Berita Kesehatan

Arif: Walau Punya JKN, Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Salah seorang satpam perkantoran di Kabupaten Gresik, Mohammad Arif Tirtana (41) menyadari penting betul menjaga kesehatan

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
istimewa
Salah seorang satpam perkantoran di Kabupaten Gresik, Mohammad Arif Tirtana (41) menyadari penting betul menjaga kesehatan. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Salah seorang satpam perkantoran di Kabupaten Gresik, Mohammad Arif Tirtana (41) menyadari penting betul menjaga kesehatan. 

Menurutnya, meski sudah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun ia berharap tidak perlu sampai jatuh sakit dan berobat. Karena itu, ia pun dengan senang membagikan pengalamannya mengenai berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka menjaga kesehatannya.

“Kesehatan itu menurut saya tidak ada harganya, jika kesehatan kita sedang tidak baik-baik saja maka banyak hal yang harus dikorbankan. Tidak hanya biaya, namun juga waktu yang tidak bisa digunakan untuk bekerja, atau tenaga yang tidak berdaya. Jadi, menjaga kebugaran itu hal utama yang harus kita lakukan karena kita tidak mengetahui kapan sakit menimpa kita,” ujar Arif saat ditemui, Jumat (11/10).

Sebagai seorang satpam yang memiliki tugas rutin berjaga di garda terdepan, sudah menjadi kewajiban bagi Arif untuk selalu menjaga stamina. Oleh karena itu, ia dengan semangat menjalani aktifitas sehat dalam kesehariannya.

Setiap hari ia selalu rutin berolahraga, berjalan kaki, lari di sekitar tempat tinggal, atau bermain cabang olahraga seperti badminton dan sejenisnya. Selain itu, ia  juga sangat menjaga pola makan. Hal ini sangat berdampak bagi kesehatannya.

Baca juga: Pernah Jalani Operasi Jantung Pakai JKN, Widyastoto Sadari Pentingnya Hidup Sehat

Arif mengatakan kebiasan baiknya itu juga diikuti oleh sang istri dan sang buah hati. Sebagai kepala keluarga, sudah selayaknya memastikan kondisi keluarganya dengan baik. Diungkapkan Arif, ia dan keluarganya juga telah terdaftar menjadi peserta Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut juga menjadi upaya perlindungan saat membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

“Saya tidak sendiri menerapkan pola sehat ini, istri dan anak saya juga saya ajak. Biar kita sehat bersama. Jika sama-sama sehat, kita juga yang senang dan menikmati. Di sisi lain, dengan mempunyai JKN, artinya kita sudah berusaha untuk mencari solusi saat sakit melanda. Apalagi kita tidak bisa memilih jenis penyakit apa, jadi mungkin saja sakit ringan atau bahkan sakit berat yang membutuhkan biaya mahal,” tuturnya.

Baca juga: Program JKN Beri Kemudahan Pedagang Bakwan Akses Layanan Kesehatan

Arif menuturkan dirinya pernah merasakan manfaat JKN untuk pengobatan saat mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu. Pengobatannya tersebut dijamin oleh JKN sampai ia pulih. Kecelakaan yang terjadi saat itu membuat kaki Arif cedera sampai tidak mampu bergerak dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sebagai informasi, untuk kasus kecelakaan penjamin awal adalah Jasa Raharja dengan plafon yang ditentukan.

Baca juga: Berapa Lama Pasien BPJS Bisa Rawat Inap di RS? Maksimal 3 Hari dan Klaim Rp11 Juta Harus Pulang?

"Karena saat itu perawatan saya melebihi plafon, maka penjaminan selanjutnya oleh JKN. Alhamdulillah JKN menjamin mulai dari biaya rawat inap, operasi, obat-obatan, sampai kontrol setelah pemulihan tanpa ada biaya tambahan,” jelas Arif yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang terdaftar sejak 2016.

Perawatan pasca-kecelakaan saat itu harus dijalani Arif hingga berbulan-bulan, dan ia pun hanya mengandalkan JKN. Sampai dengan sekarang, Arif pun tidak bisa membayangkan bagaimana jika tidak ada JKN. Ia pasti akan bingung membayar biaya pengobatannya.

"Saya juga ingat, istri saya dua kali merasakan manfaat JKN saat persalinan. Persalinan pertama normal, persalinan kedua sesar semuanya dijamin JKN tanpa tambahan biaya. Menurut saya kita perlu mengapresiasi jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Selain dari sisi biaya, dari sisi administrasi juga mudah. Menurut saya semua prosesnya tidak ribet jika kita mengerti alurnya. Semoga program ini terus berlanjut dan menebar manfaat," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved