Berita Blitar

Ada 22 Kasus Chikungunya dalam 2 Bulan ini di Blitar, Dinkes: Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat waspada dengan penyebaran penyakit chikungunya di musim hujan tahun ini.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Petugas melakukan fogging di wilayah Wlingi, Kabupaten Blitar, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat waspada dengan penyebaran penyakit chikungunya di musim hujan tahun ini.

Dinkes Kabupaten Blitar telah menerima laporan sebanyak 22 kasus chikungunya dalam dua bulan terakhir ini.

"Selama dua bulan ini, kami menerima laporan 22 kasus chikungunya. Untuk itu, kami meminta masyarakat waspada dengan penyebaran penyakit chikungunya di musim hujan ini," kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, Senin (9/12/2024).

Christine mengatakan penyebaran penyakit chikungunya sama seperti penyakit demam berdarah dengue, yaitu, lewat nyamuk.

Biasanya, di musim hujan banyak tampungan air yang menjadi sarang munculnya jentik nyamuk chikungunya.

Baca juga: Main Judi Slot di Warnet, Kakek 73 Tahun di Blitar Ditangkap Polisi: Kadang Menang Tapi Sering Kalah

Untuk itu, Christine meminta masyarakat membersihkan barang-barang di luar rumah yang bisa menjadi tempat tampungan air saat hujan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

"Upaya pencegahannya dengan memberantas sarang nyamuk. Masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Karena, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedang jentiknya masih tetap hidup," ujarnya.

Selain itu, Christine juga mengimbau masyarakat tetap waspada dengan penyebaran penyakit DBD di musim hujan ini.

Dinkes mencatat jumlah kasus DBD di Kabupaten Blitar selama 2024 ini mencapai 1.163 kasus.

Baca juga: Hasil Rekapitulasi Pilwali Kota Blitar 2024 Tingkat KPU, Pasangan Mas Ibin-Elim Unggul

Menurutnya, ada peningkatan jumlah kasus DBD di Kabupaten Blitar pada 2024 ini.

Peningkatan jumlah kasus DBD tahun ini merupakan siklus lima tahunan yang dipengaruhi cuaca ekstrem.

"Jumlah kasus DBD di Kabupaten Blitar tahun ini juga meningkat. Ini siklus lima tahunan yang dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Untuk itu, masyarakat tetap waspada dengan penyebaran DBD," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved