Berita Viral

Nasib Turis Mendadak Tertelan Jalan Ambles, Hilang 5 Hari dalam Lubang 8 Meter, Tim SAR Kerja Keras

Seorang turis tertelan jalan yang ambles dan hingga lima hari belum ditemukan. Peristiwa ini terjadi di Malaysia.

Tayang:
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
The Star
Nasib Turis 48 Tahun Tertelan Jalan Ambles, Hilang 5 Hari dalam Lubang 8 Meter, Tim SAR Kerja Keras 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang turis tertelan jalan yang ambles dan hingga lima hari belum ditemukan.

Peristiwa ini terjadi di Malaysia.

Turis asal India itu bernama Vijayalaksmi (48).

Ia tiba-tiba "ditelan Bumi" pada Jumat (23/8/2024) pukul 08.22 waktu setempat.

Saat Vijayalaksmi sedang berjalan di Jalan Masjid India, Kuala Lumpur, trotoar yang ia injak ambles, melansir dari Kompas.com.

Ia dilaporkan jatuh ke lubang sedalam 8 meter.

Tim penyelamat Malaysia dilaporkan masih melakukan pencarian terhadap turis tersebut di sepanjang saluran pembuangan hingga Selasa (27/8/2024) ini, atau memasuki hari kelima.

Sebagaimana dilansir The Star, peralatan khusus dari Badan Nuklir Malaysia terlihat di lokasi lubang pada Selasa.

Sebuah radar khusus dibawa oleh badan tersebut dan diyakini sebagai alat penembus tanah yang digunakan untuk membantu operasi pencarian Vijayalaksmi.

Baca juga: Retak Dilewati Truk, Jembatan Penghubung Desa di Lamongan Ambles, Pengendara Terpaksa Memutar Jauh

Sementara itu, Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL), dalam sebuah pernyataan pada Selasa, mengatakan pekerjaan “pengaliran” untuk menghancurkan puing-puing dilakukan hingga pukul 6.30 hari ini.

“Namun, pemeriksaan menggunakan push rod dan kamera di lubang got di depan Wisma Yakin telah kembali negatif," jelas DBKL.

“Tim SAR akan melanjutkan pekerjaan di titik akhir di pabrik Pantai Dalam dengan melanjutkan pekerjaan pembilasan.

Dan pemeriksaan fisik di daerah-daerah di mna korban mungkin terjebak,” tambah mereka.

Baca juga: Jalan Ambles, Jalur Alternatif Ponorogo-Pacitan Putus, Warga Terpaksa Memutar Sejauh 5 Km Lebih

Sementara itu di Indonesia, kondisi infrastruktur di Jalan Petta Unga, Cempae, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) memperihatinkan.

Pasalnya, kondisi jalan tersebut retak dan nyaris runtuh akibat aktivitas kendaraan yang padat lalu lalang.

Terlihat ada kayu dan gulungan kabel di tengah jalan yang nyaris runtuh itu. Itu dilakukan warga sebagai penanda bagi pengendara agar waspada dan tidak melewati jalan tersebut.

Lokasi jalan yang ambles tersebut di bawahnya terdapat saluran air yang menuju ke laut. Ini menyebabkan kepadatan tanah menjadi lebih mudah ambles, apalagi jika dilalui kendaraan berat selama bertahun-tahun.

Lurah Watang Soreang, Hikmayani Sulaeman mengatakan, kondisi jalan yang memperihatinkan itu sudah terjadi sekitar empat bulan yang lalu.

"Iya, kondisi jalan itu berlubang itu sudah 4 bulan. Itu karena sering dilewati mobil besar tidak bisa mi ditampung dan itu ada terowongan besar di bawahnya," katanya (9/8/2024). 

Dia mengungkapkan, jalan tersebut sudah tak mampu lagi menampung beban di atasnya sehingga runtuh. Ditambah lagi, truk-truk besar yang semakin sering melewati jalan itu. 

"Mobil besar mobil kontainer dan Pertamina yang lalu lalang di situ kan itu jalan utama pengangkutan minyak jadi memang beban jalan memang besar," ungkapnya.

"Dulu bisa sampai tiga mobil lewat, kalau sekarang satu mobil saja karena kondisinya sepeti itu. Sebenarnya tidak aman tetapi kami terus pantau kondisi jalannya," ucapnya.

Hikmayani menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kondisi jalan tersebut ke Dinas PUPR Parepare.

Dinas terkait pun sudah melihat kondisi jalan tersebut. Menurutnya, Dinas PUPR menjanjikan paling lambat akan dikerjakan bulan ini. 

"Dua kali saya turun bersama PUPR. Janjinya bulan ini dikerjakan. Jadi itu nanti dibongkar dan dibuatkan pipa terowongan baru," jelasnya.

Kasus Serupa

Sebelumnya, hujan deras menyebabkan tanah bergerak di wilayah Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Kamis (30/11/2023) petang. 

Akibatnya jalan penghubung tiga desa di lokasi tersebut ambles dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kapolsek Karangmoncol, Iptu Amirudin mengatakan akibat hujan deras disertai angin menyebabkan tanah bergerak sekira pukul 18.30 WIB di wilayah Desa Baleraksa. 

Akibatnya jalan penghubung tiga desa ambles dan terputus tidak dapat dilewati kendaraan.

"Untuk mencegah kecelakaan kami pasang garis polisi di lokasi kejadian, agar tidak ada kendaraan yang melintas karena membahayakan," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com. 

Disampaikan jalan terputus merupakan jalan penghubung tiga desa. 

Baca juga: Jalan Penghubung 2 Kecamatan di Sampang Madura Ambles, Pengendara yang Melintas Hati-hati

Jalan tersebut menghubungkan Dukuh Sampangan Desa Tamansari, Dukuh Brobahan Desa Baleraksa dan Dukuh Kalisinga Desa Kramat wilayah Kecamatan Karangmoncol.

"Jalan di lokasi tersebut ambles sekitar setengah meter, dengan panjang kurang lebih 20 meter dan lebar 3 meter," terangnya. 

Kapolsek menambahkan terkait kejadian tersebut telah dilakukan koordinasi antar instansi dan dilaporkan ke BPBD. 

Akan dilakukan penanganan pada esok harinya karena cuaca di lokasi masih hujan berpotensi terjadi longsor.

"Kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Karangmoncol kami imbau untuk waspada potensi bencana alam. 

Karena cuaca masih sering turun hujan deras dan angin kencang," imbuhnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved