawan Solo Bojonegoro. Berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Tuban," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Kedungrejo, Kecamatan Baureno Slamet Riyanto mengatakan hal serupa. Desa Kedungrejo yang dipimpinnya, tambah dia, mengalami banjir yang awet.

“Banjir luapan Bengawan Solo awal Maret 2024 ini tergolong cukup lama. Biasanya 3 hari sudah surut, ini sampai empat hari,” ujar Riyanto sapaannya.

Sebagaimana diketahui, Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro meluap Minggu (10/3/2024). 42 desa di 11 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro dekat Bengawan Solo, kebanjiran.

Baca juga: Dampak Banjir di Semarang, 3 Kereta Api dari Stasiun Pasar Turi Surabaya Batal Berangkat

Ratusan hektare lahan pertanian dan ratusan unit rumah warga di 42 desa 11 kecamatan itu terdampak banjir. Untuk korban jiwa dalam bencana ini, ada satu orang.

Satu korban jiwa ini masih bocah berusia lima tahun. Berinisial WFA, tinggal di Dusun Dondong, Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

WFA ditemukan meninggal dunia oleh kakeknya akibat tenggelam di pekarangan rumahnya yang saat itu sedang kebanjiran, terdampak luapan Bengawan Solo.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved