Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Pengakuan Mbah Jamin saat Tahu Rel Putus, Aksi Heroiknya dengan Mbah Sarmo Diapresiasi, Jadi Contoh

Aksi heroik menyelamatkan perjalanan KA 132A Darmawangsa yang dilakukan oleh Mbah Jamin dan Mbah Sarmo tersebut diapresiasi PT KAI DAOP IV Semarang.

|
YouTube KOMPAS TV
Mbah Jamin dan Mbah Sarmo, yang berhasil menghentikan kereta api dari ancaman rel putus, di jalur hulu km 57 plus 1, yang terletak di petak jalan antara Stasiun Doplang dan Stasiun Randublatung Kabupaten Blora. 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini pengakuan Mbah Jamin soal aksi heroiknya selamatkan kereta dari rel putus bersama Mbah Sarmo.

Berkat aksi heroiknya, kini Mbah Jamin (62) dan Mbah Sarmo (66) mendapatkan uang tali asih masing-masing Rp 10 juta karena dianggap berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Selain uang tali asih, dua lansia yang merupakan warga Blora tersebut juga mendapat ponsel, voucher tiket kelas luxury dan eksekutif untuk perjalanan di seluruh wilayah Indonesia.

Diketahui dua orang lansia warga Kabupaten Blora yakni Mbah Jamin dan Mbah Sarmo, yang berhasil menghentikan kereta api dari ancaman rel putus, di jalur hulu km 57 plus 1, yang terletak di petak jalan antara Stasiun Doplang dan Stasiun Randublatung Kabupaten Blora.

Aksi heroik menyelamatkan perjalanan KA 132A Darmawangsa yang dilakukan oleh Mbah Jamin dan Mbah Sarmo tersebut diapresiasi oleh PT KAI DAOP IV Semarang. Kepala KAI DAOP IV Semarang, Daniel Johannes Hutabarat mengaku terharu atas kepedulian kedua warga ini Mbah Jamin dan Mbah Sarmo.

Keduanya berhasil memberi isyarat kepada masinis sehingga kereta berhenti sebelum melintas rel putus. Ada sekitar 800 penumpang terselamatkan dari ancaman rel putus tersebut.

“Pada saat itu berhenti pada titik putusnya, jadi benar benar bermanfaat pada perjalanan kereta api. Pada saat itu kereta kita ada sekitar 800 penumpang,” jelas Daniel Johannes Hutabarat.

“Saya merasa kok rel itu putus, terus saya naruh sepeda saya, saya panggil adik saya, saya ngomong, ada rel putus. Adik saya suruh nunggu di rel putus saya pergi ke arah barat, terus ada kereta lewat, saya coba untuk menghentikan kereta sambil nunjuk kalau ada rel putus,” ujar Mbah Jamin.

Daniel berharap apa yang dilakukan Mbah Jamin dan Mbah Sarmo bisa menjadi contoh. Kepedulian mereka sangat berharga dalam mencegah potensi bahaya yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Baca juga: Deretan Arti Mimpi Kereta yang Bikin Penasaran, Tertinggal Kereta Pertanda Lagi Dilanda Kebingungan

Cerita Lengkap Soal Aksi Heroik Dua Lansia

Aksi heroik Mbah Sarmo (66) dan adiknya, Mbah Jamin (62) untuk selamatkan ratusan nyawa di KA 132A Dharmawangsa Ekspres relasi Jakarta-Semarang-Surabaya Pasarturi pada Minggu (6/10/2024) lalu akhirnya terkuak.

Kini, dua lansia tersebut menceritakan detik-detikan menegangkan itu. 

Dalam unggahan Instagram Bupati Blora, Arief Rohman, Mbah Sarmo bercerita jika dirinya adalah orang pertama yang menyadari adanya rel putus di jalur hulu Km 57+1 antara Stasiun Doplang dan Stasiun Randublatung.

Menggunakan Bahasa Jawa, Mbah Sarmo mengatakan pada sore itu baru saja selesai dari ladang untuk mencari ketela.

Kata dia, ketela tersebut diperuntukkan untuk lembu atau sapi. 

Ia yang pernah bekerja untuk proyek kereta api akhirnya sadar jika ada yang tak beres pada jalur rel tersebut.

Di sini, Mbah Sarmo buru-buru menitipkan sepedanya ke rumah tetangganya yang disebutnya bernama Mbah Giman.

Kemudian, Mbah Sarmo bergegas memanggil Mbah Jamin.

Keduanya berlari sekuat yang mereka bisa dengan niat mencari petugas perawatan kereta.

Baca juga: Rincian Hadiah yang Didapat Mbah Sarmo dan Jamin Penyelamat KA dari Rel Putus, Ada Uang hingga Tiket

Sayangnya, di jalur rel melengkung, KA 132A Dharmawangsa Ekspres justru sudah terlihat.

Dengan spontan, Mbah Jamin mengibarkan kaus merah yang dikenakannya sebagai tanda peringatan bahaya kepada masinis.

Lansia dari Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora ini turut berteriak dengan harapan masinis KA 132A Dharmawangsa melihat.

Berbuah manis, masinis pun melihat sinyal bahaya yang diberikan oleh keduanya.

Masinis segera menarik tuas rem dan KA 132A berhasil berhenti tanpa melewati rel yang putus tadi.

Kemudian, keduanya segera memberitahukan kejadian tersebut, lalu diteruskan oleh masinis ke Tim Pemeliharaan Prasarna Daop 4 Semarang.

Di hari yang sama juga, akhirnya rel berhasil diperbaiki dan bisa dilintasi lagi pada pukul 18.40 WIB.

KA 132A pun berhasil melewati jalur tersebut dengan aman berkat aksi heroik dua lansia kakak beradik ini.

Kini, keduanya akan diberi penghargaan pada Jumat (11/10/2024) besok oleh PT KAI.

"Insha Allah besok Jum'at beliau berdua akan diundang PT. KAI Daop IV Semarang untuk menerima apresiasi penghargaan dari PT. KAI," tulis Arief dikutip Tribun Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Artikel ini telah tayang di Kompas TV

Berita Viral dan Berita Jatim lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved