Berita Viral

Sosok Operator Mesin Cetak Uang Palsu UIN Makassar, Nyesal Ditangkap tapi Belum Mahir, 3 Hari 50T

Setelah ditangkap polisi, Syahruna menyesal belum mahir mengoperasikan mesin cetak uang palsu.

Tayang:
Editor: Olga Mardianita
Istimewa
Syahrna menyesal belum sempat mahir mengoperasikan mesin cetak uang palsu. Dia menjadi salah satu tersangka pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar. 

Syahruna bisa mengoperasikan mesin pencetak uang palsu secara otodidak.

Ia diminta belajar sendiri oleh bosnya, Annar Sampetoding Dalang alias ASS.

Syahruna menyebut tidak ada rencana pabrik ini memproduksi uang asing.

Hanya saja, dirinya sempat mendapatkan orderan uang palsu untuk Pilkada 2024.

"Ada pesanan katanya berapa miliar untuk Pilkada. Saya tidak menanggapi begitu serius," akunya.

Di akhir pengakuannya, Syahruna bersedia bergabung karena dijanjikan mendapatkan bagian uang palsu.

Setiap 10 lembar uang yang diproduksi, dirinya mendapatkan 1 bagian.

"Dijanjikan juga dibelikan tanah dan rumah oleh (tersangka) Ibrahim," tandasnya.

Isu uang palsu UIN Makassar beredar Rp745 triliun di masyarakat

Media sosial dihebohkan dengan uang palsu UIN Alauddin Makassar beredar di masyarakat senilai Rp745 triliun.

Adapun kasus sindikat uang palsu ini pada Rabu (18/12/2024).

Kini di media sosial ramai beredar uang palsu tersebut mencapai miliaran.

Hal ini bermula dari seorang pengguna media sosial TikTok dan dibagikan kembali di X pada Minggu (29/12/2024).

"Uang Palsu Ciptaan UIN Alauddin Tersebar Lebih Dari Rp 745 T Dalam Masyarakat," bunyi unggahan itu.

Lalu, benarkan uang palsu yang beredar di masyarakat mencapai Rp 745 triliun?

Baca juga: Susiah Pemilik Toko Kelontong Syok Dibayar Uang Palsu Rp 100 Ribu, Lupa Wajah Pembeli: Datang Malam

Uang Palsu Ratusan Triliun Dicetak di Kampus UIN Makassar, Peredaran Uang Palsu UIN Makassar di Masyarakat Disebut Tembus Rp 745 Triliun, Ini Penjelasan Bank Indonesia.
Uang Palsu Ratusan Triliun Dicetak di Kampus UIN Makassar, Peredaran Uang Palsu UIN Makassar di Masyarakat Disebut Tembus Rp 745 Triliun, Ini Penjelasan Bank Indonesia. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim membantah informasi tersebut.

"Dapat kami tegaskan bahwa berita di media sosial terkait produksi uang palsu yang mencapai 745 triliun adalah tidak benar," tegas Marlison, saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/12/2024).

Menurutnya, berdasarkan penegasan kepolisian, uang palsu yang dicetak dengan nominal Rp 100.000 itu telah diproduksi sebanyak 4.906 lembar dan 972 uang lembar yang belum terpotong.

Kendati demikian, BI enggan mengungkap berapa total nominal uang palsu tersebut.

Selain uang palsu, polisi juga menemukan dokumen sertifikat SBN senilai 700 Triliun dan Deposito BI senilai Rp 45 triliun yang juga diduga palsu.

"Perlu kami tegaskan bahwa BI di Departemen Pengelolaan Uang, tidak pernah mengeluarkan sertifikat deposito. Jadi yang senilai Rp 745 triliun adalah sertifikat palsu bukan nilai uang palsu yang diproduksi," jelas dia.

Dia menyampaikan, produksi uang palsu UIN Alauddin Makassar baru dilakukan pada Mei 2024, bukan 2010.

----- 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Berita Jatim dan berita viral lainnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved