Berita Jatim
Pemanfaatan Mesin Pirolisis Pertama di Jawa Timur, Kolaborasi BGSKIN dan Universitas Yudharta
BG SKIN berkolaborasi dengan Universitas Yudharta Pasuruan, menghadirkan mesin pirolisis yang secara spesifik dirancang untuk mengolah limbah plastik
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berkomitmen untuk turut mewujudkan lingkungan yang lebih sehat minim timbunan sampah, BGSKIN menghadirkan program BGSKIN GO GREEN.
Untuk mewujudkan program ini, BG SKIN berkolaborasi dengan Universitas Yudharta Pasuruan, menghadirkan mesin pirolisis yang secara spesifik dirancang untuk mengolah limbah plastik.
Tak hanya dari kemasan produk BGSKIN, limbah plastik yang akan diolah dengan mesin pirolisis ini juga termasuk sampah dari sekitar lingkungan kampus Yudharta. Program BGSKIN GO GREEN sendiri merupakan bentuk pertanggungjawaban BGSKIN untuk turut menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan kemasan bekas skincare yang sebelumnya dikumpulkan kembali dari customer.
“Program BGSKIN GO GREEN bukan sekadar program pengelolaan limbah, tetapi juga sebuah langkah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam proses ini,” ungkap Vonny Afiyah yang juga merupakan founder dari BGSKIN.
Selain menjadi bagian dari program BGSKIN GO GREEN, mesin pirolisis juga digunakan oleh Mahasiswa Teknik Industri Universitas Yudharta Pasuruan sebagai media penelitian dan inovasi pengolahan sampah plastik. Menariknya mesin pirolisis ini hadir sebagai mesin pengolahan sampah plastik berkapasitas 100 kg yang pertama di Jawa Timur.
Baca juga: Barang Bukti Narkoba Sampai Smartphone Dimusnahkan Kejari Batu Pakai Alat Pirolisis
Mesin ini bekerja dengan cara memanaskan limbah plastik hingga suhu tinggi untuk kemudian menghasilkan produk cair seperti bensin dan solar.
Dengan daya tampung yang besar, mesin pirolisis ini mampu mengolah hingga 100 kg sampah plastik yang akan menghasilkan kurang lebih 100 liter bensin atau solar dan 11 kg residu karbon hitam. Hasil bahan bakar dari olahan tersebut juga telah dinyatakan lolos uji Laboratorium Pertamina.
Baca juga: Pj Bupati Pasuruan Buka Suara Soal Limbah Sungai Wangi, Siapkan Sanksi 16 Perusahaan Bermasalah
Bahan bakar yang dihasilkan dari limbah plastik yang diolah oleh mahasiswa Teknik Industri di Universitas Yudharta ini selanjutnya akan dimanfaatkan untuk kendaraan dan kebutuhan internal lain di kampus.
Sementara itu, residu karbon hitam akan diolah kembali menjadi beberapa produk yang bisa dipakai kembali, seperti tempat tisu, tatakan gelas, tempat bolpoin dan berbagai produk bermanfaat lainnya.
Melalui program BGSKIN GO GREEN dan hadirnya mesin pirolisis hasil kolaborasi dengan Universitas Yudharta Pasuruan, BG SKIN berharap bisa terus mendampingi Sahabat Glowing untuk mewujudkan impian memiliki kulit bersih dan sehat, sekaligus dengan tetap memberikan banyak kebermanfaatan lain, salah satunya dengan menjaga kelestarian lingkungan.
Sosok Eron Ariodito Adik Wagub Jatim Emil Dardak Merantau ke Swedia, Kerja Sebagai AI Engineer |
![]() |
---|
Sosok Kades di Jombang Diduga Lecehkan Istri Orang, Awalnya Ngaku Khilaf Kini Merasa Dirinya Korban |
![]() |
---|
Sosok Memed Thomas Alva Edhi Sound Horeg Viral, Dunia Sound System Sudah Jadi Passionnya Sejak Kecil |
![]() |
---|
Pemerintah Diminta MUI Jangan Biarkan Sound Horeg Gegara Persoalan Ekonomi, Kini Ada Fatwa Haramnya |
![]() |
---|
Cara Cek Pajak Kendaraan, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Timur hingga 31 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.