Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Nurdin Pak RW yang Buat Sayembara Tangkap Maling Pakai Uang Sendiri, Pelaku Tak Boleh Bonyok

Inilah sosok Nurdin Pak RW yang buat sayembara tangkap maling pakai uang sendiri. Sayembara berhadiah uang tunai itu boleh diikuti para warga.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.com/RIZKY SYAHRIAL
Sosok Nurdin Pak RW yang Buat Sayembara Tangkap Maling Pakai Uang Sendiri, Pelaku Tak Boleh Bonyok 

TRIBUNJATIM.COM - Inilah sosok Nurdin Pak RW yang buat sayembara tangkap maling pakai uang sendiri.

Sayembara berhadiah uang tunai itu boleh diikuti para warga.

Hadiahnya mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu.

Diketahui, Nurdin merupakan Ketua RW 01 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Pria berusia 55 tahun memiliki ide untuk membuat sayembara menangkap maling untuk mengatasi permasalahan kehilangan benda berharga di lingkungannya.

"Saya berpikir dan ajak berembuk semua pihak baik kepolisian, TNI, kelurahan, dan para RT. Akhirnya saya buatlah sayembara tangkap maling tahun 2021," kata Nurdin, Kamis (25/7/2024), melansir dari Kompas.com.

Ide tersebut muncul setelah banyak warganya yang menjadi korban maling.

Dalam satu bulan, warga Tambora, Jakarta Barat, itu empat kali kemalingan. Objek yang dicuri juga beragam, misalnya motor dan kotak amal.

Pria asal Pandeglang, Banten, itu sudah menjadi ketua RW selama 17 tahun.

Baca juga: Nasib Pak RW Tedi Cor Sendiri Jalan Rusak Pakai Sumbangan Warga, Pejabat Prihatin: Kita Usahakan

Selama dia menjabat, persoalan maling selalu menjadi keluhan warga.

Maklum, daerah Jembatan Besi merupakan salah satu wilayah terpadat di Jakarta, sehingga warga tidak bisa leluasa memasukkan kendaraan ke dalam rumah.

Jalan kecil yang tersisa jadi tempat parkir mereka.

"Ya kan perkampungan padat. Warga tidak bisa memasukkan motor ke dalam rumah. Jadi berjejer di luar," kata Nurdin.

Akibatnya, Nurdin dan jajaran disalahkan warga karena tak bisa menjaga keamanan warga.

Semua itu membuat Nurdin mencetuskan ide sayembara ini.

Semua pihak pun setuju dengan gagasan ide Nurdin.

Mereka seakan-akan punya solusi atas maling yang kerap menghantui warga.

Baca juga: Alasan RT Minta Warga Baru Pindah Rumah Bayar Rp 1,5 Juta, Lurah: Istilahnya Ganti Pembelian Barang

Tetapi, ada satu pertanyaan yang dilayangkan ke Nurdin yaitu soal dananya.

"Ya mereka tanya kan, 'darimana dananya?' Saya bilang, pakai uang saya saja," kata Nurdin.

Nurdin seakan tak main-main dengan ide ini. Ia pun akhirnya membagikan spanduk untuk 13 RT yang ada di wilayahnya.

Spanduk itu bertuliskan "Tangkap Maling Berhadiah. Barangsiapa yang menangkap maling di Wilayah RW 01 Jembatan Besi Diberikan Hadiah Uang Tunai".

Bahkan, di spanduk juga tertulis bagi warga yang menangkap maling mobil atau motor diberikan uang sebesar Rp 1 juta pada malam hari dan Rp 500.000 untuk siang hari.

Nurdin juga memberikan hadiah bagi warga yang menangkap jambret dan maling kotak amal. Keduanya dihargai Rp 500.000 pada malam hari, dan Rp 250.000 pada siang hari.

"Kalau malam hari itu lebih rawan daripada siang hari. Apalagi kalau maling motor dan mobil itu sering terjadi," jelas Nurdin.

Nurdin mengatakan, pemenang sayembara itu wajib membawa empat hal sebagai syarat, yakni pelaku, saksi, barang bukti, dan korban.

"Jadi harus lengkap kategorinya, baru saya cairkan Rp 1.000.000 tanpa nego-nego," terang dia.

Sejak dipasang pada tahun 2021, hanya satu kali sayembara itu berhasil dimenangkan.

"Waktu itu maling motor saat subuh kejadiannya. Ada anak muda yang masih patroli dan langsung menangkap maling," papar dia.

Anak muda ini langsung membawa empat syarat ke rumah Nurdin. Tanpa basa-basi, Nurdin langsung mencairkan hadiahnya.

"Tapi ada satu lagi syaratnya, enggak boleh bonyok malingnya. Ya walaupun dipukul sedikit enggak masalah asal jangan main hakim sendiri," terang Nurdin.

Baca juga: Penjelasan Kades yang Ancam Usir Pelapor Pungli di Sekolah, Sebut Nasihati Pihak LSM yang Meresahkan

Nurdin tak ingin warga main hakim sendiri.

Hal itu ia selalu ingatkan ke warga.

"Main hakim sendiri tidak dibenarkan. Itu selalu saya edukasikan," papar dia.

Semenjak sayembara ini berhasil, semua kejahatan di wilayah itu turun.

Nurdin merasa bersyukur wilayahnya kini sudah aman.

"Sekarang sudah drop. Semenjak cair, mungkin jadi segan ya malingnya," jelas Nurdin sambil tertawa.

Sayembara itu juga berlaku bagi warga lain yang menangkap maling di wilayahnya.

"Asalkan empat kategori itu terpenuhi," jelas dia.

Baca juga: Nasib MUA di Gresik Kehilangan Motor saat Merias Kustomer, 2 Maling Dibekuk Polisi di Surabaya

Nurdin menuturkan, warga boleh saja memukul maling untuk melumpuhkannya.

Namun, tidak sampai bonyok.

Nurdin tidak mau sayembara yang dia gelar malah membuat masyarakat melanggar hukum.

"Mukul sedikit enggak masalah ya, mungkin meluapkan emosi sambil melumpuhkan. Tetapi ya jangan sampai malingnya bonyok," tutur Nurdin.

Nurdin pun mengerahkan para pemuda setempat agar mengikut sayembara ini.

"Daripada nongkrong enggak jelas, saya minta RT kerahkan anak muda," ucap Nurdin.

Biasanya, banyak remaja yang tidur bergantian dengan orangtua mereka.

Apalagi, banyak motor yang terparkir di tepi gang karena tidak karena rumah mereka tidak muat untuk kendaraan roda dua itu.

"Ya makanya saya minta semua, apalagi warga yang masih remaja untuk bergerak," kata Nurdin.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved