Pilgub Jatim 2024

Gus Hans Paparkan 3 Program untuk Pemuda, Janji Jadikan Mahasiswa Mitra Membangun Jatim

Gus Hans memaparkan 3 program untuk pemuda di forum BEM SI, janji menjadikan mahasiswa sebagai mitra dalam membangun Jatim ke depan.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Bobby Constantine
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur nomor urut 3, KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, hadir sebagai pembicara dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Jawa Timur, di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Sabtu (5/10/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Contantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur nomor urut 3, KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, hadir sebagai pembicara dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Jawa Timur, Sabtu (5/10/2024).

Pada forum yang berlangsung di Universitas Islam Lamongan (Unisla) tersebut, Gus Hans hadir bersama Cawagub nomor urut 1, Lukmanul Khakim, sedangkan Cawagub nomor urut 2, Emil Dardak menyapa melalui rekaman video.

Di dalam Talkshow "Dialog Putra Daerah" tersebut, BEM SI mengundang para cawagub.

Para calon mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka tentang Jawa Timur, khususnya anak muda.

Gus Hans menegaskan, mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban. Pemerintah tak boleh alergi terhadap kritik mahasiswa, sebaliknya penyelenggara negara wajib untuk mengakomodir keinginan mahasiswa.

Karenanya, Gus Hans yang juga Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini berjanji untuk menjadikan mahasiswa sebagai mitra dalam membangun provinsi ke depan.

Mahasiswa bisa berkontribusi dalam memberikan pandangan yang mengakomodir keinginan semua golongan, termasuk pemuda dan mahasiswa.

Baca juga: Ratusan Warga Berbondong-bondong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Dinkes Kabupaten Kediri

"Kami ingin mengajak teman-teman mahasiswa untuk ikut memberikan kontribusi. Apabila nanti kami dipercaya memimpin ke depan, kami siap untuk menerima kritik," kata Gus Hans di hadapan para Presiden BEM dari berbagai universitas di Jawa Timur ini.

Era reformasi membuka ruang bagi mahasiswa dan memberikan warna pada pembangunan nasional.

"Pada 1998 (tumbangnya orde baru) kami ikut turun ke jalan untuk menyampaikan idealisme kami saat itu," katanya.

"Inilah peran mahasiswa yang seharusnya terus dijaga dan mendapatkan ruang. Mahasiswa harus konsisten memberikan kritik konstruktif, insight terbaru, harapan, serta kontribusi lainnya kepada negara. Jangan pernah padam," tegas Gus Hans.

Tak hanya itu, Gus Hans juga mendapat pertanyaan soal dukungan pemerintah provinsi terhadap pendidikan dan kesehatan di pesantren.

Menurut salah satu perwakilan mahasiswa, acap kali santri kurang mendapatkan akses kesehatan karena belum terintegrasi dengan jaminan sosial pemerintah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Gus Hans mengungkapkan telah menyiapkan program intervensi kepada mahasiswa.

Ini sebagai bagian dari misi sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berakhlak melalui layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas, merata dan terjangkau.

Program tersebut kemudian diturunkan dalam beberapa program. Di antaranya, pemerataan dan peningkatan akses layanan kesehatan universal, sehingga semua kabupaten/kota memenuhi UHC/Universal Health Coverage (BPJS Kesehatan gratis berbasis KTP).

"Kami sudah hitung dan sebenarnya anggaran pemerintah provinsi cukup untuk menanggung pelayanan kesehatan bagi santri. Kami mendukung pelayanan kesehatan, khususnya kalangan pesantren dan mahasiswa di Jawa Timur," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhar Darul Ulum Jombang ini.

Ketiga, Pemprov Jatim juga menyiapkan beasiswa untuk santri.

Hal ini berjalan berkesinambungan dengan pembebasan biaya pendidikan untuk seluruh SMA/SMK/MA sederajat (SMA/SMK/MA/sederajat gratis) baik negeri maupun swasta.

Serta, pemerataan dan peningkatan kompetensi guru di pesantren dan sekolah swasta melalui pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana.

"Kami sudah siapkan dan hitung bahwa kekuatan anggaran pemerintah provinsi cukup untuk itu," katanya pada forum yang turut dihadiri Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan Alumni Kerja Sama dan Publikasi Unisla, Winarto Eka Wahyudi ini.

"Pemerintah harus mau memberikan dukungan terhadap pendidikan. Bahkan, bukan hanya dari sekolah formal saja, namun juga pesantren," tandas Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) tersebut.

Di sisi lain, Lukman menjelaskan strategi menurunkan kemiskinan. Menurutnya, salah satu di antaranya dengan menyiapkan program pemberdayaan UMKM.

"Angka kemiskinan tertinggi di Indonesia. Kalau ngomong jumlah penduduk, tertinggi di Jawa Barat. Kenapa bisa (kemiskinan tertinggi) di Jawa Timur? Sehingga, angka kemiskinan harus diturunkan," katanya.

"Strateginya, kami akan menghadirkan 1 juta UMKM yang menyiapkan mulai dari hulu hingga hilirnya. Baik pelatihan, pendidikan, permodalan (perbankan dengan bunga bantuan dari APBD), dan linkage dengan industri serta didampingi dengan pelatih bersertifikat," kata Lukman.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved