Berita Trenggalek

Rancang RPJPD, Bupati Mas Ipin Cita-citakan Trenggalek Net Zero Carbon Berpendapatan Tinggi

Rancang RPJPD 2025-2045, Bupati Mas Ipin cita-citakan Trenggalek net zero carbon berpendapatan tinggi yang berdaya saing kolektif.

Tayang:
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin menanam pohon dalam memperingati Hari Pohon Sedunia 2024. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah merancang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045.

Dalam RPJPD tersebut, Pemkab Trenggalek mempunyai visi Kabupaten Trenggalek Net Zero Carbon dengan Pendapatan Tinggi yang Berdaya Saing Kolektif.

Hal tersebut selaras dengan visi RPJPD Provinsi Jawa Timur 2025-2045 maupun visi Indonesia Emas 2025-2045.

"Kenapa kita bercita-cita net zero carbon, karena sesuai di undang-undang, kita ikut melaksanakan ketertiban dunia, sejak Tokyo agreement, Paris agreement, hingga COP 29 (Konferensi Perubahan Iklim PBB 2024) semua bercita-cita tahun 2060 dunia harus carbon neutral atau net zero carbon tahun 2060," kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Kamis (12/12/2024).

Sedangkan Indonesia, di sektor kehutanan atau FOLU (Forest and Other Land Uses) mentargetkan net zero carbon tahun 2030, begitu juga Kabupaten Trenggalek yang mentargetkan net zero carbon tahun 2045.

Target tersebut menurut Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, tidak muluk-muluk, karena secara agregat, saat ini Kabupaten Trenggalek sudah FOLU Net Sink atau kondisi di mana daya serap karbon lebih tinggi dibandingkan karbon yang diproduksi.

"Namun bisa saja (daya serap karbon) itu berkurang, jika hutannya ditebangi lalu lautnya kotor yang menyebabkan fotosintesis tidak berjalan, maka oksigen berkurang, sehingga kemampuan daya serap kita juga berkurang," lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu.

Oleh karenanya, Mas Ipin mengejar net zero carbon tersebut bisa terwujud pada tahun 2045 dengan menuangkannya dalam visi RPJPD Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Thailand Siap Gelar Bangkok RHVAC 2024 dan E&E 2024: One Stop Solution untuk Masa Depan NET ZERO

Dalam kesempatan itu, ia juga tegas membantah adanya anggapan menjaga lingkungan tidak mempunyai dampak terhadap ekonomi ataupun menghasilkan uang.

Untuk menyakinkan masyarakat di Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin telah menginisiasi Adipura Desa yang mana pemerintah desa yang memenangkannya mendapatkan dana transfer hingga Rp 200 juta.

Terbaru, Pemkab Trenggalek juga telah menjalin kerja sama dengan PLN Nusantara Power untuk mewujudkan hutan energi.

Dalam MoU tersebut, kedua belah pihak akan bekerja sama menanami 50 hektare lahan dengan jenis tanaman kaliandra dan gamal.

"Tiga tahun rantingnya akan diambil lalu dihargai 120 persen dari harga batu bara untuk campuran pemanasan PLTU di Sudimoro," tegas Mas Ipin.

Di sisi lain, Mas Ipin juga telah menugaskan Sekda Kabupaten Trenggalek untuk berkomunikasi dengan Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved