Berita Madura

Bangkalan Madura Diterjang Cuaca Panas, Tanaman Padi Milik Petani Terancam Layu

Masa tanam kedua untuk komoditas padi di Kabupaten Bangkalan, dihantui terjangan terik sinar matahari selama sepekan terakhir ini.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Ahmad Faisol
Terik sinar matahari dalam sepekan terakhir menghantui masa tanam kedua untuk komoditas padi di lahan-lahan pertanian di Kabupaten Bangkalan. Dinas Pertanian setempat memastikan kondisi tanaman padi saat masih aman, namun tidak demikian apabila cuaca panas terus berlangsung hingga sepuluh hari ke depan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Masa tanam kedua untuk komoditas padi di Kabupaten Bangkalan, dihantui terjangan terik sinar matahari selama sepekan terakhir ini.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan setempat memastikan kondisi tanaman padi saat masih aman, namun tidak demikian apabila cuaca panas terus berlangsung hingga sepuluh hari ke depan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Abu Said mengungkapkan, kondisi tidak ada curah hujan serta cuaca panas dalam seminggu terakhir ini masih belum berdampak terhadap tanaman padi.

“Karena pada sebagian wilayah kecamatan masih ada yang tanam padi karena kandungan air masih ada, dampaknya masih belum kelihatan. Mungkin sepuluh hari ke depan dampaknya akan terlihat, tanaman padi yang ditanam di lahan tadah hujan akan menjadi layu,” ungkap Abu kepada Tribun Jatim Network, Selasa (7/5/2024).

Pantauan pada laman BMKG pukul 12.41 WIB, informasi atas cuaca panas di Bangkalan siang itu mencapai angka 33 derajat dan pada pukul 16.40 WIB menurun di angka 30 derajat dengan tingkat kelembaban mencapai 65 persen.

Sebagai langkah antisipasi dini musim kekeringan, pihak Dinas Pertanian Bangkalan secara intensif berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat. Hasilnya, dalam waktu dekat akan ada droping bantuan pompa untuk mengangkat air sungai ke lahan-lahan pertanian.

Baca juga: Sampang Madura Diprediksi Masuki Musim Kemarau Pada Mei 2024, Berikut Penjelasan BMKG

“Mungkin dalam waktu dekat akan ada bantuan sarana pompa air, upaya pompanisasi air dari sungai yang direncanakan Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Bangkalan.  Kami juga mengupayakan pengeboran air tanah dangkal, meski masih sebatas konsep namun semoga terealisasi dalam waktu dekat,” jelas Abu.

Selain tanaman padi, lanjutnya, tanaman jagung yang juga menjadi komoditas unggulan Kabupaten Bangkalan akan terancam dengan kondisi terik akibat cuaca panas. Kecuali kedelai yang sentranya berlokasi di Galis, Blega, dan Modung memang membutuhkan lahan kering.

Abu menambahkan, pihaknya memprediksi curah hujan masih berpotensi turun membasahi lahan pertanian di Bangkalan pada bulan ini. Pasalnya hingga hari ini, masih ada kegiatan tanam kedua oleh sejumlah petani di beberapa kecamatan.

“Meski masih dini namun kami tetap mengimbau kepada para petani tetap waspada, sambil menunggu sinergi dengan Pemerintah Pusat soal pompanisasi semisal nanti terjadi kekeringan di awal,” pungkas Abu

Baca juga: Banjir di Sejumlah Kawasan Surabaya di Awal Musim Kemarau, Wali Kota Eri Evaluasi Pengerjaan Saluran

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved