Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Selain Vina, Kasus Pembunuhan Noven 5 Tahun Belum Terungkap, Meski Pelaku Terekam CCTV

5 tahun berlalu, tapi pembunuh Noven belum tertangkap. Polisi mengantongi rekaman CCTV yang menangkap sosok pelaku.

Editor: Olga Mardianita
Kompas.com/Ramdhan Triyadi dan TribunnewsBogor.com
Tak hanya Vina, pembunuh Noven, siswi SMK di Bogor, juga belum tertangkap kendati 5 tahun berlalu. Padahal, sosok pelaku terekam kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara. 

TRIBUNJATIM.COM - Sama seperti Vina, pembunuh Noven belum terungkap meski 5 tahun berlalu.

Bedanya, tampang pelaku tertangkap kamera pengawas alias CCTV.

Polisi lantas mengungkap kendala kasus pembunuhan ini.

Untuk diketahui sebelumnya, Noven merupakan siswa SMK di Bogor yang menjadi korban penusukan, Selasa (18/1/2019).

Saat itu, gadis berusia 18 tahun ini hendak pulang ke indekos setelah bersekolah.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Sugiati Ikhlas Rumah Dirobohkan Anak - Harga Kambing & Sapi Jelang Idul Adha 2024

Empat tahun berlalu, kasus korban pembunuhan Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) masih menjai misteri.

Tak hanya itu, pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk Noven juga tertinggal di TKP.

Namun nyatanya hal tersebut tak membuat pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku.

Diketahui Noven tewas usai ditusuk pria berbaju bola di lorong Masjid Raya, Jalan Riau, Bogor Timur, Kota Bogor, pada (8/1/2019) silam.

Noven merupakan siswi kelas XIII di SMK Baranangsiang, Kota Bogor.

Usai pulang sekolah saat berjalan ke kos sekitar pukul 15.15 WIB Noven ditusuk pria berbaju Inter Milan.

Aksi kejahatan pelaku sebenarnya terekam CCTV.

Dalam rekaman, tampak pelaku memakai jersey Inter Milan dipadu celana panjang warna gelap.

Polisi kini memeriksa lima orang yang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan sosok pelaku di rekaman CCTV.

“Kami periksa ada lima kandidat yang sedang kami kerucutkan,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara kepada Kompas.com, Selasa (21/5/2024).

Meski sudah mengantongi beberapa nama terduga pelaku, Luthfi belum bisa memastikan apakah satu dari lima orang yang diperiksa merupakan pembunuh Noven atau bukan.

Hal ini mengingat minimnya bukti yang dikantongi penyidik.

Baca juga: Mirip Kasus Vina Cirebon, Makam Pemuda di Ponorogo Dibongkar, Berawal dari Desas-Desus Warga

Petugas kepolisian sedang memasang garis polisi di lokasi penusukan seorang siswi SMK, di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019).
Petugas kepolisian sedang memasang garis polisi di lokasi penusukan seorang siswi SMK, di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019). ((KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah))

Guna mempercepat penetapan tersangka, pihak kepolisian juga tengah menggali informasi mengenai keberadaan masing-masing terduga pelaku ketika peristiwa penusukan terjadi.

“Kami akan cari tahu posisi para terduga pelaku ini berada di mana pada tanggal tersebut ,” kata Luthfi.

Dikatakan Luthfi, sejumlah ahli akan dilibatkan untuk membantu polisi mengungkap pelaku pembunuhan Noven.

Menurutnya, keterangan ahli diperlukan untuk menambah keyakinan pihak kepolisian.

Misalnya, dalam rekaman CCTV, terduga pelaku diketahui memiliki ciri khas pada cara berjalan dan memegang dagu.

Keterangan dari ahli gestur tubuh diharapkan dapat membantu kepolisian untuk mencari pelaku pembunuhan.

“Kami akan melakukan pembuktian secara saintifik, berkoordinasi dengan beberapa ahli atau pakar, pertama ahli psikologi forensik, dikuatkan ahli kriminolog, terakhir ada ahli gestur tubuh,” ujarnya.

Luthfi mengakui, pihaknya menemui banyak kendala untuk mengungkap siapa dalang pembunuhan Noven.

Seperti, sulitnya mengidentifikasi wajah dan identitas pelaku.

“Kami masih belum busa memberikan data yang jelas karena CCTV yang diberikan masih buram. Kedua, terduga pelaku dalam kejadian masih di bawah umur, belum melakukan rekam e-KTP, sehingga menambah hambatan penyelidikan yang kita lakukan,” kata Luthfi.

Kendati sudah lima tahun berlalu, Luthfi mengaku bakal menyelesaikan penyelidikan kasus ini sampai tuntas, hingga pelaku ditangkap.

"Tidak ada kejahatan yang sempurna dan kami buktikan bahwa kami bisa mengungkap peristiwa ini,” ujar dia.

Di tempat terpisah, pengacara saksi kunci kasus Noven, Greggorius B Djako, mengomentari kendala yang dialami polisi.

Baca juga: 2 Pria Misterius Datangi Keluarga Vina Sebelum Film Tayang, Tiga Pembunuh Masih Buron, Cari Keadilan

Menurut Gregg, semestinya CCTV bukan kendala bagi polisi menangkap pelaku.

Pasalnya, polisi memiliki berbagai teknologi untuk mengulas lebih dalam tentang CCTV kasus Noven.

"Harusnya CCTV tidak menjadi kendala, polisi punya segala teknologi, kasus yang lebih sulit tanpa petunjuk apapun kadang polisi bisa mengungkapnya," kata Gregg saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

"Jarak CCTV ke lokasi terakhir pelaku berdiri hanya sekitar 5 meter.

Jadi harusnya tidak menjadi kendala," tambahnya.

Sejumlah masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), di sebuah gang di Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor, Senin (15/4/2019).
Sejumlah masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), di sebuah gang di Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor, Senin (15/4/2019). (KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Ia mengatakan polisi mestinya bisa menggunakan metode Crime Science Investigation (CSI) dalam mengungkap kasus Noven Bogor.

"Harusnya kasus lebih mudah diungkap dengan mengedepankan berbagai disiplin ilmu pengetahuan guna mengungkap suatu kasus yang terjadi," katanya.

Terlebih dalam kasus Noven juga pelaku meninggalkan barang bukti senjata tajam yang digunakan membunuh korban.

"Belum lagi sidik jari di senjata yang ditinggalkan harusnya bisa menjadi petunjuk lain selain CCTV," katanya.

Dari CCTV tersebut, Gregg mengatakan pihaknya dan keluarga sama sekali tidak mengenal pelaku.

"Keluarga tidak kenal teman sekolah Noven," kata Gregg.

Kini muncul isu pelaku adalah anak dari seseorang yang punya kuasa hingga bisa mengintervensi penyelidikan polisi.

Baca juga: 4 Kejanggalan Tuntutan Kasus Vina Cirebon, Pengacara Para Terpidana Harap Penyelidikan Ulang

"Saya tidak melihat kesana.

Tp kalo memang ada arah kesana hebat betul pelaku ini dan Noven ini siapa harus kemudian didalami," katanya.

Ayah Noven, Johannes bahkan menyebut saat ini tinggal menunggu keberanian polisi untuk menangkap pelaku.

"Harapannya sih polisi betul-betul berani dia untuk mengungkap kasus anak saya ini (Noven).

Karena menurut saya ini kasus tinggal nunggu keberanian polisi saja," katanya.

----

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan TribunJateng.com

Berita Jatim dan berita viral lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved