Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ramadan 2024

Hukum Mencicipi Masakan Jelang Buka, Termasuk Hal-hal yang Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Begini hukum mencicipi makanan saat puasa. Bisa dilakukan ibu-ibu. Apakah membatalkan puasa?

Editor: Hefty Suud
freepik.com/odua
Ilustrasi hukum mencicipi makanan saat puasa di bulan Ramadan. Apakah membatalkan ibadah puasa? 

TRIBUNJATIM.COM -  Inilah hukum mencicipi makanan saat puasa

Hal ini biasanya dilakukan ibu-ibu jelang waktu buka puasa

Mencicipi masakan sebenarnya adalah hal yang biasa dilakukan. 

Namun jika ini dilakukan saat sedang melaksanakan ibadah puasa, apakah membuat puasanya batal? 

Berikut hukum mencicipi makanan saat puasa di bulan Ramadan

Dr M Rahmawan Arifin, akademisi IAIN Surakarta menjelaskan, bahwa tujuan utama menjalankan ibadah puasa adalah untuk meningkatkan ketaqwaan.

Oleh sebab itu, sebagai umat muslim harus diketahui bahwa semua perbuatan bisa dilihat dari niat seseorang yang melakukan perbuatannya.

Secara prinsip, yang membatalkan puasa adalah masuknya minuman atau barang kedalam lubang seperti mulut, hidung atau telinga.

Dijelaskannya, ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa mencicipi masakan tidak membatalkan puasa selama tidak masuk ke kerongkongan.

“Tidak mengapa mencicipi cuka atau makanan lainnya selama tidak masuk ke kerongkongan.” (HR Bukhari)

Baca juga: Hukum Suami Kerja Tapi Tidak Salat Tarawih, Mengurangi Pahala Ibadah Puasa? Berikut Penjelasannya

Baca juga: Hukum Cium Istri atau Suami saat Puasa, Benarkah Bikin Batal? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Dalam konteks tersebut dijelaskan bahwasanya mencicipi atau menghirup aroma makanan tidak membatalkan puasa.

Namun, dalam mencicipi masakan tersebut haruslah benar-benar didasarkan atas kebutuhan untuk menjamin kualitas makanan atau masakan.

"Kita harus kembali pada niat yang awal, bahwasanya selama mencium atau mencicipi makanan didasarkan kebutuhkan kita untuk memastikan makanan kita lezat," kata Rahmawan dalam program Tanya Ustaz Tribunnews.com.

"Makanan kita sesuai dengan standar, tidak terlalu asin tidak telalu manis, dan memang layak untuk disajakan untuk buka puasa, maka diperbolehkan selama memang tidak ada niat apapun untuk membatalakan puasa" terangnya.

Rahmawan menambahkan, Allah telah memberikan hal-hal yang sangat mudah dalam beragama.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved