Pilkada Jatim 2024

Memahami Suara Madura dan Kontestasi Pilkada Jawa Timur 2024

Madura adalah kunci. Demikian pendapat yang kerapkali di sampaikan para akademisi, peneliti, dan ahli politik dalam membaca dan memahami peta politik

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Surokim As dalam artikel berjudul 'Memahami Suara Madura dan Kontestasi Pilkada Jawa Timur 2024' 

Madura & Kontestasi Jatim

Sejarah pemilukada langsung di pilkada Jawa Timur selalu menarik. Tak jarang  menghadirkan drama di arena kompetisi  yang juga selalu berakhir di meja mahkamah konstitusi hingga mengungkap banyak rahasia menarik. Dalam situasi kompetitif dan ketat kerapkali perolehan suara di wilayah ini kerap menjadi liar dan akhirnya hasil pilkada Jawa Timur kerapkali ditentukan di wilayah ini.

Mengacu pada data KPU Jawa Timur, jumlah suara potensial Madura mencapai 3juta lebih dan jumlah ini adalah 10 persen dari jumlah pemilih Jaw Timur. Jika ditambah dengan jumlah suku Madura di Jawa Timur diluar kawasan Madura bisa mencapai 20 persendari total pemilih Jawa Timur.

Hal ini membuat suara Madura selalu menggiurkan dalam pilkada Jawa Timur. Apalagi relasi kuasa patron di Madura masih sangat dominan sehingga suara kerap menjadi alat komoditas politik.

Sejauh ini situasi di lapangan juga belum banyak berubah dan Madura tetap menjadi dark zone suara ajaib di Jawa Timur. Hal itu juga yang membuat angka money politic di wilayah ini juga tergolong besar jika dibandingkan dengan wilayah yang lain.

Demikian juga hasil survey pilkada sering tidak cocok antara suara arus bawah dengan hasil perolehan suara resmi. Hal ini sering menjadi olok olok di tingkat nasional karena partisipasi dan jumlah suara di TPS bisa mencapai lebih dari 100 persen dan bahkan surat cadangan bisa terpakai semua.

Semua itu menjadikan pemilu di Madura senantiasa menarik dicermati dan bisa menjadikan bahan refleksi untuk semua pihak agar pemilu di kawasan ini bisa ditingkatkan kualitas menjadi lebih baik.

Madura adalah kawasan yang menjadi bagian integral dari provinsi Jawa Timur. Prof Muhammad (2019) juga pernah mengatakan bahwa konstelasi politik nasional sangat bergantung pada Jawa Timur.

Kondusif tidaknya situasi dan kondisi politik nasional amat ditentukan dari kondisi politik di Jawa Timur. Dengan demikian Jawa Timur hampir selalu menjadi barometer dan sentrum dalam arena politik Nasional. Tak syak lagi Jawa Timur akhirnya juga menjadi salah satu arena kontestasi pilkada yang menarik, menantang, dan berat.

Berdasarkan pengalaman mengikuti pilkada langsung, wilayah ini selalu menghadirkan banyak drama dan misteri di setiap gelaran pilkada. Mengapa ?  

Pertama, Pilkada Jawa Timur ini masuk dalam kategori pilkada liga utama di Indonesia sehingga selalu menjadi atensi dan prioritas bagi partai politik dan elit kekuasaan.

Wilayah ini dianggap menjadi wilayah kehormatan di level politik nasional setelah Jakarta. Sebab kemenangan di wilayah ini akan memiliki efek dan resonansi kuat di arena politik nasional.

Kedua, jumlah pemilih di wilayah ini cukup besar dan beragam. Menurut data KPU Jawa Timur pemilih diwilayah ini sudah mencapai 31.280.418, dengan tambahan pemilih baru sebesar 73.000 orang.

Jumlah pemilih ini merupakan 15 persen suara nasional. Jumlah terbesar kedua setelah Jawa Barat, tetapi variasi pemilihnya jauh lebih heterogen dan kompleks. Perolehan suara di wilayah ini juga sering merepresentasikan perolehan suara parpol nasional di tingkat nasional dengan perkecualian PKB.

Jika dicermati dari aspek demografis, khususnya sosiokultural, pemilih tersebar dalam banyak segmen yang heterogen mulai dari desa, pemilih tradisional, periferi hingga kota, pemilih rasional modern.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved