Berita Jember
Bertaruh Nyawa Demi ke Sekolah, Puluhan Pelajar di Jember Seberangi Sungai Pakai Perahu Bambu
Puluhan pelajar di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, bertaruh nyawa untuk menuju sekolah. Mereka harus menyebrangi sungai u
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Puluhan pelajar di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, bertaruh nyawa untuk menuju sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai untuk bisa menuju sekolahnya.
Terlihat, warga dan polisi bantu menyeberangkan puluhan anak sekolah di Desa Sanenrejo mengunakan perahu bambu di sungai yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini, Rabu (15/1/2025).
Puluhan pelajar tersebut harus melakukan itu, karena sekolah mereka berada di seberang sungai. Tepatnya di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo Jember.
Tindakan ekstrem yang dilakukan anak sekolah ini berlangsung setelah jembatan penghubung dua desa ini hancur. Akibat banjir bandang pada 22 Desember 2024 lalu.
Pantauan di lapangan, beberapa warga mulai merakit bambu di kawasan sungai itu secara swadaya. Seperti mau membangun jembatan alternatif penghubung dua desa ini.
Kapolsek Tempurejo AKP Heri Supadmo mengungkapkan warga harus menyeberangkan hampir 30 siswa setiap harunya. Agar para pelajar tersebut tetap bisa mendapatkan pengetahuan di sekolahnya.
Baca juga: Sarjana Pertanian di Malang Nekat Tanam Ganja di Rumahnya, Dibudidaya Pakai Teknik Khusus
Baca juga: Geger Bocah 13 Tahun di Lamongan Tewas Tenggelam di Rawa, Berawal Saat Bermain dan Perahu Terbalik
“Mulai dari masih PAUD, SD dan SMP dari desa sanenrejo, kurang lebih berjumlah 30 anak,” ucapnya.
Menurutnya, sejak jembatan penghubung hancur akibat banjir bandang pada akhir 2024 kemarin. Warga di Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo harus bertaruh nyawa agar bisa mendapatkan nafkah di desa sebrang.
"Sebenarnya sudah 4 kali dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Sebelum pada akhirnya jembatan itu putus dan terhanyut,” ulas Heri.
Heri mengakui anak sekolah-lah yang paling merasakan dampak tidak adanya jembatan tersebut dan harus mengunakan perahu bambu untuk menyebrangi sungai. Karena belum ada jalan alternatif lain.
"Aktivitas warga sangat terganggu, khususnya anak-anak sekolah. Supaya tidak telat berangkat sekolah kami seberangkan duluan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Heri mengaku juga meminta bantuan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember. Agar disediakan perahu karet untuk membantu warga dan pelajar melintasi sungai ini.
“Sudah berkoordinasi dengan anggota dewan. Ternyata mereka bersedia menyiapkan perahu karet sebagai sarana untuk melintasi sungai tersebut,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD Jember dari Fraksi Nasdem, David Handoko Seto mengaku terharu dengan langkah personel Polsek Tempurejo. Karena rela meluangkan waktu untuk menyeberangkan anak sekolah.
| Hasil Verval Data Kemiskinan Jember Bongkar Ada Ribuan Warga Terindikasi Mampu Tapi Terima Bantuan |
|
|---|
| Kondisi Memprihatinkan Pasar Tradisional di Jember, PAD Sektor Pasar Digenjot |
|
|---|
| Berulang Kali Isi Pertalite di SPBU, Suzuki Carry di Jember Bikin Polisi Curiga, Ternyata Timbun BBM |
|
|---|
| Libur Panjang Paskah, Okupansi Penumpang KA di Daop 9 Jember Alami Peningkatan |
|
|---|
| Asyik Pesta Sabu, 9 Pecandu dan Pengedar di Jember Syok saat Digerebek Polisi, Senapan Jadi Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Warga-seberangkan-Anak-Sekolah-di-Desa-Sanenrejo-Kecamatan-Tempurejo.jpg)