Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Nasib Anak Satpam 2 Kali Tak Lolos Tes, Kini Regina Jadi Taruni Peringkat 1 di Seleksi Akpol

 Nasib Regina Anugerahanni Rosari, anak satpam yang sempat dua kali gagal seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol), kini meraih ranking 1.

|
Editor: Torik Aqua
DOK. Humas Polri
2 kali gagal lolos, Regina Anugerahanni Rosari, anak satpam yang kini berhasil jadi rangking 1 se-Lampung di seleksi Akpol 

TRIBUNJATIM.COM - Nasib Regina Anugerahanni Rosari, anak satpam yang sempat dua kali gagal seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol), kini meraih ranking 1.

Meski sudah dua kali gagal seleksi, Regina tak putus asa dan kembali mencoba untuk menjadi Taruni.

Berkat hal itu, Regina akhirnya lolos tes Akpol.

Bahkan, ia menjadi satu-satunya Calon Taruni Akpol dari Lampung yang ikut seleksi tingkat pusat.

Baca juga: Nasib Calon Taruna yang Diduga Dicoret Demi Anak Kapolda Lolos Tes Akpol, Pakar Soroti Mabes Polri

Di tingkat Polda Lampung, Regina berhasil meraih ranking 1.

Sebelumnya berturut-turut, dia ikut tes tahun 2022 dan 2023, tetapi gagal.

Seleksi tahun ini, Regina berharap bisa lolos sebab merupakan tahun kesempatan terakhirnya mengikuti seleksi Akpol.

"Tahun pertama saya gugur di perankingan awal, ranking tiga. Tahun kedua, saya gugur di pantukhir (pemantauan akhir) daerah, ranking dua. Tahun ini Puji Tuhan, saya ranking satu. Karena Lampung, tiap tahun cuma ngirim taruninya (calon taruni) cuma satu,” kata Regina saat diwawancara usai CAT Akademik di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Kota Semarang, Minggu (14/7/2024), dilansir dari laman Humas Polri.

Regina berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya mantan satpam, kini bekerja swasta.

Ibunya sampai hari ini berdagang sembako.

Dia juga kerap berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan.

Melihat fenomena yang terjadi. hal itu yang menjadi pendorong Regina mengejar cita-cita untuk lolos jadi Taruni Akpol.

"Saya ingin mengabdi ke masyarakat, mereka yang membutuhkan uluran tangan secara langsung. Kehadiran sebagai penegak hukum dan selalu ada buat orang-orang kecil karena juga berasal dari orang-orang kecil," lanjutnya.

Regina merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Kakaknya masuk bintara Polri dan sudah berdinas dari tahun 2020 di Polres Tulang Bawang, Lampung.

Regina sejak kecil bersekolah di Lampung, mulai TK–SD di Fransiskus, SMP di Xaverius, hingga SMA kembali ke Fransiskus. Semuanya di Bandar Lampung.

"Swasta Katolik semua," sambung gadis kelahiran Bandar Lampung, 19 Oktober 2003, itu.

Selama menjalani rangkaian tes, ayah dan ibu selalu menemaninya.

Namun, kemarin ayahnya sudah kembali ke Lampung karena harus kembali bekerja.

Pada hari Minggu ini, ibunya menemani Regina menjalani tes.

"Tapi saya enggak bisa ketemu juga, kemarin sempet lihat-lihatan aja gitu," lanjutnya.

Regina juga menyebut keinginannya masuk Akpol karena beberapa alasan.

Pertama, belum ada keluarganya yang masuk Akpol.

Selain itu, dia ingin pekerjaan dengan karier yang jelas sekaligus ada pengabdian ke masyarakat.

"Persiapannya, lebih banyak les, belajarnya lebih giat, juga intropseksi diri ternyata ada banyak aspek yang perlu diperhatikan di luar belajar. Latihan, sikap kita ke orang gimana. Bahwa, kita enggak tahu doa siapa yang bakal terkabul. Jadi kita mesti berbuat baik ke orang lain," tandasnya.

Regina adalah satu di antara 492 Calon Taruna Taruni Akpol yang saat ini sedang mengikuti serangkaian tes tingkat pusat.

Mereka telah mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Akademik dan Asesmen Mental Ideologi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved