Berita Jatim

Diskop UKM Jatim Bersama Agatha Retnosari Gelar Workshop, Dorong Pelaku UMKM Go Digital

Diskop UKM Jatim bersama anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari menggelar workshop di Surabaya, dorong pelaku UMKM untuk go digital.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Yusron Naufal
Workshop Sinergitas Penguatan Usaha KUKM yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, yang juga dihadiri oleh anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari, di Hotel Movenpick Surabaya, Minggu (30/6/2024).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di era kekinian perlu mengembangkan sayap di dunia digital, supaya menjangkau lebih luas pasar potensial.

Pasalnya, perkembangan pesat teknologi informasi menjadi tantangan sekaligus peluang yang bisa dimanfaatkan optimal. 

Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Workshop Sinergitas Penguatan Usaha KUKM yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jawa Timur, yang digelar berkolaborasi dengan anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari, Minggu (30/6/2024). 

Berlangsung di Hotel Movenpick Surabaya, kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku industri kreatif yang mayoritas merupakan emak-emak Surabaya.

"Perubahan teknologi sekarang begitu cepat, mengharuskan UMKM untuk terus beradaptasi. Sehingga, penting untuk UMKM go digital," kata Agatha Retnosari di sela pelatihan. 

Agatha menyebut, hal ini penting.

Apalagi, pemerintah telah menargetkan pada tahun ini sebanyak 30 juta pelaku UMKM bisa go digital.

Saat ini baru ada 8 persen dari sekitar 59 juta yang sudah masuk ke dunia digital.

Kondisi inipun membuat Agatha mendorong agar pelaku UMKM bisa naik kelas. 

Termasuk para pelaku UMKM di Kota Surabaya.

Baca juga: Agatha Retnosari Gandeng Dinkopukm Jatim Gelar Pelatihan Fashion Lukis, Ajak UMKM Konveksi Tumbuh

Pentingnya pelaku UMKM mengoptimalkan dunia digital juga lantaran sistem online tidak mengenal batas wilayah dan dapat menekan biaya promosi, karena siapapun bisa mengakses media sosial.

Menurut Agatha, hal ini harus disadari betul sebagai sebuah peluang menjanjikan. 

Jika tidak dimanfaatkan, maka sektor digital hanya akan diisi oleh pelaku industri besar yang dalam beberapa tahun belakangan mulai merambah sistem online.

"Kenapa pelaku UMKM tidak melakukan hal yang sama. Paling tidak dengan membuat sosmed (media sosial) untuk promosi produk, saya yakin akan menambah omzet," jelas politisi PDI Perjuangan ini. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved