Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Ponorogo

Dindik Ponorogo Buka Opsi Alihkan Kegiatan Belajar Mengajar Siswa SDN 2 Karangpatihan ke Masjid

Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo membuka opsi bakal mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas IV dan V SDN 2 Karangpatihan.

TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo membuka opsi bakal mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas IV dan V SDN 2 Karangpatihan.

Ini lantaran kelas IV dan V, SDN 2 Karagpatihan ini belajar dengan perasaan was-was.

Bagaimana tidak, ruang kelas mereka rusak.

“Kita berpikir karena ada kondisi ini jangan sampai pembelajaraan itu tidak berjalan,” ungkap Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, Rabu (24/7/2024).

Terutama kelas IV dan V yang belajar di ruang kelas yang tak layak.

Baca juga: Nasib SDN 2 Karangpatihan Ponorogo, Gedung Tak Layak Tapi Masih Banyak Peminat, Karena Lokasi

Saat berkunjung ke sekolah yang berada di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung ini dia melihat ada masjid di lingkungan sekolah.

“Masjid itu baru. Bisa untuk opsi pembelajaran. Kita siapkan karpet atau tikar sehingga anak-anak bisa belajar. Untuk dua kelas cukup,” katanya.

Menurutnya, belajar itu tidak mesti menggunakan bangku atau meja. Akan lebih flexibel untuk moving kelasnya itu dalam kondisi tepat dg menggunakan karpet.

“Kalau melihat ini tadi, kondisi kelas lain bermasalah, karena ada jels darurat ya. Setidaknya tidak dibawah was-was. Kelas IV dan V yang kami pindahkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gedung utama SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo rusak parah. Hal ini berdampak pada siswa.

Akibatnya, sebagian siswa harus belajar di kelas darurat. Lantaran kelas mereka tidak bisa digunakan karena kerusakan bangunan yang cukup parah.

Pun sebagian siswa lain ada yang belajar di bawah kekhawatiran. Mereka terpaksa belajar dibawah kekhawatiran karena tidak ada ruang lain yang bisa digunakan.

Baca juga: Tak Hanya Belajar di Bawah Rasa Cemas, Ada Siswa SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Tempati Kelas Darurat

Pantauan tribunjatim di lokasi, gedung utama milik SDN 2 Karangpatihan rusak semua. Hanya menyisakan ruang kelas 6 dan ruang guru yang telah direhabilitas dengan Dana Alokasi Umum (DAU).

Mereka yang terpaksa belajar di bawah kekhawatiran adalah kelas 4 dan 5. Lantaran tidak ada pilihan lain, tak ada bangunan lain. 

Untuk ruang kelas 5, sekilas ruangannya terlihat bagus. Akan tetapi, atap plafonnya diberi penyangga agar tidak ambruk. Dari luar kuda-kudanya melengkung.

Sedangkan ruang kelas 4, plafonnya sudah dilepas oleh pihak sekolah. Lalu  kuda-kudanya terlihat keropos termakan rayap.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved