68 SPPG di Trenggalek Berjalan, Serap 2.994 Tenaga Kerja Lokal

Program MBG di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lo

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
RAPI BERSIH - Petugas SPPG tengah melakukan pemorsian. Di Kabupaten Trenggalek dari 68 SPPG sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 2.994 orang, Jum'at (15/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek telah menyerap 2.994 tenaga kerja lokal.
  • Tercatat ada 68 SPPG yang berjalan, namun baru 19 yang mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
  • Total penerima manfaat MBG di Trenggalek mencapai 174.922 orang, termasuk siswa hingga kelompok 3B.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto menerangkan jumlah tersebut tersebar di seluruh Kecamatan se-Trenggalek. Dari total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan, sudah ada 2.994 tenaga kerja yang berasal dari warga lokal.

"Untuk jumlah pekerja total SPPG, tenaga kerja yang terserap sudah sampai 2.994 orang," ujar dr Sunarto, Jum'at (15/5/2026).

Sunarto menambahkan jumlah tersebut berasal dari 68 SPPG yang sudah berjalan di Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Pagar Nusa Trenggalek Siapkan Pemusatan Latihan Atlet Santri di Pondok Pesantren

Baru 19 SPPG Kantongi Sertifikat SLHS

Dari total itu, saat ini masih 19 SPPG sudah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Untuk yang sudah memiliki SLHS ada 19 SPPG," akuinya.

Menurutnya, kendala utama dalam pengajuan SLHS masih berkaitan dengan pemenuhan persyaratan dasar yang harus dipenuhi masing-masing SPPG.

"Kendala awal lebih pada pemenuhan persyaratan dasar," jelasnya.

Diimbuhkannya, program MBG sebelumnya juga menggandeng sekitar 20 UMKM lokal sebagai mitra penyedia produk. Namun, jumlah tersebut kini mulai berkurang setelah muncul ketentuan baru terkait makanan basah.

"Dulu masih awal ada 20 UMKM, namun setelah ada ketentuan makanan basah banyak yang sudah tidak bisa bermitra,” ungkapnya.

Baca juga: SPPG Talangsuko Turen Malang Dibangun, Siap Layani Ribuan Penerima Manfaat

Penerima Manfaat Capai 174 Ribu Orang

Sunarto mengaku untuk proses monitoring, masih melakukan pemadanan koordinat terkait dugaan adanya SPPG yang berdiri di lahan LSD (Lahan Sawah Dilindungi).

"Kalau sekarang masih proses pemadanan koordinat," bebernya.

Selain itu, masih ada satu SPPG yang masih berstatus suspend, yakni SPPG Bendungan Srabah. Pemberhentian sementara ini dilandasi gegara proses pemenuhan sarana dan prasarana yang belum rampung.

"Masih ada satu yang disuspend, yaitu Bendungan Srabah. Kendalanya pemenuhan sarpras," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved