Berita Surabaya
Lewat Program Dandan Omah, Surabaya Bakal Bedah 2.069 Rumah Warga Tak Layak Huni Tahun ini
Memulai lembaran tahun baru 2025, Pemkot Surabaya merencanakan membedah ribuan rumah lewat program Dandan Omah 2025.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memulai lembaran tahun baru 2025, Pemkot Surabaya merencanakan membedah ribuan rumah lewat program Dandan Omah 2025.
Program rutin bedah rumah di Kota Surabaya ini akan mencari 2.069 rumah yang paling tidak layak huni.
Kuota program Dandan Omah 2025 itu akan segera dieksekusi. Dua ribuan rumah warga yang tidak layak huni itu akan dibedah hingga laik ditinggali. Anggaran sudah disiapkan untuk membedah 2.069 rumah warga.
"Tim dari Pemkot Surabaya yang akan menyeleksi kemudian tim yang akan mengerjakan bedah rumah. Namun ternyata jumlah yang antre bedah rumah jauh lebih banyak," terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati, Kamis (2/1/2025).
DPRD Surabaya bersama Pemkot sudah menganggarkan bedah rumah 2025 untuk 2.069 rumah warga Surabaya. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah yang antre mengajukan bedah rumah. Saat ini total antrean Dandan Omah mencapai 7.789 warga.
Baca juga: Pimpinan DPRD Dukung Gandeng Pihak Ketiga untuk Bedah Rumah Warga Surabaya
Semua data sudah masuk dari seluruh kelurahan dan kecamatan di Surabaya. Data yang masuk antrean ini sudah sesuai by name by address. Lantas siapa yang paling didahulukan?
Aning mendesak kepada Pemkot untuk memberikan skala prioritas bagi mereka yang tingkat ketidaklayakan paling parah. Yakni yang nyaris roboh dan mengancam keselamatan warga. Tim dari kelurahan, kecamatan dan tim teknis yang mengecek kondisi riil lapangan.
Politisi perempuan PKS ini juga mendesak agar tidak ada ada rasionalisasi anggaran untuk program Dandan Omah, rumah tidak layak huni (Rutilahu). Rumah atau papan adalah hak dasar warga yang harus dipenuhi.
Aning mengingatkan agar program Rutilahu itu diprioritaskan. Tim di lapangan harus peka, akurat, dan penuh tanggung jawab sehingga Dandan Omah tepat sasaran.
"Tahun ini tak ada anggaran Rusunawa sehingga Rutilahu harus dituntaskan sesuai kuota. Permudah jangan dipersulit. Selama mereka warga KTP asli Surabaya dan tinggal di rumah sendiri," kata Aning.
Baca juga: Antrean Bedah Rumah Warga Surabaya Capai 7.789 Unit, Laila Mufidah: Prioritaskan Hunian Reot
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menyebut bahwa saat ini sudah dipetakan melalui kelompok teknis perbaikan rumah (KTPR) yang sudah ada di masing-masing kelurahan.
Eri menyebut perlunya perencanaan lebih matang termasuk skala prioritas. Mana rumah yang harus didahulukan untuk dibedah, harus benar-benar dipetakan. Teknis di lapangan selama ini ada kecenderungan “cipto” alias “incip-incip roto”.
"Beberapa kelurahan digeneralisasi per RW mendapat 2 jatah perbaikan rumah. Belum tentu mendesak. Padahal beberapa case, RW sebelahnya membutuhkan empat rumah yang sebenarnya lebih mendesak," ingat Eri.
Politisi PDIP ini berharap agar sistem segera diperbaiki berdasarkan skala kerusakannya. Hal seperti ini bisa dipetakan berdasarkan skala prioritas. Bagi yang belum mendesak berdasarkan skala kerusakan, bisa diantrekan melalui Badan Zakat atau CSR perusahaan.
| Potensi PAD Surabaya Rp8,3 Triliun, Eri Cahyadi Pasang Alat Khusus untuk Pantau Pajak Perusahaan |
|
|---|
| Hangatnya Suasana Halalbihalal PDIP Jatim, Ning Nadia: Ternyata Seasik Itu |
|
|---|
| Anggota DPR RI Tom Liwafa Wisuda Doktor di Universitas Airlangga: Pendidikan Mengajarkan Bijaksana |
|
|---|
| Sosok Pandya Bhagaskara, Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Kedokteran UNAIR |
|
|---|
| Modus Satpam Bobol Sekolah TK Tempatnya Bekerja di Surabaya, Pelaku Rancang Laporan Palsu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Komisi-C-DPRD-Surabaya-Aning-Rahmawati-saat-menemui-warga.jpg)