Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Warga Protes Pajak Rumah Naik Jadi Rp2,3 Juta dari Rp389 Ribu, Penghasilan Cuma Seratus Ribu

Pendapatan hanya Rp100 ribu, namun pajak rumah yang diminta Rp2,3 juta, warga protes.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Warga protes bayar kenaikan PBB jadi Rp2,3 juta padahal penghasilan cuma Rp100 ribu 

TRIBUNJATIM.COM - Warga di Kota Cirebon protes kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan.

Pasalnya pendapatan hanya Rp100 ribu, namun pajak yang diminta Rp2,3 juta.

Kini seorang warga mengaku mau menjual rumahnya ke pejabat saja.

Yayat Supriadi (44), menyuarakan keberatannya terkait kenaikan PBB yang dinilai tak adil bagi warga berpenghasilan rendah.

Warga Jalan Ahmad Yani Nomor 45, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, menyampaikan keluhannya saat diwawancarai di sela-sela aksi pada Jumat (2/8/2024).

Menurutnya, kenaikan pajak yang terjadi di tahun ini sangat memberatkan, terutama bagi yang pendapatannya tidak tetap.

"Tahun kemarin saya harus bayar pajak Rp389 ribu. Tapi tahun sekarang, saya kena pajak Rp2,3 juta."

"Dapat stimulus 25 persen, jadi saya harus bayar pajak rumah Rp1,8 juta," kata Yayat, Jumat (2/8/2024).

Ia mengungkapkan, bahwa sebelumnya telah mengajukan keberatan dan mendapatkan diskon 50 persen.

Namun jumlah yang harus dibayarnya masih sekitar Rp900 ribuan, yang tetap dirasakannya berat.

"Kalaupun iya saya bayar yang Rp900 ribu itu, tahun depan pasti saya tetap bayar Rp2,3 juta itu, karena diskon itu belum tentu ada lagi tahun depan," tutur dia.

"Dengan pendapatan saya hanya Rp100 sampai Rp125 ribu, tentu saya sangat-sangat keberatan dengan kenaikan PBB ini," imbuh dia.

Yayat menjelaskan, bahwa rumahnya berada di Pegambiran, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, sebelah kantor Kelurahan Pegambiran.

Ia menekankan bahwa tidak semua rumah di pinggir jalan dimiliki oleh orang mampu.

Baca juga: Akhirnya Munandar Lega, Tiang Wifi yang Dibangun Tanpa Izin di Tanahnya Dipindah, Provider: Selesai

"Yang perlu saya tegaskan, bahwa tidak semua rumah pinggir jalan itu orang mampu."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved