Berita Jombang

Cara Komunitas Seni Lukis Jombang Tetap Eksis hingga 15 Tahun, Berharap Dukungan Pemkab 

Pameran seni bertajuk 'Membentang Ijo Abang #9', jadi cara Komunitas Pelukis Jombang (Kopijo) rayakan eksistensi 15 tahun berkarya di Kota Santri.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/ANGGIT PUJIE WIDODO
Pameran Seni Lukis Komunikasi Pelukis Jombang (Kopijo) di GOR Merdeka Jombang, Rabu (30/10/2024) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pameran seni bertajuk 'Membentang Ijo Abang #9', jadi cara Komunitas Pelukis Jombang (Kopijo) rayakan eksistensi 15 tahun berkarya di Kota Santri.

Pameran yang digelar di GOR Merdeka Jombang ini digelar mulai tanggal 29 Oktober hingga 2 November 2024. Pameran lukisan karya anak Jombang ini membentang di seluruh dinding GOR Merdeka Jombang

Menghadirkan tema 'ARTmosphere' sebagai simbol perjalanan panjang dan proses pencarian jati diri bagi para seniman dalam berkomunitas.

Menurut Anas selaku Ketua Kopijo mengatakan, komunitasnya mengangkat 'ARTmosphere' memang dipilih sebagai refleksi perjalanan 15 tahun eksistensi Kopijo di dunia seni lukis.

"Kami ingin mengajak semua individu, mulai dari peserta, anggota untuk menampilkan karya hasil pencarian dan penemuan jati diri," ucapnya Rabu (30/10/2024). 

Baca juga: Hasil Survei Pilkada Jombang Terbaru Versi LSI Denny JA, Warsubi-Gus Salman Melejit, Petahana Anjlok

Ia menyadari, selama 15 tahun berdirinya komunitas, banyak proses jatuh bangun yang telah dilewati. Pameran ini, adalah sebuah karya untuk mengapresiasi seluruh perjalanan yang sudah dilewati. 

Menariknya, selain pameran seni lukis, agenda ini juga dimeriahkan dengan lombang melukis online. Pesertanya diikuti oleh pelajar dari jenjang SD hingga SMA. Lomba terserah berlangsung satu bulan sebelum pameran dibuka untuk umum.

"Ada sebanyak 30 karya dari para pelajar ikut terpajang dalam pameran ini. Diantaranya 10 karta dari masing-masing jenjang, mulai dari SD, SMP, dan SMA berasal dari berbagai sekolah di Jombang," ujarnya. 

Selain itu, 30 seniman lukis dari Kopijo juga ikut andil dalam pameran tersebut. Masing-masing diperbolehkan menampilkan hingga dua karya. Anas menjelaskan m, total karya yang dipamerkan mencapai 50 lukisan. 

Pihak Kopijo juga memanfaatkan wadah pameran ini untuk menyatakan aspirasi kepala Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) agar kedepan terus memperhatikan komunitas seni, khususnya Kopijo yang masih terus eksis. 

"Terutama seniman lukis di Jombang. Mungkin kedepannya kami bisa difasilitasi dan diperhatikan meskipun kami terus berkarya secara mandiri," katanya. 

Baca juga: Cuaca Jatim Selasa, 29 Oktober 2024: Jombang Lamongan 40 Derajat Celcius, Kota Batu Daerah Terdingin

Menurutnya, kolaborasi dengan Pemkab Jombang akan membuat komunitas dan menyebarluaskan karya seni lukis anak Jombang ke dunia luar. Terlebih, dalam pameran ini karya seni tidak hanya dipajang, melainkan juga bisa dibeli. 

"Selain karya yang dijual dengan harga rata-rata sekitar Rp 5 juta, terdapat juga karya seni dengan harga mencapai Rp 20 juta," ungkapnya.

Kopijo merupakan satu-satunya komunitas pelukis yang masih eksis di Jombang. Rencananya, pameran ini akan menjadi agenda rutin dan bisa lebih besar agar kedepan bisa mengangkat nama Jombang

"Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Kopijo optimis bisa terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia seni lukis di Indonesia. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi, tetapi juga menjadi pendidikan seni bagi generasi muda Jombang," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved