Berita Viral

Video Petugas Dishub Hapus Tulisan PARKIR GRATIS, Ahok Ternyata Pernah Komentari soal Jukir Liar

Tampak sebuah video menunjukkan seorang yang diduga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sedang menutupi tulisan 'Parkir Gratis' di sebuah minimarket.

Editor: Torik Aqua
Tangkapan layar dan Kompas.com
Seorang yang diduga petugas Dishub menghapus tulisan Parkir Gratis di sebuah minimarket 

TRIBUNJATIM.COM - Tampak sebuah video menunjukkan seorang yang diduga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sedang menutupi tulisan 'Parkir Gratis' di sebuah minimarket.

Imbas hal tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menyoroti parkir gratis.

Tak hanya itu aturan parkir gratis di Indomaret juga terungkap.

Video petugas Dishub yang menghapus menggunakan cat semprot warna putih itu kemudian viral.

Baca juga: Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum di Kota Batu Jauh dari Target, Pemkot Beri Pembinaan ke Jukir

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok buka-bukaan soal marak parkir liar di Jakarta.

Hal ini disampaikan Ahok lewat video yang diunggahnya di kanal Youtube pribadinya (Panggil Saya BTP).

Dalam unggahan tersebut, Ahok menceritakan pengalamannya menertibkan parkir liar saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada periode 2014-2017 silam.

Ahok bilang, menertibkan parkir liar di Jakarta bukan perkara mudah lantaran ada oknum pemerintah daerah (pemda) yang terlibat.

Oknum tersebut pun acap kali menolak terkait usulan menertibkan parkir liar tersebut.

“Parkir-parkiran seperti di Waduk Melati itu saya usul beberapa kali (untuk ditertibkan), tapi ada oknum di Pemda yang enggak mau,” ucapnya dikutip TribunJakarta.com, Sabtu (18/5/2024).

“Saya kira ada pembagian uang yang banyak sekali di parkir-parkir liar ini,” tambahnya menjelaskan.

Hal ini dikatakan Ahok bukan tanpa alasan, ia mengaku pernah secara langsung menemui para juru parkir liar tersebut.

Meski para juru parkir liar itu kerap disebut mendapat penghasilan yang fantastis dari hasil memungut bayaran dari para pengendara, namun nyatanya kehidupan mereka jauh dari kata mewah.

“Mereka enggak jadi kaya raya kok, tukang terima setorannya yang jadi kaya saya kira. Mereka mah miskin-miskin aja, biasa saja, pas-pasan hidupnya,” ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved