Berita Magetan

Musim Kemarau Jadi Berkah, Emak-emak di Magetan Banting Setir Jadi Pengumpul Pasir dan Batu

Musim kemarau bukan menjadi hambatan bagi masyarakat Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk mendulang pundi pundi cuan.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Febrianto Ramadani
Suasana aktivitas cari pasir dan batu, yang dilakukan oleh kaum hawa di Embung Joketro, yang mengering dilanda musim kemarau, Minggu (8/9/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Musim kemarau bukan menjadi hambatan bagi masyarakat Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk mendulang pundi pundi cuan.

Kendati banyak warga jarang pergi ke sawah, namun mereka memilih banting setir sebagai pengumpul pasir dan batu, di sekitar Embung Joketro yang kering.

Warga Desa Joketro Munasirin, mengatakan, pasir yang dikumpulkan itu nantinya laku dibeli, untuk digunakan bahan bangunan. 

Menurutnya, selain dapat membeli kebutuhan makan sehari hari, hasil penjualan juga dapat untuk memenuhi biaya anak sekolah.

“Saat ini masa tanam ketiga, bingung mau menanam apa karena sulit air, ditambah lagi embung kering,” ujar Munasirin, Minggu (8/9/2024).

Baca juga: Pasir dan Batu Jadi Sumber Penghasilan di Musim Kemarau untuk Warga Magetan

Ibu 5 anak tersebut menuturkan, kegiatan mencari pasir dan batu dilakukan untuk mengisi waktu luang. Setiap hari ia beraktivitas mulai dari pagi hingga siang hari.

“Bisa mengumpulkan pasir sekitar lima gerobak pasir, dikumpulkan saja setiap hari, nanti pasti ada pembeli yang datang dengan membawa truk ke sini, jadi pasti laku,” tuturnya. 

Hal senada juga diungkapkan Minah. Dirinya mengakui, alasan mencari pasir di musim kemarau ini demi mendapatkan uang. 

Baca juga: Debit Air Waduk Bendo Menyusut Imbas Kemarau, Pemkab Ponorogo Pastikan Tak Berdampak Pada Pertanian

“Harga pasir yang sudah terkumpul akan dibeli tengkulak. Untuk ukuran satu mobil pikap pasir laku terjual Rp 200 ribu, kalau untuk satu ukuran dump truk, atau tiga kali pikaplaku Rp 550 ribu,” ungkapnya.

Perempuan yang 10 tahun mencari pasir dan batu di musim kemarau menambahkan, pasir yang dikumpulkan dua hari bisa terkumpul sekitar satu pikup. 

Baca juga: Suhu Udara di Bojonegoro Makin Memanas pada Puncak Musim Kemarau, Peristiwa Kebakaran Meningkat

“Alhamdulillah setiap musim kemarau mencari pasir, ini menjadi kesibukan yang ada keberkahannya. Orang mikirnya kami disini melakukan apa, padahal itu nyari rezeki,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved