Berita Viral
Baru 9 Bulan Diangkat PPPK, Guru SD Tewas Terbakar di Perkebunan, Tinggalkan Anak Masih Setahun
Nasib seorang guru baru diangkat 9 bulan menjadi PPPK. Ia tewas mengenaskan dengan kondisi terbakar di perkebunan.
Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Nasib seorang guru baru diangkat 9 bulan menjadi PPPK.
Ia tewas mengenaskan dengan kondisi terbakar di perkebunan.
Kepalanya tampak menghitam seperti bekas terbakar.
Korban bernama Heri Aprianus Saragih (30).
Heri ditemukan tewas terbakar di jalan dalam areal perkebunan Kelapa Sawit Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (29/11/2024) sore.
Jasadnya ditemukan di samping sepeda motor bebek warna biru muda bernomor polisi BM 3148 OL dengan kondisi memprihatinkan.
Baca juga: Ternyata Honor Pak Ribut Tak Seberapa, Guru di Lumajang Debat dengan Murid Soal Sapi Makan Martabak
Bahkan terdapat luka robek di lehernya.
"Kondisi korban ditemukan saat itu berada di samping sepeda motor yang lehernya terdapat luka robek dan dibakar," ungkap Kepala Kepolisian Sektor Tapung Hulu, Iptu. Wel Etria, Sabtu (30/11/2024), dikutip dari Tribun Pekanbaru.
Sementara, sepeda motor itu dalam keadaan jatuh di tanah.
Sedangkan jasad berada di dekat ban sepeda motor.
Sekujur tubuhnya terbakar.
Tinggal sedikit potongan-potongan kain sisa bakaran di tubuhnya.

Bagian kepalanya tampak lebih menghitam.
Melihat kondisi korban yang mengenaskan, ia mengemukakan dugaan sementara bahwa korban dibunuh secara sadis.
Berdasarkan penelusuran Tribun Pekanbaru dari berbagai sumber, Heri Saragih adalah pria kelahiran 15 April 1994.
Ia beralamat di Dusun III Kasikan RT 012 RW 002 Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu.
Kepergiannya diketahui meninggalkan seorang istri, Rasmi Siburian dan putranya, Boy Yunus Saragih yang masih berusia 1 tahun.
Rupanya saat kejadian, istri korban tengah pulang kampung berziarah di Sumatera Utara.
Almarhum merupakan guru di SD Negeri 021 Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu.
Ia baru diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui Surat Keputusan Bupati Kampar tanggal 28 Maret 2024 lalu.
Baca juga: Awal Ngajar Dibayar Rp2000 Sehari, Guru Alvi Viral Nyambi Pemulung Semringah Ada Kenaikan Gaji Guru
Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berstatus sebagai Guru Kelas.
Sebelum menjadi PPPK, ia sudah mengajar sebagai Tenaga Honorer selama beberapa tahun.
Sementara, Kepala Polsek Tapung Hulu, Iptu Wel Etria mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, barang korban yang hilang yakni dompet dan handphone.
"Sementara ini dari hasil penyelidikan, dompet dan handphone korban," ungkapnya kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (1/12/2024).
Ia mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mendalami motif pelaku.
Ia belum dapat menyebutkan perkembangan penyelidikan terkait adanya calon tersangka.
Ia mengatakan, hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara belum keluar.
Sehingga ia juga belum dapat menjelaskan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Baca juga: Sosok Mbah Melan Guru Matematika di TikTok Dikasih Rp100 Juta oleh Prabowo, Kerap Bagi Konten Gratis
Begitu juga, lamanya korban meninggal saat jasadnya ditemukan.
"Nanti itu akan terjawab di dalam hasil autopsi terkait dugaan kuat pembunuhan ini," katanya.
Sebelumnya, warga dihebohkan dengan penemuan mayat pria di jalan dalam perkebunan kelapa sawit Afdeling V Blok JK V, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Korban diduga tewas dibunuh.
Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Wel Etria, mengatakan mayat pria tersebut ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB pada Jumat (29/11/2024).
Korban bernama Heri Aprianus Saragih (30), yang berprofesi sebagai seorang guru. Korban merupakan warga Jalan Lindai, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.
"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban meninggal dunia dengan posisi telentang di samping sepeda motornya. Di tubuh korban ditemukan luka bakar dan luka robek di leher," kata Wel saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (30/11/2024).
Jenazah korban, sebut dia, saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini, Kota Pekanbaru, untuk diautopsi.
Baca juga: Divonis Bebas, Guru Supriyani Nangis Dapat Uang Rp50 Juta dari Dedi Mulyadi, Gaji Sebulan Rp300 Ribu

Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengungkap apakah korban tewas akibat tindakan kriminal.
"Kami masih menyelidiki apakah ini korban pembunuhan," kata Wel.
Lebih lanjut, Wel menjelaskan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh Ali Azhari, yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit.
Saat itu, saksi sedang melakukan patroli dari Afdeling V Blok JK 7 lalu menuju Blok JK V.
"Saksi melihat dari jauh ada sepeda motor yang jatuh. Setelah mendekat, saksi melihat mayat pria," ujar Wel.
Saksi kemudian menelepon rekan kerjanya sesama sekuriti, Bombong, untuk memberitahu tentang penemuan mayat tersebut.
Selanjutnya, dilaporkan kepada anggota Bhabinkamtibmas.
"Setelah mendapat informasi, Unit Reskrim Polsek Tapung Hulu mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Petugas meminta keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti," kata Wel.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
Sahroni Mundur Ditantang Salsa Erwina Hutagalung Juara Debat Se-Asia Pasific: Ane Mau Bertapa Dulu |
![]() |
---|
Edi Kaget Istri Beri Akta Cerai saat Mengaji di Rumah Mertua, Tak Tahu Ditalak |
![]() |
---|
Kisah Driver Ojol Riri Terima Pesanan Martabak dari Luar Pulau, Ternyata Salah Orderan |
![]() |
---|
Warga Terdampak Debu Tambang Cuma Diberi Ganti Rugi Sembako Rp200 Ribu, DPRD Tegur Perusahaan |
![]() |
---|
Presiden Prabowo Kasihan Immanuel Ebenezer Diborgol Pakai Baju Oranye: Mungkin Dia Khilaf |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.