Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Nyali Ciut Begal Kepergok Habisi Nyawa Iwan yang sedang Jemput Anak, Kabur 10 Hari Ending Maut

Sugandi merupakan satu dari tiga pelaku begal yang membuat seorang ayah bernama Iwan Irawan (58) meninggal luka di kepala saat menjemput putrinya.

Editor: Torik Aqua
via kompas.tv
Ilustrasi garis polisi- Nyali ciut begal saat aksinya kepergok warga 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang otak pembegalan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sugandi (57) nekat mengakhiri hidup setelah ketakutan dengan warga.

Aksi Sugandi sempat dipergoki warga dan polisi.

Diketahui, Sugandi merupakan satu dari tiga pelaku begal yang membuat seorang ayah bernama Iwan Irawan (58) meninggal luka di kepala saat menjemput putrinya.

Menurut Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto Sugandi sudah kabur selama 10 hari.

Baca juga: Begal ini Minta Maaf sebelum Todong Golok ke Driver Ojol, Korban Curiga Langsung Jatuhkan Diri

Namun saat hendak ditangkap dirumahnya, Sugandi ditemukan gantung diri di pohon bambu belakang rumahnya.

"Menurut keterangan dari istrinya, Sugandi menghilang dari rumah setelah aksi pembegalan. Ternyata, dia ditemukan sudah gantung diri di pohon bambu dekat rumahnya di Cihideung Udik," ujar Suminto saat dihubungi, Selasa (22/10/2024).

Suminto menjelaskan, Sugandi semakin ketakutan setelah warga dan polisi mengetahui aksi pembegalan tersebut.

Pada hari kesepuluh setelah kejadian, Sugandi memutuskan untuk gantung diri menggunakan tali yang diikatkan di pohon bambu, tak jauh dari rumahnya.

Menurut pengakuan istrinya, Sugandi meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Dia menghilang dari rumah sejak awal Oktober 2024, dan sang istri tidak mengetahui perbuatannya.

"Istrinya mencari selama 10 hari, tetapi Sugandi baru ditemukan sudah dalam kondisi gantung diri di pohon bambu pada hari kesepuluh," tambah Suminto.

Selain itu, dari keterangan dua tersangka lainnya, Ajum (37) dan Rian (24), Sugandi merupakan otak pembegalan.

"Sebelumnya sudah direncanakan bersama dengan Sugandi yang merupakan otaknya (kejahatan). Selanjutnya kini dua tersangka dibawa dan diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tambah Suminto. Kedua pelaku mengakui perbuatan mereka kepada polisi, yang terjadi sekitar pukul 01.15 WIB.

Atas tindakan kejam ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 (3) dan 338 Jo 340 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.

Suminto menambahkan bahwa kedua tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 20 tahun, serta kemungkinan hukuman mati atau seumur hidup.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Sementara itu, aksi begal lainnya juga pernah terjadi di Lampung.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Bandar Lampung, Lampung selamat dari aksi pembegalan.

Driver ojol ini nekat jatuhkan diri saat curiga melihat gelagat penumpangnya yang ternyata adalah begal.

Uniknya, begal ini sempat minta maaf sebelum beraksi todong golok ke leher korbannya.

Saat itu, begal tersebut dalam posisi berada di kursi penumpang.

Baca juga: Ketakutan Driver Ojol Ditodong Pistol, Disuruh Pelaku Antar ke Tanah Kosong, Dilempari Warga

Pelaku perampokan motor ojek online di Bandar Lampung ini pura-pura menjadi penumpang dengan melakukan order.

Upaya perampokan sepeda motor driver ojek online ini terjadi pada Sabtu (5/10/2024) pukul 19.40 WIB di Jalan Yasir Hadibroto, atau indekos Zam-zam Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.

Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Kurmen Rubiyanto mengatakan bahwa pelaku perampoan driver ojek online tersebut sudah ditangkap.

Tertangkapnya pelaku perampokan motor driver ojek online tersebut berawal dari kecurigaan korban terhadap penumpang yang dibonceng. 

Korban mencurigai gerakan pelaku yang terlihat dari spion motor.

Ketika itu korban sebagai driver ojek online mengendarai motor Honda Beat warna abu-abu dengan nomor polisi BE 2380 AEG. 

"Jadi korban ini di tengah perjalanan curiga dengan gelagat pelaku dari spion motor korban, hingga akhirnya membanting motor ke kanan hingga keduanya terjatuh," kata Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Kurmen Rubiyanto saat konferensi pers di Mapolsek Tanjungkarang Timur, Senin (7/10/2024). 

Korban Rizky Hidayat ini berteriak dan meminta tolong kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian. 

Bhabinkamtibmas dan piket fungsi dihubungi masyarakat dan selanjutnya menyisir ke lokasi kejadian untuk mencari pelaku.

Pelaku ternyata bersembunyi di salah satu rumah warga.

Penangkapan tersebut dilakukan polisi bersama masyarakat setelah menyusuri lokasi yang dicurigai tempat bersembunyinya pelaku. 

Dalam keadaan gelap malam hari dan akhirnya pelaku ditemukan dan dibawa ke Mapolsek Tanjungkarang Timur.

Pelaku Perampokan Tertangkap

Pelaku perampokan motor ojek online atau ojol di Bandar Lampung tertangkap.

Penangkapan pelaku perampokan motor ojek online tersebut dilakukan oleh aparat Polsek Tanjungkarang Timur, Polresta Bandar Lampung.

Diketahui penangkapan itu setelah terjadi perampokan pada seorang driver ojek online di Bandar Lampung pada Sabtu (5/10/2024) pukul 19.40 WIB.

Peristiwa perampokan motor ojek online itu terjadi di  Jalan Yasir Hadibroto atau depan indekos Zam-zam (Gunung Camang), Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung. 

Pelaku perampokan tertangkap setelah aparat Polsek Tanjungkarang Timur melakukan penyelidikan.

Penyelidikan atas laporan korban dengan nomor laporan polisi LP/B/179/X/2024/SPKT/POLSEK TKT/POLRESTA BALAM/POLDA LAMPUNG, Tanggal 5 Oktober 2024.

"Pelaku kami amankan setelah korban melaporkan kejadian pembegalan (perampokan) tersebut kepada kami," ujar Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Kurmen, Senin (7/10/2024).

Pelaku yang tertangkap diketahui bernama Irfan Kurniawan (37) warga Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku Irfan berpura-pura menjadi penumpang ojek online.

Pelaku sempat menodong korban, driver ojek online pakai senjata tajam dengan tujuan untuk merampok motor.

Namun upaya pelaku perampokan tersebut gagal setelah korban melakukan perlawanan.

Korban langsung menjatuhkan sepeda motornya ketika pelaku menodongkan sajam.

Lantas korban berusaha menyelamatkan diri sembari teriak meminta pertolongan kepada warga.

Pelaku percobaan perampokan ini juga melarikan diri yang akhirnya berhasil tertangkap.

Kini Ifan Kurniawan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungkarang Timur.

Penjelasan korban

Seorang driver ojek online (ojol) membagikan cerita menegangkan saat dirampok oleh penumpangnya.

Momen menegangkan itu dialami oleh driver ojol saat mengantar penumpang di Bandar Lampung.

Penumpang driver ojol itu justru mengeluarkan golok untuk merampoknya.

Rizki Hidayat (24) masih merasakan sensasi tajamnya golok pelaku pembegalan Irfan Kurniawan (37) di lehernya.

Golok milik pelaku sempat menggores dan meninggalkan luka yang cukup dalam ketika Rizki dibegal pada Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 19.30 WIB.

"(Goloknya) nekan ke leher, ini udah diobatin setelah kejadian kemarin," kata Rizki saat ditemui di Mapolsek Tanjung Karang Timur, Senin (7/10/2024), dikutip dari Kompas.com.

Rizki mengaku tidak menyangka akan mengalami peristiwa semenyeramkan itu.

Adapun sebelum peristiwa terjadi, pelaku naik di Kecamatan Panjang dengan tujuan Kecamatan Kedamaian.

Rizki mengatakan, ketika menjemput wajah dan nama pelaku berbeda dengan akun di aplikasi.

"Dia kayaknya minta dipesanin, nama sama mukanya beda," ucap dia.

Selama perjalanan, Rizki mengaku gelagat pelaku tidak mencurigakan, bahkan keduanya berbincang.

Akan tetapi, ketika melintas di Jalan Yasir Hadibroto, pelaku tampak gelisah dan menaruh tas di pangkuannya.

Gelagat pelaku terpantau oleh korban dari kaca spion sebelah kanan.

"Dia langsung ngeluarin golok terus ditempel ke leher saya. Dia sempat bilang, maaf ya mas, tapi nggak tau maksudnya apa bilang maaf itu," kata Rizki. 

Merasa nyawanya terancam, tanpa pikir panjang Rizki langsung banting setir hingga terjatuh ke tepi jalan. 

Saat terjatuh, kunci kontak dia cabut agar sepeda motornya tidak diambil dan dibawa kabur. 

Setelah itu, Rizki pun teriak minta pertolongan.

Untungnya warga mendengar suara teriakannya tersebut.

"Saya teriak minta tolong, untung kedengaran sama warga. Si pelaku kabur ke arah rumah warga," ucap dia.

Penjelasan Polisi

Kapolsek Tanjung Karang Timur Komisaris Polisi (Kompol) Kurmen Rubiyanto menerangkan, pelaku terpaksa ditembak karena melawan saat ditangka.

Pelaku bersembunyi di salah satu rumah warga. 

"Pelaku bersembunyi di salah satu rumah warga. Karena membahayakan dengan golok di tangan, terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved