Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Nikmaroh Kesal Arisan Rp 21 Juta Macet, Pelaku Bisa Raup Rp 1,7 Miliar, Uang 82 Anggota Tak Dibayar

Kasus penipuan arisan kembali terjadi. Kali ini dialami warga Dusun Brak, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH
Nikmaroh Kesal Arisan Rp 21 Juta Macet, Pelaku Bisa Raup Rp 1,7 Miliar, Uang 82 Anggota Tak Dibayar 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus penipuan arisan kembali terjadi.

Kali ini dialami warga Dusun Brak, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Mereka beramai-ramai mendatangi Mapolres Gresik.

Mereka melaporkan arisan bermasalah sehingga kerugian mencapai Rp 1,722 miliar.

Salah seorang warga, Nikmaroh (55) mengatakan, dirinya bersama beberapa orang lain mendatangi Mapolres Gresik lantaran uang arisan yang seharusnya diterima tidak kunjung diberikan pengelola.

Bahkan, ada kesan pengelola sengaja tidak memberikan hak mereka dengan alasan tidak mampu membayar.

"Peserta arisan ada sekitar 181 orang, suami saya yang ikut. Dari total jumlah peserta, ada sebanyak 82 orang yang belum menerima (hasil arisan)," ujar Nikmaroh kepada awak media di Mapolres Gresik, Senin (4/11/2024), melansir dari Kompas.com.

Nikmaroh menjelaskan, arisan dimulai sejak 2021. Periode pertama dan kedua berlangsung lancar dan aman.

Namun memasuki periode ketiga, arisan yang diikuti sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tidak beres. Kendati sempat tersendat, pengelola mampu melunasi hak semua peserta arisan.

"Tapi kalau yang ini sudah kelewatan, dijanjikan akan selesai Bulan Juli 2024. Namun hingga kini, ada sebanyak 82 anggota yang tidak terbayar," kata Nikmaroh.

Baca juga: Suami Sakit Hati Tak Diberi Uang Hasil Arisan untuk Beli Bensin, Ending Nekat Habisi Nyawa Istrinya

Menurut Nikmaroh, setiap anggota yang mengikuti arisan tersebut dikenakan biaya Rp 150.000 per slot.

Setiap penarikan arisan yang dilakukan bakal mendapat Rp 21 juta.

Jadi, bila dijumlahkan, sebanyak 82 orang peserta yang tidak menerima dikalikan Rp 21 juta maka muncul nominal Rp 1,722 miliar.

"Selama ini (dari Juli 2024), kami hanya dijanjikan, dijanjikan terus. Tidak pernah dicicil, tidak ada," ucap peserta arisan yang lain, Rukaini (41).

Ia menuturkan, permasalahan tersebut sudah pernah dilaporkan dan Polsek Sidayu melakukan mediasi dua kali bertempat di Balai Desa Wadeng.

Namun tidak ada tanda-tanda mereka bakal menerima kembali haknya.

Padahal saat dihadirkan dalam mediasi, pengelola arisan berinisial RW (35) dan MT (43) sudah sempat membuat surat pernyataan siap melunasi dana arisan yang menjadi hak peserta.

Bahkan, pengelola memberikan garansi harta benda mereka sebagai jaminan.

Baca juga: Emak-emak di Madiun Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara, Tilap Uang Ratusan Juta dengan Arisan Bodong

"Sudah sempat dimediasi Kapolsek, dua kali. Tiga bulan lalu (Juli), juga akhir bulan kemarin (Oktober) di Balai Desa Wadeng, tapi ya tetap saja," tutur Rukaini.

Sementara itu Kepala Dusun Brak, Abdul Rohman (40) yang turut mendampingi ke Mapolres Gresik, menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh RW dan MT.

"Coba dibayangkan, semua yang di sini masih tetangganya sendiri, kok tega ditipu. Padahal, mereka ini kebanyakan juga cari duit tidak mudah, ada buruh tani, kuli panggul," kata Abdul Rohman.

Peserta anggota arisan tersebut tidak hanya warga Dusun Brak. Ada juga yang berasal dari dusun bahkan kecamatan lain di Gresik.

Hingga berita ini ditulis, para peserta arisan yang menjadi korban masih menjalani proses pelaporan di Mapolres Gresik.

Mereka berharap akan ada keadilan. Uang arisan yang seharusnya menjadi hak mereka bisa didapat kembali.

Sebelumnya, peserta arisan di Kota Jambi juga apes.

Bukannya untung malah mengalami kerugian akibat ulah si bandar arisan.

Si bandar arisan mendadak keluar grup dan membawa kabur uang arisan yang nilainya mencapai Rp214 juta.

 Tak tanggung-tanggung jumlah korbannya yakni 40 orang, satu di antaranya bernama Liandy Tamara Rezky.

Sementara si bandar arisan yang bawa kabur uang Rp214 juta itu bernama Ayu Sarmilah.

Melansir Tribun Jambi, kini para korban akhirnya melaporkan kejadian penipuan tersebut ke Polresta Jambi.

Pengaduannya diwakili oleh Liandy.

Baca juga: Peserta Curiga Bandar Arisan Tiba-tiba Keluar Grup WA, Uang Iuran Rp214 Juta Lenyap, Rumah Kosong

Menurut keterangan yang beredar di aduan tersebut, Ayu Sarmilah mendadak keluar dari grup arisan.

Sementara, masih banyak anggota grup yang belum menerima arisan.

Hal ini membuat para peserta arisan merasa curiga dengan kelakuan pelaku.

Para korban juga sudah berusaha menagih ke peserta yang sudah menerima uang arisan.

Namun para korban tak mendapat uang arisan tersebut.

Pelapor juga sudah berusaha menghubungi korban melalui sambungan WhatsApp dan telepon.

Namun nomor Ayu Sarmilah sudah tidak aktif lagi.

Baca juga: 82 Warga Gresik Tertipu Arisan Bodong oleh Emak-emak, Kerugian Capai Rp1,7 M, Korban Diancam

Para korban juga sudah berusaha mendatangi rumah pelaku.

Namun rumah yang biasa ditempati pelaku sudah kosong.

Peristiwa ini mengejutkan banyak orang.

Mengingat arisan online yang dikelola oleh Ayu telah menarik banyak peserta yang berharap mendapatkan keuntungan. 

Para peserta yang merasa dirugikan telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Jambi dan berharap agar kasus ini segera ditangani. 

Masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan pengecekan terhadap keabsahan arisan online sebelum ikut serta, guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved