Berita Malang
Tim Esport Woman UMM Sukses Ukir Prestasi, Buka Peluang Rintis Karir Pro Player
Tim E-sport Woman Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mengukir prestasi dengan menyabet juara tiga kompetisi Mobile Legend
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG- Tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) E-sport Woman Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mengukir prestasi dengan menyabet juara tiga kompetisi Mobile Legend pada ajang yang dilaksanakan pada awal Mei ini.
Kegiatan itu diadakan oleh Akademi Esports Garudaku. Menurut Alifia Kuntum, ketua tim woman esport UMM tidak menyangka akan menyabet juara ketiga.
"Jujur kami merasa senang karena UMM banyak membantu. Baik dari segi akomodasi, wifi yang kencan, hingga mendatangkan mentor profesional untuk memperkaya skill dan pengetahuan,” kata mahasiswa ekonomi pembangunan tersebut, Minggu (19/5/2024).
Menurutnya, tim UMM tidak banyak menyiapkan strategi. Namun hanya menggunakan pakem yang ada dan saling bekerjasama.
Dukungan keluarga, teman dan kampus membuat mereka semakin bekerja keras untuk menang.
UKM E-Sport sudah ada sejak lama di UMM. Namun pembentukan tim perempuan E-Sport Woman baru dilakukan dua bulan lalu.
Karena itu tim ini harus berlatih mati-matian untuk menyelaraskan strategi dan mendapatkan chemistry yang bagus.
Baca juga: Pro Player Butuh Psikolog, Fakultas Psikologi UMM Rintis Laboratorium E-Sport
Mereka juga melakukan latihan tanding dengan tim lain dan menerima materi dari pelatih yang didatangkan langsung dari Akademi Esports Garudaku.
“Dari situ kami belajar bagaimana gameplay permainan yang baik, membangun kedekatan dengan anggota tim, strategi bermain, dan pemilihan hero yang sesuai,” tambah dalam rilis humas UMM.
Keahlian Alifia dalam bermain game didapatkan sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, hobinya di dunia game membuatnya termotivasi untuk ikut kejuaraan e-sport. Namun, motivasinya seringkali jadi bahan cemoohan dari tetangga bahwa wanita tak seharusnya bermain game.
"Awalnya sakit menerima omongan itu. Namun dari situ saya ingin membuktikan bahwa wanita juga berhak menentukan impian yang dia inginkan. Termasuk berprestasi melalui jalur e-sport dan merintis karir jadi pro player," terusnya.
Ia dan timnya berkomitmen untuk mengikuti ajang perlombaan bergengsi lainnya. Tentu dengan persiapan yang lebih matang dan strategi yang memperbesar persentase kemenangan.
"Ini menjadi bukti awal bahwa perempuan jug bisa main game secara profesional serta mendapatkan juara. Lewat prestasi ini, kami juga ingin mendorong mahasiswa lain untuk memupuk potensi yang ada. Jangan hanya disimpan, tapi dimaksimalkan hingga mendapatkan prestasi,” pungkasnya
Baca juga: Wujudkan Ekskul Esports di Sekolah Pedesaan, Moonton Cares Bersama Hope Cup Gandeng Akademi Garudaku
| JPU Tolak Eksepsi Selebgram Isa Zega Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik |
|
|---|
| Ditinggal Bikin Pentol, Pedagang Bakso di Malang Syok Burung Murai Harga Jutaan Raib Digondol Maling |
|
|---|
| Amankan Perayaan Imlek di Kelenteng Eng An Kiong, Polresta Malang Kota Terjunkan Puluhan Personel |
|
|---|
| Nostalgia Nikmati Jajanan Sekolah di Festival Najaj Halokes Kampung Sekabrom Kayutangan Malang |
|
|---|
| Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek 2025, Ribuan Tiket Kereta di Stasiun Malang Ludes Terjual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tim-UKM-E-sport-Woman-Universitas-Muhammadiyah-Malang.jpg)