Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Entertainment

Penjelasan Buya Yahya Soal Qadha Puasa Ramadan Digabung Puasa Senin Kamis, Dilengkapi Bacaan Niatnya

Inilah bacaan niat qadha puasa Ramadan digabung puasa Senin Kamis. Buya Yahya beri cara menghitung jika lupa jumlah utangnya.

Editor: Hefty Suud
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
Buya Yahya jelaskan tata cara dan niat qadha puasa Ramadan digabung puasa Senin Kamis. 

TRIBUNJATIM.COM - Utang puasa Ramadan di tahun lalu wajib dibayar atau di-qadha. 

Maka dari itu, sebelum masuk bulan Ramadan 1446 Hijriah/2025, segerakan melakukan qadha puasa Ramadan

Mengingat awal puasa Ramadan tahun ini, diprediksi jatuh pada 1 Maret 2025.

Qadha puasa Ramadan, bisa dilakukan di waktu puasa sunnah, salah satunya puasa Senin Kamis

Berikut bacaan niat qadha puasa Ramadan, menurut penjelasan Buya Yahya. 

Baca juga: Mulai Tanggal Berapa Puasa Ramadan 1446 H/2025? Muhammadiyah dan Pemerintah Berpotensi Seragam

Buya Yahya menjelaskan siapa yang menjalankan puasa Senin Kamis dengan niat qadha, puasanya sah.

"Berpuasa di hari Senin dan Kamis atau hari lainnya dengan niat qadha hukumnya sah, asal yakin ada puasa wajib yang ditinggalkan," terang Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Sehingga tata cara yang dilakukan bagi yang ingin mengqadha sekalian puasa sunnah Senin Kamis yakni melakukan niat qadha untuk berpuasa esok harinya.

Baca juga: 3 Opsi Libur Sekolah Ramadan 2025 Dijelaskan Menteri Pendidikan Abdul Muti, Ada Skema Libur 1 Bulan

Bagi yang mengerjakan qadha di bulan Syawal dan bertepatan hari Senin atau Kamis, akan mendapatkan tiga pahala sekaligus yaitu utang puasa lunas satu hari, serta dapat pahala puasa Syawal dan Senin Kamis.

Pengerjaan puasanya sama sebagaimana berpuasa di bulan Ramadan, disunnahkan sahur di sepertiga malam dan wajib berniat qadha, kemudian puasa diakhiri dengan berbuka saat masuk waktu maghrib.

Seseorang yang tidak mengetahui pasti jumlah utang puasa, disarankan Buya Yahya agar memastikan jumlahnya.

Sebab jika tidak dipastikan atau dikira-kira maka akan menyebabkan orang tersebut akan selalu waswas di tengah ketidakpastian.

"Dia tidak ngerti sudah cukup atau belum, maka paling enak dia duduk sebentar untuk memperkirakan utang puasanya," jelas Buya Yahya.

Cara menghitungnya Buya Yahya menjabarkan, dimulai dari menghitung saat seseorang sudah mulai baligh, bagi perempuan mengalami menstruasi pertama kali.

Misalnya seseorang baligh pada usia 14 tahun dan kini telah berusia 30 tahun, jaraknya adalah 16 tahun. Kemudian saat puasa Ramadan dia tidak berpuasa maksimal 15 hari.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved